#685 Like A Bird Learn to Fly

Learn merupakan proses untuk merubah kata yang ada di benaknya pada suatu hal dari kata “tidak bisa” menjadi “bisa”. Ketika berbicara mengenai proses maka secara tidak langsung akan berbicara mengenai metode. Metode yang dimaksud ini adalah metode dalam melakukan proses tersebut. Jadi, dapat di simpulkan bahwa baik atau tidaknya pembelajaran tergantung pada metode yang di terapkan pada proses yang di lakukan.

Berbicara mengenai metode, terdapat metode yang di galakan pada negara – negara besar dalam pembelajarannya. Student centered dan problem based learning. Kedua metode tersebut adalah metode yang di terapkan di Belanda pada proses pembelajaran yang dimana pada intinya adalah menjadikan siswa sebagai pusatnya yang dengan pengaplikasiannya yaitu diskusi interaktif antara pendidik dengan yang di didik dengan menekankan kepada yang di didik berusaha mencari sendiri informasi yang dibutuhkan untuk menemukan solusi dan pemecahan masalah yang dihadapi agar menanamkan budaya kreatifitas dan berinovasi pada peserta didik.

Tapi bagaimana bisa suatu kreatifitas dan inovasi yang out of the box muncul dalam proses pembelajaran tersebut? Sedangkan proses yang di lakukan adalah diskusi interaktif pada lingkungan sempit.

Bagaimana bisa seseorang yang sedang mempelajari bagaimana pesawat bisa terbang dapat berpikir untuk bagaimana dirinya bisa terbang seperti halnya burung?

Yang dimaksud hal itu adalah bagaimana caranya peserta didik berpikir hal – hal yang belum terjamah pada pemikiran manusia agar menciptakan inovasi – inovasi yang menggemparkan dunia. Mungkin itu memang bisa terjadi ketika sang pengajar mengarahkan ke peserta didik kepada hal – hal yang tidak biasa, misalnya pada suatu pembelajaran mengenai engineering, sang dosen membuka diskusi mengenai seni dalam pembuatan karya. Dalam diskusi tersebut tentu akan menghasilkan hal – hal yang tidak biasa, bisa saja dari sebuah obeng saja bisa seseorang membuat banyak orang terkagum – kagum. Tapi, belum tentu hasil dari diskusi tersebut berlaku pada saat dilapangannya. Seekor burung tidak akan bisa terbang jika tidak ada yang mengarahkan dia untuk terbang dan mencontohkan dia untuk terbang. Pada pengibaratan tersebut memperlihatkan bahwa sang pengajar memiliki peranan penting dalam pembelajaran yaitu mengarahkan dan memperlihatkan agar tidak terjadi scepticism.

Dari semua itu sesungguhnya yang berpengaruh pada proses pembentukan pemikiran yang inovatif dan out of the box adalah lingkungan. Jika seekor burung sedang belajar terbang untuk mendapatkan makanan di lautan lepas maka akan menghasilkan burung yang pandai dalam mengatasi keadaan yang dinamis dan memiliki pemikiran – pemikiran yang inovatif ketika berada di atas langit bisa itu cara terbangnya atau penangkapan buruannya. Berbeda dengan burung yang berada di penakaran binatang, yang pastinya tidak akan seperti burung yang berada hidup di alam bebas. Jadi, dalam proses pembelajaran haruslah sebagaimana mungkin menciptakan suasana lingkungan yang memacu adanya sengatan yang tepat pada urat nadi kreatifitas yang ada di dirinya. Bisa berupa terjun langsung ke lingkungan yang sesuai bidangnya.

Pada intinya, metode yang selama ini di lakukan mempunyai beberapa kekurangan, tetapi kekurangan yang tidak akan ada habisnya, karena manusia bukanlah pencipta yang sempurna. Manusia hanya menciptakan ciptaan yang terlihat sempurna. Jadi, apa salahnya jika metode yang lama di lakukan beberapa perbaikan agar menghasilkan seseorang yang lebih berkualitas and ready to fly like a bird.

– ditulis oleh Jaya Permana

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s