#690 Belanda: Negara Kecil, Bangsa Raksasa

Saya selalu kagum dengan gaya permainan sepakbola barcelona, tiki-taka kata pengamat, karena menghibur sekali pola bermainnya. Sekali waktu saya baca koran dan cukup kaget, ternyata peletak dasar kreativitas bermain dan pola tiki-taka serta sekolah sepakbola barcelona “La Massia” adalah seorang Belanda : Johan Cruyff. Seorang Belanda, dalam hati saya bertanya, pasti semua orang tahu dan paham siapa Johan Cruyff, tapi bukan itu yang bikin menarik, betapa seorang Belanda-lah dan bukan orang Spanyol yang ternyata “merubah Barcelona”, sentuhan tangan dan peletak filosofi dasarnya, weh wuedan tenan orang Belanda ini. Satu orang, tapi punya efek yang luar biasa, kenapa bisa begitu, segera saja saya mulai browsing kesana kemari, dan mendapati fakta – fakta menarik bahwa betapa kreatif dan inovatifnya bangsa Belanda ini, apalagi dengan kebebasan berekspresi yang benar – benar ditegakkan oleh konstitusi disana.

Bisakah kamu bayangkan, apakah ada sebuah konser musik ataupun sebuah diskusi dilarang di Belanda, karena ditakutkan akan merusak moral masyarakatnya oleh sebab itu harus dilarang, dan yang memaksakan pelarangannya adalah sebuah organisasi massa?, saya kira rasanya akan sulit kita temukan, karena kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi mensyaratkan orang bebas berkspresi disana. Tapi selain itu ada hal yang menarik, karena saya percaya inovasi dan kreativitas akan tumbuh subur di tanah yang gembur oleh suasana yang mendukung kebebasan setiap warga negara untuk menyuarakan aspirasi dan pendapatnya. Jadi bisa dibilang, buah dari kebebasan yang terjamin adalah : kreativitas dan Inovasi.

Bangsa Belanda paham sekali bahwa imajinasi dalam berkreasi perlu mendapat ruang agar berkembang, sehingga tumbuh dalam individu keberanian mengeluarkan pendapat, karenanya harus dijamin kebebasan itu dengan konstitusi dengan begitu akan tumbuh budaya kreatif dalam kebudayaan sebuah bangsa, apalagi jika ditambahkan dengan pendidikan yang memang ditujukan untuk memajukan kreativitas, dan tak usah ditulis disini, banyak sekali orang indonesia yang melanjutkan sekolah di Negeri Belanda, tanya kenapa ? iya karena pendidikan di Belanda salah satu yang terbaik di dunia. Jadi saya percaya bahwa kreativitas pastilah dibangun dari proses berkelanjutan dan berkelindan antara individu, lingkungan sosial yang diciptakan, budaya dan negara.

Negeri Belanda, dengan keadaan alamnya memaksa mereka untuk kreatif terhadap segala hal, mulai dari kanal – kanal yang dibuat dan yang jika ditanyakan ke mereka, mungkin akan di jawab ? Jika tidak kreatif bagaimana kami bisa bertahan ?.Jadi point to learn buat kita, Indonesia dengan kekayaan alamnya jika tidak membuat kita menjadi kreatif dan memaksakan diri maju, akan jadi mubasir. Jadi kadang kita perlu ditampar sama kenyataan bahwa kelebihan keadaan alam dari Yang Maha Kuasa akan tidak berarti apa – apa jika tidak digarap maksimal, dengan menumbuhkansense of urgency to change, karena kalau mencontoh dari bangsa Belanda dari kelemahan (jika harus dibilang demikian), keadaan alam malah jadi kekuatan tersembunyi yang menjadikan bangsa Belanda kreatif, survive dan maju, apalagi dijaman seperti sekarang, dunia yang seperti dilipat dengan kecanggihan teknologi, hanya orang – orang kreatiflah yang akan maju dan memimpin dunia, hanya bangsa-bangsa kreatiflah yang melaju, benar – benar negeri kecil, tapi menjadi bangsa raksasa🙂

– ditulis oleh Dayu Rifanto

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s