#659 Belanda, Negeri Minim Sampah Tekstil

Sampah…sampah…sampah…! Masalah sampah gak pernah habis dibahas dan gak pernah tuntas, pasti akan berujung pada… sampah lagi… sampah lagi… deuh…

Memang sampah itu akan selalau ada. Gak bakal jadi masalah kalau sampah itu bisa terurai oleh alam (biodegradable), tapi yang bakal jadi masalah itu adalah sampah yang sulit banget diurai oleh alam (non biodegradable) bahkan sampai meracuni dan merusak alam. Kalau kita mengaku sebagai manusia yang bertanggung jawab, sudah seharusnya berlaku adil pada alam tempat tinggal kita. Bener gak? Yuk! Mulailah dari sekarang untuk berbuat (sekecil apapun itu) ramah pada lingkungan disekitar kita, setuju?!

Ngomong-ngomong masalah sampah, ada contoh penanganan sampah dari negeri Belanda yang bisa jadi inspirasi yang patut ditiru sama bangsa kita lo! Aku ambil salah satu contoh aja ya! Sampah tekstil! Sampah yang berasal dari bahan tekstil (baik berasal dari serat alami seperti kapas, wol,sutra, rayon, lenin maupun yang berasal dari serat buatan seperti dacron, polyester dan nilon), apa pun itu bentuknya, apakah pakaian (dalam dan luar), jaket, selimut, gorden, sprei, handuk, bahkan sampai kaos kaki, akan di di daur ulang menggunakan teknologi tinggi sehingga menghasilkan serat-serat benang baru yang dapat dibuat menjadi produk-produk baru yang dapat digunakan kembali, misalnya untuk bahan isolasi atau untuk membuat kantung-kantung tempat penyimpanan atau bungkus barang-barang bahkan selimut-selimut yang biasa digunakan untuk kegiatan bantuan sosial. Lebih hebatnya lagi, penanganan sampah tekstil ala negeri Belanda ini ternyata didedikasikan untuk amal bagi kemanusiaan. Kok bisa? Gimana ceritanya?! Penasaran?! Lanjuuttt…!

Penanganan sampah tekstil secara profesional terbentuk pada tahun 1975 di Belanda. Dikoordinir oleh lembaga mandiri bernama KICI atau dalam bahasa Belandanya adalah Stichting Kleding Inzameling Charitatieve Instellingen (dalam bahas Inggris Foundation for Charitable Clothing Collection). Lembaga nirlaba ini bekerja mengumpulkan bahan-bahan tekstil yang sudah tidak digunakan lagi dari warga masyarakat, organisasi, perusahaan, bahkan sekolah-sekolah. Selain pengumpulan secara door to door, KICI pun menempatkan kontainer-kontainer hijau di beberapa sudut kota, sebagai wadah pengumpulan bahan-bahan tekstil tersebut.

 Kontainer Hijau KICI

Setelah bahan-bahan tekstil bekas itu terkumpul, selanjutnya KICI akan menyortirnya menjadi bahan-bahan yang masih layak untuk digunakan (wearable) atau bahan yang tidak layak lagi digunakan (non wearable). Bahan wearable akan dipasarkan kembali di Belanda seperti pada toko-toko barang bekas, atau dipasarkan ke negara Eropa terutama Eropa Timur dan Afrika atau disumbangkan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. Sedangkan bahan yang non wearable selanjutnya akan di permak menggunakan aplikasi yang lain (misalnya kulit kursi dari bahan jeans). Keuntungan yang diperoleh, sepenuhnya akan didonasikan untuk kemanusiaan. The Dutch Red Cross (Palang Merah Belanda) adalah lembaga yang menerima donasi terbesar dari KICI, selain itu untuk lembaga-lembaga sosial lain seperti donasi untuk para penyandang cacat dibidang olah raga, Fonds Gehandicapten Sport (FGS), atau untuk masyarakat korban perang, kemiskinan dan kelaparan.

 Bantuan KICI di Afrika

Kinerja KICI sudah sangat profesional, dibuktikan dengan pemberian sertifikat ISO 9001 dan 14001 serta lulus audit pada tahun 2011 dari Centraal Bureau Fondsenwerving (CBF). Sehingga penyaluran bahan-bahan tekstil tersebut dipastikan aman dan tepat sasaran.

Itulah sekilas gambaran penanggulangan sampah tekstil di negeri Belanda. Hasilnya, sampah tekstil minim di dapat, ramah lingkungan, tapi mampu memberikan manfaat luas bagi kemanusiaan.

– ditulis oleh Nursanti Riandini

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s