#651 ITB, Kreativitas Tinggi Netherlander

“Disini kami tempa diri, pribadi tangguh nan berbudi

Kami ingin dapat berbuat, untuk jaya tanah airku”

Itulah lirik yang sampai sekarang masih terngiang di telinga sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus Ganesha. Menjadi mahasiswa baru di kampus yang cukup terkenal di Indonesia tersebut belum menjadi jaminan aku telah mengenal baik Institut Teknologi Bandung (ITB). Banyak sekali hal yang ternyata tersembunyi di dibalik tua dan kecilnya kampus ini, yaitu mengenai sejarah keberadaannya, yang tak lain adalah campur tangan penjajah saat itu yaitu Belanda. Pendirian kampus ITB dipelopori oleh kelompok filantropis masyarakat Belanda yang berprofesi sebagai pemilik Perkebunan di Priangan(Preangerplanters) terdiri dari E.J Kerhoven dan kemenakannya K.A.R Bosscha. Pada awal pendiriannya Perguruan Teknik di Bandung ini direncanakan dengan mutu pelajaran setara dengan perguruan tinggi di Delft (TU Delft).

Kampus Technische Hoogeschool (TH) te Bandoeng-baca ITB-diresmikan oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. J.P Graaf van Limburg Stirum (1916-1921) pada 3 Juli 1920. Kampus ITB semula dibatasi oleh Jl. Ganesa di sisi selatan dan Jl. Tamansari di sisi barat dan utara; kini telah berkembang ke kawasan Lebak Siliwangi yang terletak di sepanjang Jl. Tamansari.

Pada awalnya kompleks ITB hanya terdiri dari tiga unit bangunan utama dan beberapa unit bangunan pendukung. Unit-unit bangunan tersebut mulai dari gerbang masuk utama pada bagian selatan, semuanya dihubungkan olehperisty/selasar dengan kolom-kolom dari susunan batu kali. Batu kali dan bahan-bahan seperti kayu, dinding batu, jalan setapak yang diekspos serta atap bangunan sirap dimaksudkan untuk memberikan kesan alamiah sekaligus merupakan respon terhadap iklim tropis.

Bangunan utama kampus, yakni Aula Barat dan Aula Timur, dirancang oleh Ir. Henri Maclaine Pont, menjadi sebuah eksperimen seni bangunan dalam memadukan langgam arsitektur tradisional nusantara dengan kemajuan teknik konstruksi modern. Langgam ini dikenal sebagai Arsitektur Indis. Kompleks bangunan kampus ITB yang memiliki atap sirap, dahulu sempat dijuluki masyarakat Bandung sebagai Gedong Sirap.

Saat masterplan kampus disiapkan, di bagian selatan jalan Ganesha juga dibangun sebuah taman untuk menghormati jasa-jasa Dr. Ir. J. W Ijzerman, dengan sebutan Ijzerman Park. Taman ini dirancang dengan bentuk dan gayaIndische Tropische Park; sebuah gagasan tentang lanskap tropis daerah priangan yang diciptakan/ dipromosikan oleh kelompok Bandoeng Vooruit. Namun demikian penataan lanskap taman tidak lepas dari pengaruh taman gaya prancis dan Italia pada akhir abad pertengahan menjelang renaisans. Taman yang sekarang ini bernama Taman Ganesa, merupakan bagian dari kampus TH. Taman berbentuk bundar oval dan simetris ini dilengkapi dengan kolam air mancur dan semacam teras pada bagian yang lebih tinggi. Di sekitar teras dihiasi oleh pilar-pilar batu kali dengan tanaman rambat khas ITB,pyrotesgia. Menurut catatan ahli botani Dr. L. Van der Pijl (1950), vegetasi ini merupakan tanaman rambat yang khusus didatangkan dari Amerika Selatan lewat Australia oleh A. Kerkhoven untuk menghias kampus ITB (H. Kunto, 1984).

Masterplan yang dibuat Belanda dalam merancang ITB memang luar biasa, maka tak heran bila dikatakan Belanda memiliki kreativitas –dalam KBBI kreativitas berarti kemampuan untuk mencipta;daya cipta- yang tinggi dan berkelas. Sehingga sampai sekarangpun bangunan yang dibuat Belanda masih menjadi ikon utama ITB.

– ditulis oleh Slamet Waluyo

5 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

5 responses to “#651 ITB, Kreativitas Tinggi Netherlander

  1. nando

    Beuh, ini lagi ada angin apa nih tiba2 nulis tentang ITB slam.

  2. alhamdulillah, akhirnya tulisanku diterbitkan. the next step is my article be the best!!
    amin ya Alloh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s