#675 Mari “Menyontek” dari Perpustakaan Belanda

Pergi ke perpustakaan merupakan hal wajar bagi kalangan pelajar, namun dianggap luar biasa atau bahkan membosankan bagi mereka yang beranggapan bahwa ke perpustakaan hanya lokasi bagi kumpulan kaum “aneh” dan maniak akan pengetahuan. Terlebih bila perpustakaannya diisi buku-buku lawas yang aromanya sudah kumuh dan tua, apalagi tidak adanya perawatan dan fasilitas berarti yang ditawarkan dari perpustakaan. Well, sebenarnya pemikiran tersebut dapat disingkirkan dengan mudah bilamana si perpustakaan sendiri memiliki “wajah” yang menyegarkan dan attractive.

 interior OBA. credit to : http://www.amsterdamtips.com/photos/oba-library.jpg

Di Belanda, terdapat beberapa perpustakaan yang menawarkan “kesegaran” bagi pengunjungnya. Seperti di Amsterdam terdapat OBA (Openbare Bibliotheek Amsterdam atau Amsterdam Public Library) yang didirikan Juli 2007, dilengkapi dengan 700 komputer and no time limit for the user, yup jadi pengunjung dapat asyik menggunakan komputer tanpa perlu khawatir akan adanya antrian menggunakan komputer. Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, di OBA pengunjung perpustakaan dapat minum dengan bebas karena OBA dilengkapi dengan metal keyboards, jadi ketika pengunjung menggunakan komputer tak perlu khawatir dehidrasi. Lol (klik disini untuk menuju homepage OBA)

Selain OBA di Amsterdam, adapula DOK Library di Delft dan Bibliotheek Gemeente di Rotterdam. Baik DOK maupun Bibliotheek Gemeente memiliki konsep yang sama dengan OBA, yakni perpustakaan yang menawarkan kenyamanan dan kepuasan dari pengunjung dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan.

 Rotterdam Public Library tampak depan. [pic taken from google picture]

 interior Rotterdam Public Library

Bibliotheek Rotterdam atau Rotterdam Public Library berbeda dengan OBA, di sini terdapat ruang teater (red.bioskop), restoran, layanan pembelian tiket untuk berbagai event kota, layanan informasi mengenai Rotterdam, bekerja sama dengan music store dengan 300.000 album, 10000 DVD, dan 300000 CD dimana pemilik kartu perpustakaaan dapat meminjamnya. Selain itu desain inferior perpustakaan ini dibuat sedemikian rupa sehingga menjamin kenyamanan pengunjung, Jan-René Gerritse (information professional) mengatakan bahwa ketika perpustakaan pertama dibuka, banyak orang yang mempertanyakan apakah ini benar2 perpustakaan atau toko lampu, karena tata cahaya yang luarbiasa dari perpustakaan ini.

 interior DOK Library. credit to: https://lh6.googleusercontent.comDOK

Untuk DOK Library yang memiliki reputasi sebagai “World’s BEST” atau “World’s Most modern” perpustakaan melakukan digitalisasi terhadap koleksi buku yang dimiliki. Karena banyaknya koleksi yang dimiliki, DOK Library mengijinkan pengunjung untuk meminjam dan membawa pulang buku tersebut hingga batas waktu pengembalian, yakni 6 bulan lamanya. WOW. Tak hanya buku, di DOK Library juga terdapat banyak koleksi musik, dan kesenian.

Selain itu, DOK Library disebut-sebut sebagai “The Entrepreneurial Public Library” karena keterbukaannya terhadap saran dan kritik yang disampaikan pengunjung. Karena bagi DOK Library, masukan dari pengunjung adalah sumber untuk perkembangan perpustakaan tersebut untuk menjadi lebih baik.

Staff DOK Library juga mengembangkan sistem informasi untuk perpustakaan yang disebut CLIENTRIX, yang berguna untuk mengatur dan mendata koleksi perpustakaan, informasi anggota, dan berfungsi pula secara administratif. Hal ini berbeda dari sistem yang ada di perpustakaan pada umumnya di mana di DOK Library lebih modern dan sistem pendataan yang lebih efisien dengan penggunaan satu software.

OBA, Rotterdam Library, dan OBA memang menarik biaya tahunan bagi member, umumnya biaya ini untuk member yang telah bekerja. Bagi pelajar, anak-anak, dan orangtua tidak dipungut biaya. Namun bukankah hal tersebut bukan masalah besar bilamana uang yang dikeluarkan sebanding dengan fasilitas yang dapat dinikmati ? Memiliki perpustakaan dengan dipungut biaya, lebih baik daripada perpustakaan gratis yang sepi pengunjung karena tidak menarik untuk dikunjungi.

– ditulis oleh Nunung Ria

2 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

2 responses to “#675 Mari “Menyontek” dari Perpustakaan Belanda

  1. Reblogged this on Areeavicenna | Ex libris and commented:
    Finally, H-8 sebelum pengumuman, tulisan saya diposting juga di blog #kompetiblog2012. Tak muluk2, hanya ingin atensi pembaca sekalian untuk meninggal kan komen di sana🙂

  2. Wow… Benar-benar perpustakaan yang bisa membuat kita sangat krasan di Indonesia. Kapaaaaan ya ada perpustakaan itu di NTB?
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s