#668 Belanda Go Go Greengraffity Jakarta

Beragam cara dilakukan oleh masyarakat Belanda untuk berkomunikasi. Salah satunya lewat karya seni. Belum lama ini Saya melihat liputan mengenai Greengraffity di Belanda. Greengraffity merupakan media komunikasi visual yang memanfaatkan debu di jalan menjadi karya seni graffity dan dimanfaatkan sebagai media promosi, periklanan, ataupun kampanye sosial.

Graffity sendiri adalah coretan-coretan pada dinding yang memanfatkan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur. Greengraffity memanfaatkan teknik stensil dengan menggunakan debu di jalanan dan cetakan atau mal yang terbuat dari plat, lalu disemprot dengan air. Graffity ini sifatnya tidak permanen, karena setelah beberapa hari akan tertutup debu kembali.

Kebetulan Jakarta tempat saya tinggal termaksud kota yang kaya raya akan media komunikasi visual. Dengan mudah kita dapat menemukan poster, baliho, spanduk, stiker, dll. di sepanjang jalan. Kesemuanya memanfaatkan atau diletakan di ruang publik, alasannya tentu lebih dekat dengan target konsumen atau masyarakat karena ukuran yang besar akan memudahkan orang untuk membaca dan lantas tertarik pada prodak atau program yang diiklankan. Selain itu, penggunaan jenis media ini terbilang lebih murah dan efektif walaupun nyatanya kurang artistik karena mengganggu ketertiban dan tidak ramah lingkungan.

Poster dan spanduk contohnya, penggunaanya memakan banyak ruang dan seringkali ditempel permanen atau digantung di sembarang tempat. Ditambah lagi bahannya yang tidak mudah terurai sehingga menimbulkan masalah baru yakni tidak ramah lingkungan dan berpotensi menambah jumlah sampah kota.

Kalau saja cara Greengraffity di Belanda dimanfaatkan di Jakarta, tidak ada lagi iklan atau jenis promosi lainnya yang tidak ramah lingkungan dan mengganggu keindahan di ruang publik. Pasti menarik melihat debu di jakarta yang dapat dipastikan sangat tebal akan berubah menjadi karya seni yang artistik dan komunikatif.

Belanda memang tidak pernah berhenti untuk menginspirasi dan membuat saya kagum setengah mati. Bagaimana tidak, debu jalanan yang selama ini tidak pernah terpikirkan dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi yang aktraktif dan komunikatif. Ide ini ramah lingkungan dan sangat menarik, kegiatan periklanan dapat dilakukan secara maksimal karena selain memperoleh keuntungan, dapat pula menarik perhatian publik, serta mengurangi masalah-masalah ketatakotaan.

Akan sangat baik apabila inovasi dalam berkominikasi visual didukung dengan kebijakan mengenai aturan tatakota. Perlu adanya perbaikan sarana dan prasarana transportasi bagi kendaraan bermotor juga bagi bara pejalan kaki dan pengguna sepeda agar lebih akomodatif sehingga pengguna jalan akan merasa nyaman dan aman seperti di Belanda yang mayoritas warganya nyaman menggunakan sepeda dalam beraktifitas, serta lebih efektif dan artistik dalam beriklan dan mengkomunikasikan ide secara visual.

– ditulis oleh Ceria Pratiwi

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s