#691 Menilik Arsitektur Bangunan Belanda

Selama 3,5 abad Indonesia dijajah Belanda merupakan jangka waktu yang cukup panjang untuk mengaplikasikan kebudayaan negara kincir angin itu. Tak heran hingga kini masih banyak ditemui peninggalan kebudayaan Belanda di Indonesia, mulai dari bahasa, kuliner, hingga bangunan.

Berbicara tentang kreativitas Belanda saya lebih tertarik untuk membahas bangunan-bangunannya. Di Indonesia sendiri bangunan peninggalan Belanda banyak yang menjadi objek wisata atau cagar budaya dikarenakan keunikan dan kemegahan model bangunannya. Contoh beberapa bangunan berarsitektur Belanda yang terkenal di Indonesia adalah Lawang Sewu (Semarang), Museum Fattahilah (Jakarta) dan Benteng Vredeburg (Yogyakarta). Bangunan berarsitektur Belanda memiliki ciri khas tersendiri seperti denah yang simetris, satu lantai dan ditutup dengan atap perisai, terbuka, terdapat pilar di serambi depan dan belakang, barisan pilar yang menjulang ke atas serta terdapat mahkota di atas serambi depan dan belakang.

Menurut saya bangunan berarsitektur Belanda menggunakan cara-cara sederhana yang dapat membuat betah para penghuninya. Cara-cara sederhana itu seperti ukuran jendelanya yang besar sehingga sirkulasi udara lancar serta cahaya matahari dapat masuk ke ruangan, dinding-dindingnya yang tebal (25-30cm) sehingga dapat menjaga suhu di dalam ruangan stabil karena meredam panas dan bangunan yang tinggi di Indonesia dimanfaatkan sebagai filter panas matahari. Semua bangunan berarsitektur Belanda yang ada di Indonesia adalah hasil dari penyesuaian dengan iklim dan tingkat teknologi pada zaman itu.

Di samping itu bangunan berarsitektur Belanda terkenal dengan kekokohannya. Hampir semua bangunan tidak berubah sama sekali meski usianya sudah ratusan tahun. Dari segi material memang membutuhkan volume yang banyak sehingga memakan biaya yang tidak sedikit, tetapi bangunan menjadi kuat dan awet dan semua material kayu menggunakan kayu jati. Bangunan berarsitektur Belanda di Indonesia rata-rata menggunakan batu kali yang terkenal kuat pada seluruh permukaan dindingnya. Dari segi warna, bangunan berarsitektur Belanda memiliki warna yang simple (selalu warna putih mendominasi).

Dari peninggalan-peninggalan bangunannya kita dapat mengatakan bahwa orang Belanda adalah orang yang kreatif. Mereka mampu membuat bangunan yang kokoh walaupun sudah berumur lebih dari seabad, cocok dengan iklim tropis sehingga pengunjung atau penghuninya betah karena tidak kepanasan, dan semua material pada bangunan seperti besi pun tidak ada yang rusak karena karatan dengan mempertahankan seni artistiknya yang membuat orang awam dapat membedakan mana bangunan bekas peninggalan Belanda mana yang tidak.

– ditulis oleh Sita Novianti</em>

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#691 Menilik Arsitektur Bangunan Belanda

  1. Erikk

    Betul sekali …. saya lahir dan besar di rumah peninggalan belanda … luas tanah lebih dari 3000 meter persegi , bangunan lebih dari 200 meter persegi , atap yang tinggi .. pintu dan jendela yang besar-besar, pilar yang kokoh … ratusan tahun relatif tidak berubah …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s