#611 Floating Dutchman

Sejak dulu, Belanda dikenal sebagai negeri para pengendali air. Daratannya yang kecil telah diperluas selama berabad-abad dengan mengeringkan air laut menggunakan polder kincir angin. Sejumlah kanal juga dibangun di tengah-tengah kota untuk mengontrol banjir dan mengendalikan debit air. Hingga kini, Belanda pun terus dipercaya sebagai dokter banjir bagi kota-kota di seluruh dunia yang bermasalah dengan manajemen airnya. Maka tak heran jika kemudian Belanda juga menjadi rumah bagi munculnya ide-ide terbaru untuk hidup berdampingan dengan air.

Kota Yang Mengapung
Adalah Koen Olthuis, seorang arsitek lulusan Delft University of Technology yang menghadirkan ide tak biasa untuk membuat bangunan di atas air. Melalui Waterstudio, firma arsitektur miliknya yang berbasis di Rijswijk, Olthuis mewujudkan mimpi-mimpi terliarnya mengenai bangunan-bangunan terapung. Sebut saja Greenstar, sebuah hotel terapung yang rencananya akan didirikan di Kepulauan Maladewa. Hotel mewah berbentuk bintang laut ini memiliki kapasitas 800 kamar dan sebuah ruang konferensi yang mampu menampung hingga 2.000 orang. Desainnya yang cantik dibuat mirip seperti pulau-pulau tropis di Maladewa dengan rerumputan hijau, pepohonan kelapa, serta pantai berpasir putih di tepinya.

 Greenstar Hotel

Meski pun mewah, hotel ini tergolong sangat ramah lingkungan dengan pasokan energinya yang semaksimal mungkin berasal dari sumber terbarukan. Nantinya, hotel ini akan menjadi lokasi bagi berbagai konferensi mengenai perubahan iklim, manajemen air, serta keberlangsungan lingkungan.

Kemudian ada Pohon Laut, sebuah proyek serupa taman gantung yang dirancang sebagai habitat untuk hewan-hewan seperti burung, lebah, dan kelelawar. Pohon ini akan menciptakan ‘kota’ baru bagi hewan-hewan di tengah kota-kota manusia, sehingga diharapkan mampu memberi dampak positif bagi lingkungan.

 Pohon Laut

Uniknya, pohon yang berupa menara dengan ruas-ruas lantai berisi aneka tanaman ini nantinya tidak hanya akan menjulang ke langit, tapi juga mencapai ke dasar laut, sehingga setiap ruas di bawah permukaan airnya dapat menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan dan biota laut. Dan pastinya, pohon ini juga tidak menancap ke dasar laut, melainkan benar-benar mengapung seperti prinsip bangunan-bangunan Olthuis lainnya.

Yang juga tidak kalah uniknya adalah Masjid Terapung yang dibuat Olthuis di Uni Emirat Arab. Masjid ini memiliki tiang-tiang dan atap transparan yang memungkinkan sinar masuk dan terpantul ke seluruh ruangan, sehingga menjadi sangat hemat energi. Dan sekali lagi, masjid ini mengapung tanpa pondasi apa pun yang menancap ke dasarnya.

 Masjid Terapung

Masih banyak karya Olthuis lainnya baik yang sudah dibangun maupun yang masih dalam perencanaan. Baik yang berada di Belanda maupun yang tersebar di seluruh dunia. Selain menjadi solusi bagi keterbatasan ruang dan ancaman banjir, karya Olthuis terbukti memiliki fleksibilitas tinggi karena dapat dipindahkan ke belahan dunia mana pun melalui jalur laut
Kini Olthuis tergabung sebagai anggota dalam The Flood Resilience Group dari UNESCO-IHE. Mimpinya adalah agar kelak suatu hari nanti kota-kota terapung yang ramah lingkungan dapat berdiri di berbagai perairan dunia, sehingga banjir tidak lagi mengancam dan lingkungan dapat terselamatkan. Luar biasa ya? Ini lah legenda baru dari Belanda, Koen Olthuis The Floating Dutchman.

– ditulis oleh Sidiq Maulana

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s