#612 Gowes Bus Sekolah ala Belanda

Kala banyak negara mengeluhkan tingginya tingkat polusi yang berasal dari kendaraan bermotor, nampaknya warga negara kincir angin, Belanda, sudah asyik sendiri menikmati bersihnya udara di negara mereka. Hal tersebut tidak lain dikarenakan kebiasaan bersepeda yang cukup lama dikenal sebagai sistem transportasi di Belanda. Gowes atau bersepeda, menjadi salah satu karakter transportasi negara yang menjadi asal stroopwafel tersebut. Sudah terbukti, bersepeda membuat tubuh sehat dan menguntungkan karena sekaligus mengurangi polusi. Beberapa orang mengatakan, Anda tahu apabila Anda cukup lama berada di Belanda apabila : anda memiliki sepeda; anda tahu cara mengerem menggunakan retropedaling; Anda menghabiskan biaya lebih untuk membeli kunci/gembok sepeda dibanding sepedanya sendiri; dan jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain (meski jaraknya sangat dekat) tidak pernah lagi terpikirkan. Anda, secara harfiah, akan memakai sepeda kemana pun. Bukan Belanda namanya kalau tidak melakukan inovasi dan kreasi pada hal-hal di sekitar mereka. Alih-alih sekedar gowes biasa, Belanda pun mengembangkan sepeda yang unik dan macam-macam. Inovasi yang paling menarik perhatian saya adalah “Bis Sekolah Kayuh”. Sepeda ternyata bisa dikreasikan menjadi bis sekolah yang dikayuh oleh anak-anak, namanya Bis Sekolah “Kayuh”. Bis ini dikemudikan oleh satu orang dewasa dan didesain menampung 10 penumpang anak-anak dengan usia 4-12 tahun. Kenyamanan dan keamanan menjadi pertimbangan utama desain bis sekolah ini. Selain menggunakan tenaga kayuh, bis ini punya mesin cadangan dengan kecepatan rata-rata hingga 10 mil per jam. Mesin digunakan saat jalan menanjak atau jika anak-anak mulai kelelahan mengayuh sepeda. Sangat unik, bukan? Selain istimewa dan belum ada di negara lain, alat transportasi ini cukup mengasyikan untuk menanamkan kesukaan bersepeda bagi anak-anak. Terlebih, ramah lingkungan dan bebas polusi. Mungkin benar bila dikatakan pendidikan yang sebenarnya itu bukan hanya di kelas, namun juga dengan praktik langsung di luar. Belanda juga mengajarkan sedini mungkin pada anak-anak untuk langsung turun ke jalan, bersepeda menuju sekolah. Gagasan bis kayuh di Belanda ini sangat menginspirasi, terlebih bukan sekedar kreasi dari sepeda biasa, namun latar belakang inovasi pendidikan yang menyertainya.

– ditulis oleh Agitha Binar A.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s