#626 “BeYou”, “BeYou-tiful” Creativity

Pada awal bulan April 2012, jutaan pasang mata di berbagai belahan dunia dibuat terkesima dengan salah satu karya paling mutakhir abad ini yakni sebuah “Mobil Terbang”. Ya, mobil pun kini ternyata bisa terbang dan hal ini bukanlah cerita fiksi dari negeri dongeng. Adalah Spark dan Pal-V Europe NV, dua perusahaan asal Belanda yang berhasil membuat impian manusia tentang mobil terbang menjadi kenyataan. Perusahaan asal Belanda tersebut telah mengembangkan prototype mobil terbang dan telah berhasil mengujicobakannya dalam melakukan perjalanan darat dan udara.[1] Mobil terbang yang diberi nama “Pal-V” tersebut melakukan serangkaian uji coba terbang di pangkalan udara Gilze-Rijen dan direncanakan akan diluncurkan di pasaran pada akhir Maret 2014.[2]

Tak mengherankan memang, jika sebuah inovasi brilian untuk kesekian kalinya muncul dari negeri kincir angin ini mengingat Belanda menyandang gelar sebagai The Most Innovative Country’ (urutan 8).[3] Namun yang membuat saya bertanya-tanya, “Darimana sumber dorongan kreativitas orang-orang Belanda sehingga dapat menciptakan inovasi yang luar biasa?”.

Kreativitas, ditinjau dari kaidah ilmu psikologi, memang dapat dihasilkan dari berbagai sumber. Rogers (dalam Munandar, 2009) misalnya, menyatakan bahwa beberapa faktor yang dapat mendorong munculnya kreativitas diantaranya adalah adanya dorongan dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik) dan dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik). Tampaknya, kedua hal ini pula lah yang telah menjadi pemicu lahirnya kreativitas para inovator dalam menciptakan mobil terbang “Pal-V”.

Tengok saja Robert Barnhoorn (Direktur Spark) dan John Bakker (Promotor Spark) sebagai salah satu inovator “Pal-V”, ternyata kreativitas mereka untuk menciptakan mobil terbang berawal dari adanya dorongan dalam diri mereka untuk mewujudkan mimpi yang sama sejak 1999 yakni mengembangkan sebuah mobil yang dapat terbang.[4] Mereka berdua kemudian memutuskan untuk berkolaborasi dan bekerja sama mengembangkan konsep yang mereka punya dan menyelidiki kelayakan pengembangan konsep kendaraan terbang tersebut. Di samping dorongan dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik), ternyata dorongan lingkungan (motivasi ekstrinsik) juga berperan besar dalam terwujudnya inovasi mobil terbang ini. Sebagaimana diketahui, menurut Gallup World Poll Survey 2010, Belanda menyandang gelar The World’s Happiest Country urutan ke-5 di dunia karena lingkungannya yang bebas secara psikologis dimana tiap individu bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya, termasuk mengekspresikan mimpi tentang mobil terbang yang selama ini hanya ada dalam pikiran manusia.

Dari pengalaman para inovator “Pal-V” di atas tergambar jelas bagaimana linkungan yang kondusif dan motivasi yang kuat telah membuat Robert Barnhoorn dan John Bakker dapat tetap menjadi diri mereka sendiri dan berjuang untuk kebebasan mimpi-mimpi mereka tentang mobil terbang. Inilah yang saya kagumi dari Belanda, negara yang membebaskan masyarakatnya untuk menjadi diri mereka sendiri, “Just Be You!”. Saya yakin bahwa dengan semangat “Be You” dapat mendorong munculnya kreativitas yang “BeYou-Tiful” sebagai modal awal menciptakan inovasi yang luar biasa.

Ayo belajar dari Belanda! Tetaplah “BeYou” dan temukan kreativitasmu yang “BeYou-Tiful” !

– ditulis oleh Kurnia Nastiti

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#626 “BeYou”, “BeYou-tiful” Creativity

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s