#664 Be Creative Before Flood Come

Siaran berita internasional selalu menyajikan perkembangan terbaru mengenai negara-negara di seluruh dunia. Negara timur tengah cenderung didominasi oleh berita ‘gencatan senjata’; negara asia timur sedang terkenal dengan perekonomiannya yang paling maju (siapa lagi kalau bukan China) dan industri hiburannya yang mendunia dan naik daun (K’Pop, K’drama dan Running Man. Apakah nama negara ini?); berita di Asia tenggara didominasi oleh reformasi sebuah negara yang dipimpin oleh seorang wanita (seandainya Kartini hidup di jaman ini); Negara adidaya tengah disibukkan oleh pemilihan presiden berikutnya dan bagaimana dengan Eropa? Eropa mungkin saat ini tengah sibuk menanggulangi krisis ekonomi yang dampaknya bisa menjalar ke negara-negara lainnya yang berada dikawasan Eropa. Tapi apakah kita pernah mendengar berita mengenai negeri kincir angin Belanda yang kebanjiran dan menelan korban ratusan bahkan ribuan penduduknya (bisa disebut bencana nasional)? Rasa-rasanya berita itu belum pernah kita dengar.

Belanda tidak memiliki curah hujan yang tinggi namun negara ini sangat berpotensi kebanjiran. (Tanya kenapa!). Jawabannya tidak lain adalah karena dua per tiga wilayah di Belanda rentan terhadap banjir yang disebabkan oleh struktur tanahnya yang rendah (wilayahnya yang berada di bawah permukaan laut) sedangkan wilayah itu merupakan salah satu wilayah yang penduduknya paling padat di dunia. Be creative before flood come mungkin moto penduduk Belanda. Pengendalian banjir menjadi isu penting di Belanda yang diterjemahkan dengan banyaknya program pencegahan banjir, beberapa di antaranya adalah pembangunan bukit pasir alam dan tanggul buatan manusia, bendungan dan pintu air yang memberikan pertahanan terhadap datangnya badai dari laut, sistem parit drainase, kanal dan kincir angin yang berfungsi untuk menjaga daratan rendah tetap kering untuk tempat tinggal dan lahan pertanian. Di antara seluruh program pencegahan banjir yang paling unik dan terkenal (bahkan menjadi icon Belanda) adalah kincir angin.

Begini kisahnya: Pada zaman dahulu kala tepatnya sekitar abad ke 13, orang Belanda menciptakan kincir angin untuk mendorong air ke laut sehingga terbentuk daratan baru yang lebih luas , disebut polder. Seiring berjalannya waktu yang disertai dengan berkembangnya ‘alam’ pikiran manusia maka terciptalah teknologi kincir angin yang semakin canggih pada abad ke 17. Fungsi kincir angin beranak pinak menjadi sebuah alat yang tidak hanya mendorong air ke laut tapi juga sebagai sarana pembantu pada sektor pertanian dan industri. Abad 21 (abad dimana kita hidup saat ini), kincir angin di Belanda telah beralih fungsi menjadi salah satu objek wisata unggulan di Belanda (mungkin kincir angin telah menghasilkan banyak devisa bagi Belanda).

Pelajaran hari ini: Manusia yang kreatif tidak akan pernah menyalahkan alam. Berdamai dengan alam melalui kreativitas merupakan solusi terbaik yang dapat dilakukan.

– ditulis oleh Gek Sintha Wika

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s