#623 Menapak Tilas Jejak Kreativitas Belanda di Indonesia

Arsitektur Belanda memang sudah selayaknya di acungi jempol. Sudah banyak orang yang mengakui bahwa Belanda selalu membuat inovasi-inovasi baru dalam dunia arsitektur. Sebut saja beberapa bangunan-bangunan yang terkenal di Belanda dengan arsitektur yang unik seperti Wozoco Apartment dan Posbank Tea Pavilion.

Mengagumi arsitektur negeri Belanda sebenarnya tidak perlu jauh-jauh datang ke Belanda. Saya sendiri kadang sering tidak menyadari bahwa hampir setiap hari saya melewati, duduk berjam-jam, berdiskusi dengan teman-teman di depan sebuah karya masterpiece seorang maestro arsitek Belanda , C.P Wolff Schoemaker , yaitu Villa Isola atau Bumi Siliwangi. Saya merasa beruntung bisa berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia ini karena saya bisa melihat dan mengagumi secara langsung Villa yang di bangun 75 tahun lalu dan sekarang menjadi kantor rektorat UPI.

 Arsitek Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker (1882-1949)

Berbeda dengan karya-karya C.P Wolff Schoemaker yang lain seperti Concordia (Gedung Merdeka), Observatorium Bosscha, atau Gedung Jaarbeurs (KOLOGDAM). Isola memiliki keunikan tersendiri dan diakui oleh sang arsitek sebagai karya yang berada di puncak modernitas pada zamannya. Dibangun pada akhir masa penjajahan untuk rumah tinggal seorang bangsawan Belanda bernama DW Barrety, disinilah Belanda mengukir sebuah kreatifitas yang tetap gagah dan elegan dan bisa dinikmati sampai sekarang.

Apa yang membuat bangunan ini unik? Selain karena tidak ada yang serupa, Isola memiliki struktur berbentuk lengkung, dengan mengedepankan konsep lingkaran, sehingga jika terlihat dari atas, Isola tampak seperti riak air. Dengan sentuhan Art Deco, baik pada bangunan dan pada tamannya yang luas, C.P Wolff Schoemaker seperti ingin menampilkan kemegahan arsitektur Eropa pada zamannya. Taman-tamannya tegak lurus dengan sumbu melintang dari arah utara dan selatan sejajar dengan Gunung Tangkuban Perahu di utara dan kota Bandung di selatan. Kreatifitas C.P Wolff Schoemaker tidak berhenti sampai disitu. Ornament di Isola dihiasi garis-garis molding sehingga akan terlihat keindahannya bila terkena cahaya matahari. Sang arsitek memanfaatkan sinar matahari daerah tropis untuk mempercantik karyanya.

Konsep interior bangunan ini pun tidak kalah megahnya.terdapat lima lantai di bangunan ini yang semuanya di desain mengikuti gaya eropa klasik. Lantai satu terdiri dari aula yang sangat besar dan terdapat dua tangga melengkung di kanan kirinya. Lantai dua terdapat kantor, ruang makan, dan ruang keluarga. Lantai tiga dan empat di dominasi oleh kamar tidur yang saling berhadapan dan setiap kamar dilengkapi dengan jendela-jendela besar dan balkon dengan tujuan pemandangan cantik kota Bandung bisa terlihat seluruhnya, dan juga terdapat lorong rahasia yang di ruang bawah tanah yang belum diketahui kemana lorong ini berujung. Sayangnya saat ini, setiap ruangan sudah menjadi kantor pembantu rektorat UPI. Tapi, keanggunan Isola tetap menawan hingga sekarang.

 Isola balkon

 ruang keluarga

C.P Wolff Schoemaker adalah seorang Belanda yang sangat hebat dan kreatif. Dia mendesain sebuah bangunan – Isola yang bahkan belum ada yang menyamai karyanya ini. Hebatnya lagi, beliau membangun Isola hanya dalam waktu 5 bulan sejak Oktober 1932-Maret 1933. Bangunan ini sekarang masih kokoh berdiri. Menjadi kebanggan warga Bandung dan akan terus dilestarikan sebagai sebuah mahakarya jenius peninggalan Belanda.

– ditulis oleh Pritania Savitri

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s