#649 Dari Penderita Epilepsi Ini, Saya Belajar

Sebenarnya apa itu kreatif?

Apakah kreatif adalah di saat kita bisa menyulap dari benda usang menjadi suatu hal yang baru?

Atau adakah pengertian yang lain?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kreatif termasuk ke dalam kata sifat yang bermakna, memiliki daya cipta, hasil daya khayal, dan merupakan hasil buah pikiran atau kecerdasan manusia. Artinya, siapa saja yang memiliki hal-hal seperti yang disebutkan maka itulah yang dinamakan dengan orang kreatif.

Itu menurut KBBI. Tetapi bagi saya kreatif adalah abstrak. Kreatif tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata semata tetapi identifikasi mengenai apakah seseorang ‘kreatif’ atau ‘tidak’ akan terlihat jelas perbedaannya sebelum kita melihatnya dari sisi berbeda.

VAN GOGH DAN ARTI KREATIF SEBENARNYA

Berbicara tentang kreatif, saya jadi teringat dengan lelaki epilepsi dan penderita skizofrenia asal Belanda. Dari sini saya mengenal orang Belanda dalam sisi yang lain, yakni kreatif dan dari sini pulalah saya belajar banyak tentang apa pengertian kreatif yang sebenarnya. Perkenalan kami sederhana, hanya dimulai dari pelajaran kesenian waktu SMP. Bu Wazdah, guru kesenian SMP saya-lah yang turut berperan. Beranjak dari hal itulah saya mencoba mencari tahu dirinya lebih dalam melalui internet.

Adalah Vincent Van Gogh, orang kreatif asal Belanda yang saya maksud. Namanya sudah tak asing lagi dalam sejarah tokoh dunia. Dialah seorang pelukis kenamaan Belanda yang berkat karya-karya kreatifnya mampu membawa nama Belanda ke tingkat dunia. Beberapa karya yang pernah diciptakannya adalah Pemakan Kentang (1885), Bunga-bunga Iris (1889) hingga Potret Dr. Gachet (1890) yang merupakan hasil karya dengan penjualan tertinggi.

Di samping itu, ada lagi satu karyanya yang ia buat tidak sekadar menggoreskan kuas, melainkan dari lukisan tersebut ia juga hendak menyampaikan pesannya. Potato Eaters adalah salah satu lukisannya yang cukup menarik perhatian. Lukisan ini menggambarkan realitas sehari-hari para pekerja kasar yang diambil berdasarkan hasil riset yang mendalam pada kehidupan muram para petani ladang. Sampai-sampai para pengamat menyebut karya tersebut sebagai puncak maha karya Vincent van Gogh dalam periode black realism dan periode selanjutnya.

***

Dari Van Gogh saya belajar bahwa untuk menjadi orang kreatif tidak hanya diperlukan ‘kecerdasan’, tetapi juga diperlukan ‘misi’ dari apa yang hendak kita sampaikan dari kreativitas yang kita buat.

***

Van Gogh adalah salah satu dari sekian banyaknya pelukis dunia yang sukses. Kendati demikian, ia tidak melupakan dirinya untuk melakukan kegiatan sosial. Ia sering menyedekahkan sebagian hartanya dan berjuang untuk warga Borinage, sebuah daerah yang kotor dan miskin.

***

Dari Van Gogh saya belajar bahwa siap kreatif berarti siap pula memiliki tanggung jawab yang tinggi kepada orang sekitar. Apa yang kita dapat dari kreativitas kita itulah tanggung jawab kita kepada mereka yang membutuhkan.

***

Namun apa daya, ternyata Tuhan berencana lain. Van Gogh didiagnosa oleh dokter menderita penyakit epilepsi yang cukup parah. Ia juga dikabarkan memotong telinganya sendiri lantaran mengalami tekanan jiwa. Nah inilah yang saya saluti darinya. Ternyata keadaan tidak mengekang dirinya untuk terus berkarya, malah justru sebaliknya. Meski ia menghabiskan masa hidupnya di RS Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Perancis lantaran sakit jiwa, ia tetap melukis.

***

Terakhir, dari Van Gogh saya belajar bahwa kreativitas tidak akan pernah mati.*

– ditulis oleh Noval Kurniadi

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s