#638 Mengecap Manis C12H22O11

Predikat negeri paling bahagia ke-4 di dunia yang disandang oleh Belanda ternyata memang bukanlah isapan jempol belaka[1]. Namun siapa yang menyangka bahwa ternyata resep bahagia yang dimiliki oleh Belanda tersebut adalah ‘ilmu gula’? Gula pasir yang manis rasanya itu ternyata adalah rahasia di balik segala penemuan inovatif yang dihasilkan oleh Belanda. Gula pasir atau sukrosa (C12H22O11) adalah hasil asimilasi antara gas CO2 dengan air melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari[2]. Dengan analogi gas CO2 sebagai simbol dari masalah, air sebagai simbol dari kreativitas, serta sinar matahari sebagai simbol dariide, maka melalui suatu reaksi yang dihasilkan oleh seluruh unsur tersebut dihasilkanlah gula pasir atau sukrosa (C12H22O11) yang merupakan simbol dari kebahagiaan.

Selayaknya negara maju yang dinamis, Belanda tidak hanya menghadapi satu atau dua masalah saja. Akan tetapi, masalah dan tantangan yang dihadapinya semakin beragam dan berkembang sehingga menuntut Belanda untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif. Salah satu hal yang membuat Belanda berbeda dan layak menjadi The World’s Happiest Country adalah kemampuannya untuk mengubah masalah tersebut menjadi C12H22O11 dengan ‘ilmu gula’ yang dimilikinya. Seperti rumus reaksi gula, kreativitas dan ide lah yang menghasilkan kebahagiaan bagi Belanda di tengah banyaknya masalah ataupun tantangan yang dihadapinya.

Koninkrijk der Nederlanden secara harfiah berarti Kerajaan Tanah-Tanah Rendah. Hal ini sudah menjadi rahasia umum bahwa Belanda memiliki sebagian wilayah yang kontur tanahnya berada di bawah permukaan laut. Namun dengan segudang kreativitas dan ide yang direaksikan dengan ‘ilmu gula’, Belanda menyulap masalah itu menjadi suatu kebahagiaan. Melalui keterbatasan itu muncul inovasi seperti floating cities[3] danwater management yang lebih baik. Kincir-kincir angin pun banyak dimanfaatkan untuk mengeringkan sebagian permukaan laut Belanda[4]. Ujung-ujungnya kincir angin ini menjadi salah satu landmarks Belanda yang paling terkenal dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing yang tentunya mendatangkan pemasukan cukup besar bagi pariwisata Belanda. Lagi lagi dengan ‘ilmu gula’ yang dimilikinya, kontur tanah rendah yang awalnya menjadi masalah itu membuat Belanda mengecap manis C12H22O11.

Di saat banyak negara lain ribut memikirkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Belanda dengan ‘ilmu gula’-nya justru tidak ambil pusing dengan kenaikan harga BBM tersebut karena kegemaran bersepeda warganya yang sudah membudaya[5]. Transportasi umum seperti trem juga cukup diminati daripada motor atau mobil pribadi. Secara tidak langsung masyarakat Belanda juga telah melakukan kampanye Green Transportuntuk mengurangi emisi gas karbon, yang berarti masyarakat Belanda telah memiliki kesadaran yang cukup tinggi akan lingkungan. Terlebih lagi para peneliti Belanda yang berasal dari Universitas Teknologi Delft dan Lembaga Penelitian DHV baru-baru ini berhasil menemukan bahan bakar alternatif pengganti BBM dari urin atau air seni[6]. Tidak cukup itu saja, masalah kemacetan yang menjadi momok di banyak kota-kota besar juga terjawab sudah dengan penemuan Belanda yang dinamakan mobil PAL-V ONE[7]. Tidak hanya bisa berjalan di darat, mobil ini juga dirancang bisa berjalan di udara.

Sekali lagi Belanda berhasil menunjukkan kepiawaiannya mengecap manis C12H22O11. Cukup reaksikan masalah dengan ide dan kreativitas, dan voila bersiaplah mengecap manis C12H22O11 yang membahagiakan.

– ditulis oleh Dita Liliansa
Iklan

2 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

2 responses to “#638 Mengecap Manis C12H22O11

  1. fahmi

    kren..nice info 🙂

  2. belanda.. 🙂 keren tulisannya.. satu lagi info bermanfaat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s