#642 Warisan Arsitektur Belanda di Nusantara

Belanda sebagai sebuah bangsa dikenal hebat serta ahli dalam pembuatan dan pembangunan Dam/Bendungan di dunia dan Belanda sebagai sebuah negara memiliki banyak bangunan-bangunan Dam spektakuler yang mampu mengeringkan 1/3 wilayah Belanda yang berada di bawah permukaan laut.

Selain Dam, datang berkunjung ke negeri Belanda akan ditampilkan sebuah pemandangan bangunan dan tata kota klasik namun berkarakter. Bagaimana hebatnya bangsa belanda ini mampu mendesain, membangun bangunan-bangunan gedung berusia tua tetapi tetap memiliki ciri khas, berbeda dengan yang terdapat di negeri-negeri Eropa Barat lainnya.

Tentu Bendungan dan Bangunan adalah sesuatu yang berbeda dari sudut fungsi maupun ukuran tetapi pada prinsipnya sama, yaitu sebuah bentuk menggunakan beton. Dengan melihat perbedaan dan persamaan tersebut, sudah pasti bangsa Belanda adalah bangsa yang memiliki tradisi panjang, khas dan teruji di dalam proses sejarah mengembangkan teknik menggunakan bahan keras untuk membuat bangunan luar biasa, dan itu dapat dilihat dari peninggalan mereka di Nusantara dalam bidang bangunan.

Pada abad ke 16, orang-orang Belanda mulai berdatangan ke Nusantara, pertama-tama di Kepulauan Maluku dan selanjutnya mulai berpusat di Jayakarta. Melalui sejarah dapat kita ketahui bahwa akhirnya Jayakarta dikuasai oleh pihak Belanda dan diubah namanya menjadi Batavia sekaligus berfungsi sebagai ibukota Kumpeni VOC. Dengan berganti nama sekaligus berganti juga penguasanya di wilayah yang sekarang dikenal dengan Jakarta, maka mulai berduyun-duyun para orang-orang Belanda maupun imigran selain pribumi berdatangan dan bertempat tinggal di Batavia.

Di negerinya pada masa itu, kota-kota Belanda disebut juga kota kanal, artinya kota-kota tersebut di aliri; dilewati; dilalui oleh kanal-kanal buatan, kanal ini berfungsi selain pengendalian banjir, juga untuk pengeringan lahan jika musim penghujan, sumber air bahan baku minum,mandi dan kegiatan lain serta untuk memperindah kota. Secara umum Batavia berbentuk segi empat yang dibelah oleh kanal, yang paling besar adalah Kali Besar atau Ciliwung, jaringan jalan, baik jalan besar maupun arteri mengikuti aliran kanal, polanya lurus berpotongan satu sama lain, sehingga seperti membentuk pola papan catur tetapi pada tahun setelahnya pola kanal tersebut mulai ditinggalkan karena tidak cocok dengan daerah tropis, kanal menyebabkan berkembangbiaknya nyamuk.

Pada abad ke 18, Batavia menjadi 3 bagian yaitu Kastil, pusat kota yang dikelilingi oleh tembok/benteng pertahanan, dan kota di luar tembok pertahanan. Pusat kota berbentuk belah ketupat, pada zamannya, bentuk dan pola tata kota seperti ini dianggap maju, sebuah kota yang berlatarbelakang efisiensi dalam pengelolaan lingkungan. Terdapat juga kastil Batavia, kastil yang dibangun oleh J.P Coen sebagai pengganti kastil lama, Fort Jacatra karena tidak memadai dalam aktifitas VOC. Di dalam kastil terdapat sejumlah bangunan seperti gubernemen, pengadilan, loji, gereja, kastil, kamar senjata, kamar pakaian, gudang manufaktur dan toko obat.

Pada tahun 1641 van Diemen membangun Kasteelkerk, van diemen adalah Gubernur Jenderal yang mencetuskan agar pola kota diluar benteng sama dengan didalam benteng.

Pada akhirnya konsep Banjir Kanal Barat-Timur berpola sama dengan apa yang dirancang oleh para penguasa Batavia terdahulu dari negeri Belanda, dan konsep ini adalah peninggalan dari nenek moyang Belanda dahulu di Nusantara, bukan hanya Museum Fatahiilah, Stasiun Kota, Istana Negara, bahkan tata kota, jalan dan kanal adalah sebuah Warisan bagi Queen of The East.

– ditulis oleh Predi Susanto

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s