#694 Creativity is A Habit, Not Genetic

Menulislah dan Belanda Menanti

Sannn santeee men…Belanda masih jauh

Sudah lupa tepatnya kapan, saya mengenal negara Belanda, iya.. saat itu saya pasti masih duduk di bangku SD dan saya hanya tahu bahwa Belanda adalah bangsa penjajah. Perkenalan saat itu adalah racun, racun yang terpaksa saya telan yang kemudian berubah menjadi paradigma kokoh kalau Belanda adalah penjajah. Ada racun pasti ada penawar, dan alhamdulillah rasa penasaran saya telah tumbuh menjadi penawarnya. Saya penasaran saat mendengar berita sepak bola dari negara itu, saya semakin penasaran saat membaca artikel mengenai water management system yang super keren, dan saya bertambah penasaran saat mencoba menggali informasi tentang negara tersebut, mengapa Belanda? Mengapa Belanda disebut sebagai negara kreatif?

Eits.. klo yang di bawah ini racun juga bukan?

 Hemn.. cantik ya dia? (foto dari teman saya [Nonny] yang sempat kuliah di Belanda)

“Holland is a creative nation. Dutch people enjoy innovating and constantly ask themselves and others questions to come up with new ideas.”

Ratusan artikel mengenai kreatifnya Belanda sudah tersusun rapi di KOMPETIBLOG 2012 dan mungkin tulisan saya ini akan hanya menjadi salah satu pemanis dalam kompetisi.

Belanda,

Siapa sih yang tidak tahu dengan bunga tulip? Siapa yang tidak tahu kincir angin? Siapa yang tidak tahu dengan kanal – kanalnya Belanda? Siapa yang tidak tahu betapa bebasnya kehidupan di Belanda? Siapa yang tidak tahu majunya pendidikan disana? di Belanda banyak sepeda, di Belanda ada mobil terbang, di Belanda ada keju yang sangat lezat, di Belanda bangunan-bangunannya unik-unik loh, di Belanda orang-orangnya toleran banget.

Saya belum pernah menghirup oksigen Belanda dan saya ingin kesana suatu saat nanti.

Di Belanda setiap tanggal 30 April ada yang namanya perayaan hari ratu alias Koninginnedag. Di hari itu orang-orang Belanda melakukan pesta dan tumpah ruah memenuhi jalanan dengan pernak-pernik baju, topi, bahkan mengecat wajah, rambut dan badan mereka dengan warna orange. Yang menarik, di hari itu semua orang boleh jualan apa aja di pusat kota. Biasanya barang yang dijual itu adalah barang bekas hasil olahan ide kreatif mereka. Barang-barang bekas itu di jual dengan harga miring tanpa harus membayar pajak. Anak – anak pun juga ikutan jualan, so mereka benar – benar mencoba sendiri bagaimana rasanya menjadi pedagang dan disinilah mereka harus kreatif. Mereka secara tidak langsung telah diajak melatih kreativitas oleh lingkungannya. Lingkungan mendukung, pengetahuan cukup, dan lahan pertunjukan hasil karyapun ada. Iya, itulah Belanda.

Itu adalah salah satu contoh Creativity is a habit, not genetic. Semua orang bisa menjadi kreatif. Kreativitas seseorang tidak tergantung dari tingkat IQ, namun tergantung dari sejauh mana ia mampu membuka diri dan bersikap open minded terhadap apa yang mereka lihat dan rasakan ( Yoris S ). Masyarakat Belanda sudah terbiasa dari dulu untuk berfikir kreatif, bayangkan saja bagaimana mereka bisa hidup di daerah yang sangat rendah di bawah permukaan air laut. Mereka cerdas, mereka kreatif dan itulah Belanda.

Kenapa saya ingin ke Belanda, saya tidak ingin hanya mendengarkan kisahnya saja kalau Belanda itu adalah negara kreatif yang super keren. Sudah cukup cerita dari Nonny teman saya. Saya ingin ke negri orange itu, saya yakin orange itu Belanda.

– ditulis oleh Johan Tectona

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s