#688 Ikon-ikon Negara dalam Bendungan

Rasanya tidak berlebihan jika negara yang satu ini disebut sebagai “Negara di Dalam Bendungan’. Posisi daratan yang berada sekitar 1 hingga 7 meter di bawah permukaan laut membuat negara ini harus berada dalam lindungan tembok yang tebal untuk menghindari banjir air laut. Unik memang, sebuah negara yang daratannya harus dibatasi tanggul. Tapi begitulah kenyataannya Netherland, atau masyarakat Indonesia lebih mengenal dengan sebutan Belanda, adalah negeri yang berada di dalam bendungan.

Kondisi geografi Belanda selintas memang tidak menguntungkan. Daratan muncul setelah air dipompa dan di buang ke laut. Untuk itu para ahli teknik di jaman dulu memanfaatkan tenaga angin yang murah dan mudah karena di sana angin cukup banyak tersedia dan memiliki dorongan udara yang besar pula. Maka lahirlah bangunan kincir angin yang terkenal, yang hingga saat ini dapat dilihat dihampir seluruh wilayah di Belanda. Sebuah kebetulan yang menguntungkan karena kemudian kincir angin menjadi daya tarik wisata dan menjadi salah satu ikon Belanda.

Meskipun tanah di Belanda lebih rendah dari permukaan laut tetapi penduduknya tetap berladang dan beternak. Penduduk Belanda terkenal sebagai masyarakat yang sederhana dan pekerja keras. Itulah sebabnya mereka tidak mudah menyerah pada kondisi alam yang harus dihadapi. Kontur tanah di Belanda yang cenderung berlumpur mereka selesaikan dengan menggunakan sepatu kayu yang biasa disebut dengan klompen atau clogs. Penggunaan klompen diketahui sudah ada sejak tahun 1207 M. Hingga saat ini klompen masih diproduksi secara masal bahkan sudah menggunakan peralatan yang lebih canggih. Sehingga pengrajin klompen yang sebelumnya membutuhkan waktu lima jam untuk menghasilkan satu klompen sekarang ini hanya menghabiskan satu jam saja. Tentu saja para peladang dan peternak saat ini tidak lagi menggunakan klompen. Klompen yang diproduksi sekarang lebih berfungsi sebagai cendera mata. Klompen telah menjadi ikon lain bagi Belanda di samping kincir angin.

Sebagai negara empat musim tentu Belanda mengalami musim semi. Di musim inilah salah satu flora khas Belanda yaitu bunga Tulip berkembang. Bunga Tulip beraneka warna dapat dinikmati sekitar bulan April. Pemerintah Belanda telah menyediakan sebuah taman bunga di Keukenhof yang hanya dibuka di bulan Maret hingga Mei untuk menikmati flora yang merupakan ikon Belanda ini. Kesempatan itu banyak dimanfaatkan oleh wisatawan untuk melihat keindahan bunga Tulip yang telah ditata begitu rapi.

Peternakan sapi fris juga memberikan satu ikon lain bagi Belanda. Sapi hitam-putih penghasil susu ini turut menyumbangkan satu ciri khas yang tidak bisa lepas dari negeri Belanda. Ciri khas itu berupa produk olahan susu yang begitu digemari karena rasanya yang gurih. Enzim khusus yang dicampur susu dan diproses menghasilkan keju yang wangi dan mengundang selera. Hingga kini Belanda menjadi identik dengan keju.

Maka tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa kondisi geografi Belanda yang mengharuskannya menjadi ‘negara di dalam bendungan’ ternyata telah memberikan banyak nilai tambah. Kemampuan penduduk di Negara itu mengubah kondisi sulit hingga menciptakan ikon memang mengagumkan. Tidak hanya satu ikon yang secara tidak langsung lahir dari keadaan daratan yang berada di bawah permukaan laut tetapi empat ikon yang berhasil tercatat. Sungguh suatu keistimewaan tersendiri jika kita dapat menghirup udara sambil menikmati ikon dan suasana ‘negara di dalam bendungan’.

– ditulis oleh Umi Mardiyati

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s