#610 Sebuah Desa Mengapung Akibat Ulah Belanda

 Desa tanpa jalan raya

Siapa yang tak kenal dengan Belanda? Negara dengan segudang “ulah” inovasi di dunia, yang juga pernah menjajah negara kita Indonesia selama 3,5 abad atau 350 tahun. Eits, jangan salah sangka, Ulah yang dimaksud adalah ulah positif yang muncul dari kreativitas Belanda, sehingga dengan ulah tersebut selalu dapat membawa ke arah perubahan. Ulah Belanda ketika di Indonesia turut membawa banyak perubahan terhadap bangunan dan pola pikir. Hasilnya masih bisa dilihat sampai sekarang,seperti arsitektur modern pertama berupa bangunan kokoh. Mulai dari rumah gedhong, Lodji, Monumen Nasional (Monas) diawali dengan berdirinya perhimpunan yang didirikan oleh Belanda pada masa itu untuk memajukan bidang seni dan berbagai ilmu pengetahuan, seperti biologi, arkeologi, fisika, etnologi, sejarah, dan prasejarah guna untuk penelitian-penelitian ilmiah. Perhimpunan tersebut diberi nama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang didirikan pada 24 April 1778; Kemudian ada perumahan bersistem tata kota dan tata irigasi komplit, dulu dikenal dengan kawasan Indische;benteng-benteng pertahanan seperti yang tertua Fort Vastenburg di bangun tahun 1745, lalu Fort Vredenburg; Istana Negara; kawasan perkotaan dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, Belanda juga dikenal sebagai negara yang dipenuhi orang-orang kreatif yang selalu hadir dengan ide-ide baru. Jadi tidak heran kalau Belanda selalu membuat “ulah baru” dengan ide kreatifnya yang kini telah merambah di setiap bidang. Sehingga Belanda patut diperhitungkan di kancah internasional.

 Desa tanpa jalan

Di negerinya sendiri, Belanda menerapkan ulah kreatif dalam menangani bencana banjir pada tahun 1170. Saat itu datang banjir besar dari St Elizabeth, lalu mengelilingi dan menggenangi sebuah desa. Sangat susah untuk mengeringkan dan menangani musibah tersebut, dikarenakan letak daratan Belanda berada dibawah permukaan laut. Namun mereka tidak kehabisan ulah menjawab permasalahan ini. Akhirnya air tetap digenangkan dalam kanal-kanal buatan,. Sehingga menghasilkan pulau-pulau kecil. Tidak hanya itu pemikiran kebutuhan akses jalan pun mereka mengkreasikan kanal ini sebagai penghubung . Hebatnya ulah kreatif ini dikerjakan oleh para tahanan mediterania 1230 AD. Wow…Belanda pun berhasil mengapungkan desa ini ! Dari Desa yang terkena musibah, mampu disulap menjadi kawasan wisata potensial ! Desa ini disebut ‘Geytenhorn’ yang berarti ‘tanduk kambing‘,karena banyak ditemukan sisa tanduk kambing liar yang tewas karena banjir. Sekarang dikenal sebagai Giethoorn, desa yang seolah-olah terapung.

 Letak Giethoorn

 pesona asri saat melintasi desa dengan perahu

 salah satu sudut desa terapung

 Giethoorn yang bebas polusi

 Perahu adalah sarana tranportasi utama

Giethoorn terletak di kota Steenwijkerland, Provinsi Overijssel sekitar 5 km barat daya Steenwijk. Kini. Desa ini tidak memiliki jalan raya, dan bebas dari kendaraan bermotor. Hanya ada jalan setapak untuk pejalan kaki atau pengendara sepeda kayuh. Sarana transportasi utama adalah menggunakan perahu. Kanal-kanal itu akhirnya menjadi lanskap utama yang menjadi ciri khas kota. Ulah Belanda mampu mengembangkan Giethoorn menjadi kawasan”bebas polusi” yang disebut juga sebagai “Venesia dari Utara” atau “Venesia Belanda”. Giethoorn makin tersohor, terutama setelah 1958. Setelah sutradara film Bert Haanstra membuat film komedi yang terkenal Fanfare di sana.

Semoga cerita di atas menjadi inspirasi agar menjadikan. Kita menyiapkan “ulah” yang lebih kreatif dan inovatif, yang lebih penting terbuka pikiran dan wawasannya. Semoga kekayaan alam dan budaya bangsa kita juga mampu diberdayakan,apalagi kita bukan tahanan Mediterania. Maka, Kita pun harus BISA !

– ditulis oleh Ajeng Bekti

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s