#660 Green Graffiti

Beberapa hari yang lalu, saya sempat menyaksikan salah satu stasiun televisi yang menayangkan sebuah inovasi baru dalam dunia periklanan. Suatu inovasi cara beriklan yang ramah lingkungan melalui seni graffiti di jalanan menggunakan media air. Inovasi ini pertama kali lahir di Belanda pada tahun 2008 oleh pencetusnya Jim Bowes melalui perusahaan yang diberinya nama Green Graffiti.

Sesuai dengan namanya, Green Graffiti, menggunakan teknik komunikasi sustainable communications yang berdampak tinggi pada audiens namun berdampak rendah (ramah) pada lingkungan. Suatu alternatif cara beriklan secara outdoor, bertempat di jalanan atau trotoar yang biasa ramai lalu lalang orang melintas. Iklan menggunakan seni graffiti yang sudah lama dikenal sebagai karya seni yang biasa menghiasi jalanan atau dinding-dinding di daerah perkotaan. Namun graffiti yang dipakai disini, bukanlah graffiti yang menggunakan tinta, cat atau pun kertas, namun menggunakan debu jalanan yang dibersihkan menggunakan air reverse berkekuatan tinggi, sehingga mampu membersihkan debu jalanan. Template untuk graffitinya pun dibuat dari bahan logam hasil daur ulang, sehingga dapat dikatakan Green Graffiti ini netral karbon atau tidak berdampak buruk pada lingkungan.

Proses pembuatan Green Graffiti cukup sederhana, yaitu dengan menyemprotkan air reverse bertekanan tinggi di atas template sampai debu yang menempel di jalanan menjadi hilang dan bersih. Hasilnya akan tampak dari perbedaan warna antara graffiti dengan bagian jalanan atau trotoar yang tidak terkena semprotan air. Hasil graffiti ini dapat bertahan selama dua minggu bahkan berbulan-bulan, sampai graffiti tersebut hilang dengan sendirinya dikarenakan tertutup kembali oleh debu jalanan.

Budaya masyarakat Belanda yang begitu terbuka serta dukungan penuh dari pemerintahnya, membuat banyak inovasi terlahir di negeri ini. Hal ini diamini oleh Jim Bowes, dia merasakan langsung bagaimana hidup di negeri Belanda yang begitu ramah dan toleran, membuatnya bebas menuangkan dan mengekspresikan ide-idenya. Sebagai bentuk apresiasinya, Green Graffiti turut serta dalam pengembangan proyek sosial melalui yayasan GreenAdsBlue yang berkontribusi dalam pendanaan pengadaan air bersih untuk negara berkembang.

Green Graffiti hanyalah contoh kecil dari sekian banyak inovasi yang terlahir di negeri Belanda ini. Kini Green Graffiti semakin berkembang tidak saja menggunakan debu, tetapi juga menggunakan pasir, lumut dan salju. Jangkauannya semakin luas, sampai ke beberapa negara, seperti Italia, Bulgaria, Jerman, Israel, Korea Selatan, Cyprus, dan Finlandia.

Suatu inovasi yang patut diacungi jempol! Sempat terpikir dalam benak saya, mungkinkah Green Graffiti di terapkan di Indonesia? Iklan-iklan tidak lagi menggunakan bahan-bahan yang mencemari lingkungan, boros energi, dan tertata rapih (tidak berjejer seolah saling bersaing) di sepanjang jalan dengan billboard beragam bentuk dan ukuran. Inovasi Green Graffiti tidak ada salahnya bila kita tiru, bukan?

Memang, walaupun kita berbeda, warna kulit, warna rambut, suku bangsa, bahasa, agama, kebudayaan dan lain sebagainya, kita tetap harus bersatu, kompak dan bersungguh-sungguh menjaga kelestarian bumi yang kita tinggali bersama ini. Berbuatlah sekecil apa pun itu, demi keberlangsungan kehidupan di muka bumi ini!.

Ayo semangat untuk terus berinovasi! Mencontoh dari negeri Belanda, yang telah mampu merangsang masyarakat yang tinggal di negerinya untuk berinovasi, memberikan peluang, ruang dan dukungan guna keberlangsungan kehidupan yang lebih baik. Yakinlah, negeri tercinta Indonesia pun dapat melahirkan inovator-inovator hebat. Mungkin saya atau kamu salah satunya? Semoga saja!

– ditulis oleh Nursanti Riandini

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s