#672 Mahakarya Bangsa Belanda Yang Tak Habis Dimakan Jaman

God created the world but the Dutch created Holland.

Pernahkan kalian membayangkan tinggal di suatu daerah yang terletak di bawah permukaan air laut? Coba bayangkan tinggal di negeri Belanda. Belanda merupakan negara kecil di Eropa Barat yang seperempat luas wilayahnya berada di bawah permukaan air laut. Dahulu, daerah di negeri Belanda yang dapat dihuni hanyalah dataran tinggi di daerah timur dan selatan, sementara dua per tiga sisanya merupakan daerah yang sangat rawan banjir. Dalam catatan sejarah, salah satu banjir paling merusak di Belanda terjadi pada tahun 1421, yang dikenal dengan St. Elizabeth’s flood.

Dengan negara yang jumlah penduduknya terus bertambah, bangsa Belanda mencoba mencari pemecahan masalah dari isu banjir yang dimilikinya. Pada abad ke-18, bangsa Belanda berinovasi dengan membangun polder untuk mengeringkan air di dataran rendah agar daerahnya dapat ditinggali. Polder adalah sebidang tanah yang rendah, dikelilingi oleh timbunan atau tanggul yang membentuk semacam kesatuan hidrologis buatan, yang berarti tidak memungkinkannya kontak dengan air dari daerah luar selain yang dialirkan melalui perangkat manual. Kini, polder yang menjadi fondasi utama sebagian besar wilayah di negeri Belanda ini dipakai di beberapa negara seperti di Belgia (De Moeren, Kabeljauwpolder, Polder of Stabroek), Prancis (Marais Poitevin dan Les Moëres), Kanada (Holland Marsh), dan lain-lain. Inovasinya sedikit banyak telah memepengaruhi tata kota negara di dunia. Bandara Schiphol di Amsterdam yang berada 4.5 meter di bawah permukaan air laut adalah bukti suksesnya pembangunan polder oleh bangsa Belanda.

 Kinderdijk

Selain polder, ada pula bangunan lain yang pertama kali dibuat oleh arsitek Belanda, Jan Adriaanszoon Leeghwater, yaitu; kincir angin. Inilah alasan mengapa Belanda dijuluki sebagai “Negeri Kincir Angin”. Kincir angin sendiri berfungsi untuk memindahkan air limpahan polder menuju ke sungai. Ada sebuah desa kecil di Provinsi Zuid Holland bernama Kinderdijk yang mengoleksi lebih dari 19 kincir angin dari abad ke-18. Pada tahun 1997, UNESCO menempatkannya dalam daftar World Heritage Sites.

Mulai dari polder dan kincir angin, bangsa Belanda mulai berkreasi dan terus-menerus mengembangkan inovasinya untuk penanggulangan banjir dengan moderenisasi karya dan orientasi internasionalnya, seperti Zuiderzee Works maupun Delta Works. Polder dan kincir angin adalah dua mahakarya abad ke-18 bangsa Belanda yang menjadi sumber segala inovasi para penduduknya.

– ditulis oleh Tiara Mahardika

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s