#653 Mencontoh Kreativitas dan Gaya Pendidikan Belanda

 Belanda

Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang kagum dan ingin tahu banyak soal negeri Belanda. Pengalaman tinggal di Bandung, Jakarta, Jogja, dan Surabaya telah memunculkan rasa kagum pada arsitektur bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang megah, kokoh dan terkesan romantis. Tak termakan usia, serta memberikan keunikan sendiri di tengah-tengah bangunan baru yang bermunculan. Hal ini kemudian selalu memunculkan rasa ingin tahu bagaimana Belanda dapat membuat bangunan-bangunan tersebut, dan dari mana ilmu arsitektur mereka pelajari.

Hal lain yang membuat kagum adalah predikatnya sebagai negara yang maju, bahkan merupakan salah salah satu dari 10 besar negara termaju di dunia. Kemajuan ini terlihat dalam beberapa aspek seperti pendidikan (memiliki standar melek huruf yang tinggi, kualitas pendidikan yang baik), kependudukan (pengangguran dan kemiskinan yang rendah, birokrasi kependudukan yang rapi), penataan wilayah yang baik (penggunaan kanal, dam dan teknik reklamasi yang canggih), teknologi transportasi serta pariwisata.

Kemajuan ini tentunya tak lepas dari kreatifitas yang tinggi dari orang-orang Belanda itu sendiri. Dengan kreatifitas seseorang dapat memunculkan berbagai inovasi sebagai solusi berbagai permasalahan yang ada. Dan untuk kreatiftas ini, Belanda menjadi salah satu negara yang masuk 10 besar dunia dengan tingkat kreatifitas tinggi. Lebih tinggi dari Jerman, Perancis, inggris, Swiss dan Belgia (Studi Martin Prosperity Institute, 2011). Belanda juga memiliki sederet nama yang berjasa dalam melakukan inovasi yang merupakan produk kreatifitas tersebut seperti Anthony van Leuwenhook (pencipta mikroskop), Cornelius van Drebbel (penemu kapal selam), Willem Einthoven (penemu Elektrodiagram), dan lain-lain.

 Anthony van Leuwenhook Sang Penemu Mikroskop

Ini juga memunculkan rasa ingin tahu. Setiap orang dianugerahi belahan otak kanan yang berfungsi dalam hal kreatiftas ini. Namun, apa yang membuat Belanda lebih optimal dalam mempergunakan otak kanannya dibandingkan yang lain, terutama dengan kita Bangsa Indonesia.

Gaya pendidikan tampaknya menjadi faktor yang mempengaruhi kreatifitas ini. Tradisi senioritas masih terasa kuat dalam proses pendidikan di Indonesia. Yang lebih tua seringkali dianggap lebih tahu dan benar. Begitu juga di dalam kelas guru memiliki posisi sebagai yang digugu dan ditiru, dianggap selalu benar tanpa harus diberikan koreksi. Murid lebih banyak diam mendengarkan ketimbang aktif mengeluarkan pendapat. Budaya senioritas ini terlihat juga dengan masih banyaknya ospek ketika masuk universitas atau pendidikan berbau perpeloncoan di beberapa lembaga pendidikan. Inilah yang menimbukan tekanan dalam proses belajar. Seseorang menjadi tidak berani berkreasi, mengeluarkan ide-idenya karena perasaan takut mendapat perlawanan dari lingkungan terutama dari senior.
Kita sering mengatakan bahwa tradisi pendidikan yang kita miliki di atas tadi merupakan warisan Belanda. Namun dari beberapa cerita pengakuan teman-teman yang pernah menuntut ilmu di Belanda, di sana sama sekali tidak seperti demikian. Yang paling menonjol adalah sikap kerendahan hati. Guru atau dosen menempatkan diri sebagai orang yang juga belajar. Tidak memposisikan sebagai yang paling benar. Pelajar dan mahasiswa bebas memberi masukan. Tidak ada kegiatan ospek atau perpeloncoan yang menekan. Ini membuat semua merasa nyaman dalam berkreasi, mengeluarkan ide-ide yang dimilikinya.

Barangkali, itu merupakan perlakuan Belanda di masa lampau terhadap Indonesia sebagai bangsa jajahan. Jika itu benar, maka kenapa masih kita pelihara? Karena kita sudah menjadi negara sendiri yang merdeka. Sudah saatnya kita meninggalkan gaya pendidikan seperti demikian. Indonesia pun berpeluang menjadi negara yang kreatif mencontoh keberhasilan Belanda.

– ditulis oleh Yogi Wibowo

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#653 Mencontoh Kreativitas dan Gaya Pendidikan Belanda

  1. Semoga nantinya kita bisa sekreatif mereka, terima kasih atas tulisan yang inspiratif ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s