#627 Cara Belanda Menyebrang ke Masa Depan

“Education is all a matter of building bridges”
~ Ralph Ellison ; American teacher and novelist ~

 map of Netherlands

Disamping tulip dan kincir angin, aspek lain yang tampaknya lekat dengan Belanda ialah desain bangunan kelas dunia. Tidak terbatas di dalam negeri mereka saja –semisal Rotterdam yang khas dengan arsitektur kontemporernya– tetapi juga di negara belahan bumi lainnya. Jejak itu antara lain tampak pada perpustakaan pusat di Seattle, Kedutaan Besar Belanda di Berlin, serta Menara Televisi di Beijing, yang diarsitekturi oleh figur terkenal Rem Koolhaas. Selain berkarakter, karya-karya arsitektur Belanda diakui bermutu dan berdaya tahan tinggi. Sejumlah bangunan peninggalan era kolonial di Indonesia turut membuktikan hal ini.

Dari sekian jenis bangunan yang sudah mereka wujudkan, adalah jembatan yang saya kira paling menarik untuk dikaji. Berdasarkan laporan situs archdaily tahun 2011, Moses Bridge di daerah Halsteren berhasil mendulang predikat Winner Building of The Year Awards 2011 kategori public facilities. Jembatan yang rancang bangunnya dikerjakan RO&AD Architecten ini memiliki bentuk yang sungguh unik karena berada di dalam sungai. Inspirasinya disebut-sebut berasal dari kisah Musa yang berjalan membelah sungai.

 moses bridge in the Netherland

Bukan hanya Moses Bridge. Jembatan-jembatan lain yang ada baik di Belanda mau pun di luar Belanda, turut menampilkan spirit yang sama : bahwa Dutch People gemar berinovasi. Karya-karya hasilan mereka mengabarkan tingkat kreativitas dan ketelitian pengukuran yang tinggi, yang tentu saja tidak akan muncul tanpa keberanian bereksperimen dan motivasi menjadi pelopor.

Sebaran karya arsitektur yang mendunia juga menjadi langkah cerdas mereka untuk masuk ke pentas internasional. Meski tergolong negara kecil dengan kontur tanah yang kurang menguntungkan, penduduk Belanda tidak lantas buntu pikiran. Melalui karya yang secara konsisten dihasilkan, para arsitek, bersama dengan filsuf, seniman, dan kalangan ilmuwan giat membawa Koninkrijk der Nederlanden ke jajaran kompetensi kelas dunia.

Di sisi lain, Dutch People tergolong komuni yang sangat percaya diri. Mereka memiliki semboyan No other land but Netherland. Sehingga Tidaklah mengherankan jika mereka berani membuka gerbang seluas-luasnya bagi para pendatang tanpa takut dikuasai. Salah satu magnit yang dipakai adalah sektor pendidikan yang mengusung tagline : Open to International Mind.

Dan Belanda nyatanya serius dengan hal itu. Belanda merupakan negara non-berbahasa Inggris pertama yang menawarkan lebih dari 1400 program studi berbahasa Inggris di berbagai bidang. Belanda juga mendapat pengakuan internasional sebagai pionir penerapan sistem Problem-based learning (PBL), yang melatih siswa menganalisa dan memecahkan permasalahan secara independen melalui penekanan pada self-study dan disiplin diri. Pendidikan tinggi di Belanda mendapatkan subsidi, sehigga biaya kuliah dapat ditekan cukup rendah.

Iklim ini membawa Belanda menempati urutan ke-8 dari 100 negara untuk kategori the world’s best countries versi NEWSWEEK’s list. Urutan ke-10 negara peraih nobel terbanyak. Posisi ke-3 Keterjangkauan Biaya dan posisi pertama Aksesibilitas dalam Global Higher Education Rankings 2005. Urutan ke-3 negara dengan jumlah universitas terbanyak dalam World Reputation Ranking 2012. Berada di tengah-tengah Benua Eropa, Belanda juga kerap diibaratkan sebagai pelari terdepan di benua tersebut.

Agaknya mereka mengerti benar ucapan Ralph Ellison; pendidikan adalah soal membangun jembatan. Dengan cara itu, mereka menyebrang lebih cepat ke masa depan.

– ditulis oleh Riza Rahmi

8 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

8 responses to “#627 Cara Belanda Menyebrang ke Masa Depan

  1. Abi

    Akankah Riza melanjutkan pendidikan Masternya ke Belanda setelah ini?
    Sukses ya, Za! seperti biasa, kalimat-kalimatmu bagus dan ini sangat pantas untuk teks iklan Belanda. Haha

  2. semoga tepilih ya bundoooooo

  3. Tulisannya keren..
    Sukses ya.

  4. Khas gaya tulisan Kak Riza. semoga terpilih ya! sukses!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s