#709 The Limitations into Innovation

Koninkrijk der Nederlanden aka Belanda secara harfiah berarti “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah” merupakan negara yang sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Secara teori, negara tersebut (seharusnya) tenggelam akibat permukaan tanah yang rendah serta ancaman pengikisan. Lalu, apa yang membuat negara tersebut tetap mengapung? Netherlander memiliki “amazing tools”, misalnya tanggul, kincir angin, sistem irigasi, maeslantkering dan masih banyak lagi, yang membuat permukaan tanah negeri tersebut tetap kering selama ratusan tahun. Amazing, right?
 Belanda memang memiliki catatan sejarah yang panjang tentang inovasi terutama dalam bidang infrastruktur. Di negeri ini, Indonesia, masih banyak peninggalan Hindia Belanda yang tetap dipergunakan hingga detik ini seperti sarana dan pra sarana kereta api di pulau Jawa.

Dahulu Hindia Belanda membangun jalur kereta api serta stasiun-stasiun di setiap kota besar di pulau Jawa untuk mengangkut hasil bumi. Pada zaman tersebut, jalur kereta api utama dibangun dari Tanjung Priok dan Tanjung Perak, Belawan melewati “Tatar Sunda Parahyangan” yang relief tanahnya dibentuk oleh dataran rendah, bukit-bukit serta rangkaian gunung-gunung.

Kontur tanah yang rumit tersebut tidak menghalangi niat Belanda, sebaliknya terciptalah rangkaian rel kereta api yang indah. Salah satunya di Cipularang berdampingan dengan jalan tol yang baru dibangun pada tahun 2004. Berada di atas hamparan sawah dan menyatukan dua gunung dengan background warna hijau dan langit biru. It’s so beautiful! Tidak terbayangkan dengan segala keterbatasan teknologi, mereka menyatukan potongan-potongan besi tersebut, membangun fondasi dan tiang-tiang peyangga yang menjulang tinggi ke atas. It’s like magic, it’s called innovation.

Sejak zaman “baheula” hingga era milenium, Netherlander tidak pernah berhenti berinovasi dalam segala bidang. Jika dahulu mereka membangun pertahanan yang kokoh dan seolah-olah mengangkat senjata melawan air. Sekarang mereka berupaya untuk berdamai, menyatu dengan alam, sehingga muncul sebuah ide brilian: negeri di atas air (floating city) or waterstudio milik Koen Olthuis.

Bagi mereka keterbatasan bukan untuk disesali tapi untuk diselesaikan dengan cerdas. Keterbatasan, salah satu bentuk tantangan yang menjadi pemicu sehingga inovasi tetap hidup di negeri kincir angin tersebut.

– ditulis oleh Andi T. Utami

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s