#700 Berkaca dari Negeri Jingga

Sapalah ia dengan sebutan Belanda. Tapi tunggu dulu, enyahkan sejenak bayangan Anda tentang keju, deretan sepeda yang terparkir rapi, serta hamparan kebun tulip Keukenhof. Kali ini saya akan mengajak Anda menyambangi galaksi inovasi negeri jingga di barat laut Eropa.

Negeri yang telah menjelajahi penjuru dunia sejak abad XVI ini dikenal mampu berkomunikasi dengan baik dengan negara di sekitarnya. Oleh sebab itu pula, sebagian besar orang Belanda menguasai lebih dari satu bahasa, seperti bahasa Inggris, Perancis, Jerman, juga bahasa Indonesia.

Sebagai bangsa yang kreatif, Belanda tidak pernah berhenti berinovasi. Ancangan “out of the box” seakan menjadi ciri mereka yang kuat dalam berinovasi. Karya baru bermunculan tanpa henti dan melesatkan nama Belanda sebagai negeri para perintis sejati. Coba lirik Rem Koolhaas ataupun arsitek sekelas Dutch Design. jangan lupakan coretan seni dari Rembrant van Rijn ataupun Vincent van Gogh. Bila belum yakin, periksa ruang tengah Anda. Jika lampu yang bergantungan di sana bermerk Philips, itu adalah kreasi Belanda. Semuanya produk inovasi.

Strategi untuk terus menumbuhkan semangat inovasi berkelanjutan itu terus mengalami penyempurnaan. Yang menjadi energi besar mereka adalah rasa bahagia yang tersemat dalam setiap upayanya. Bahkan kebahagiaan warganya menjadi prestasi tersendiri bagi negara ini. Tercatat dalam World Happiness Report, program milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahwa Belanda menempati peringkat keempat negeri paling bahagia tahun 2012 [1]. Lebih spesifik lagi, kebahagiaan juga dirasakan oleh generasi baru mereka [2]. Bayangkan bila generasi saja turut berbahagia, bisa jadi masa depan Belanda kian cerah. Terlebih, Belanda juga menerima penghargaan sebagai negara terbaik kedua dalam hal keseimbangan kehidupan dan pekerjaan (Work-Life Balance) [3].

Selain keseharian mereka, Perhatikan juga sistem edukasinya. Antara inovasi dan edukasi, seperti terjalin siklus yang sulit putus. Seakan mampu menelisik celah itu, Belanda pun menciptakan zona nyaman untuk diskusi yang memicu munculnya ide baru. Tidak hanya di lingkungan luar. Pun dalam kelas, pembelajar dapat bertanya secara bebas ataupun protes secara lugas bila pengajar kurang baik menyampaikan materi pelajaran.

Upaya lain pemerintah Belanda dalam rangka memperluas galaksi inovasi adalah menerapkan dua sistem perguruan tinggi. Adalah universitas berbasis riset (universiteit), yang mendalami penelitian melalui ilmu murni, dan ilmu terapan (hogeschool), yang berorientasi pada praktek. Masing-masing memiliki reputasi tinggi, gelarnya pun telah diakui dunia. Sebutlah Universitas Wageningen dan Utrecht yang masing-masing menempati peringkat 17 dan 30 dalam daftar Top 50 Life Science Universities [4]. Selain itu, Belanda berada di urutan ke-3 negara dengan jumlah universitas terbanyak dalam World Reputation Ranking 2012 [5]. Hal tersebut menunjukkan bahwa akademisi turut membangun reputasi negerinya.

Kerja keras Belanda dalam menghargai dan mewujudkan mimpi kreatif setiap warganya, berbuah manis melalui bonus berupa penghargaan tingkat dunia. Kehebatan ada pada keberhasilan manajemen dan kerja sama antara pemerintah dan warganya. Bukankah inti dari negara maju adalah menciptakan kebahagiaan? Belanda sudah mewujudkannya.

Bila berkaca dari sejarah, Belanda memang pernah menjajah.

Tapi, bukan alasan untuk kita mengabaikan inovasi mereka sebagai teladan.

– ditulis oleh Dwi Ariyani

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s