#624 Being Free and Respect Others from Dutch to the World

“…You must stop being a pleaser and reclaim your identity as a free self.”
Henri Nouwen (Dutch Christian writer 1932 – 1996)

Kutipan dari Henri Nouwen di atas semakin menjelaskan identitas bangsa Belanda. Carilah identitasmu sendiri dan bebaskan dirimu, begitulah intinya kurang lebih. Itulah mengapa Belanda selalu inovatif dalam berbagai hal. Saya mencoba memahami arti dari kreatifitas bangsa Belanda. Jika dinilai dari segi pendidikan, design, arsitektur, sains, dan lain sebagainya, sudah pasti Belanda memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi. Dalam hal ini saya akan mengambil hal-hal yang tersirat dari kreatifitas bangsa Belanda.

Akan saya mulai pertama dari Pulau Pampus. Pulai Pampus adalah pulau kecil yang berjarak 135 km dari kota Amsterdam sebagai pulau pertahanan bagi kota ini. Saya pertama kali mendengar tentang pulau ini dan berpikir tidak ada yang istimewa. Tetapi, Belanda meracik sedemikian rupa sehingga pulau kecil ini menjadi Unesco World Heritage Site! Di pulau ini selain terdapat benteng juga terdapat berbagai permainan yang sengaja disediakan untuk turis. Sangat kreatif bisa memanfaatkan pulau sekecil itu menjadi tempat tujuan wisata. Bila kita bandingkan dengan Indonesia yang memiliki kurang lebih 17.000 pulau dan sebagian besar tidak terurus. Disini kita patut mencontoh Belanda. Saya menyadari, dibalik kreatifitas bangsa Belanda yang berkembang pesat ada sesuatu hal yang lain yang menjadi pendorong negeri ini untuk terus maju, yaitu : Belanda menghargai setiap warga negara nya, setiap senti wilayahnya, dan penghargaan inilah yang menjadi pemicu pesatnya kreatifitas di Belanda.

Yang kedua adalah Red Light District. Siapa sangka tempat prostitusi yang menjadi tempat kelas bawah di negara lain, termasuk Indonesia, bisa menjadi area tujuan wisata berikutnya. Di Red Light District kita bisa melihat berbagai museum seks yang bakal dianggap tabu bila ada di Indonesia. Bahkan ada walking and dinner tours di area ini. Para warga menoleransi penuh prostitusi dan pemerintah melindungi para pekerja seksnya. Disini saya melihat Belanda benar-benar ‘membebaskan’ warga negaranya untuk berkreasi apapun. Dengan pertimbangan, warganya bertanggung jawab dengan apa yang mereka lakukan juga dengan kreatifitas yang mereka ciptakan. Di Red Light District ini, pemerintah telah memberlakukan peraturan-peraturan tertentu dan para pengunjung harus mematuhinya. Just be simple and honest.

Dan terakhir, Belanda dikenal sebagai salah satu negara pertama yang melegalkan perkawinan sesama jenis. Dengan kata lain, kaum Lesbian, Gay, Bisexsual, and Transgender (LGBT) memiliki kebebasan penuh di Belanda. Warga negara Belanda menerima para LGBT dan mereka memiliki tempat khusus. Sedikit sekali negara seperti Belanda yang menghargai keberadaan LGBT. Di Belanda, para gay bisa menuangkan kreatifitasnya tanpa takut dikecam dan dikucilkan. Mereka bisa mengungkapkan jati diri mereka tanpa ada tekanan dari siapapun. Bahkan Belanda membuat Homomonument untuk mengenang para gay dan lesbian yang gugur di Perang Dunia II. Bisa dilihat, tidak hanya memajukan kreatifitas saja yang bisa dicontoh dari Belanda, tapi juga penghargaan kepada setiap individu, terhadap hak asasi manusia, dan penghargaan-penghargaan ini tercermin dari perilaku dan kebudayaan warga Belanda sehari-hari.

Belanda mengajarkan kita contoh nyata. Kreatifitas bisa dilihat oleh mata. Tapi pengabdian yang tulus dan penghargaan lah yang membuat kreatifitas bisa terus berkembang dan maju. Be creative. Be free. Be yourself.

– ditulis oleh Pritania Savitri

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s