#715 Jejak Hari ini di Negeri Kincir Angin


Melangkah. Menyusuri kanal dan hentakkan kaki, mengagetkan burung burung dengan sayap hitam. Meleburlah di dalam cahaya tulip dan mengikuti aliran kicir angin sepoi sepoi.

Rapatkan jaket untuk menutupi angin dingin yang menyindir. Lihat energi orang orang yang berwajah kemerah-merahan itu. Mereka menghasilkan kehidupan yang seirama. Dengan trotoar yang dilebarkan untuk kaki kaki tanpa lelah. Dengan jalur jalur gelindingan sepeda dan suara bel kring kring kring yang saling menyapa. Dengan kincir yang membuat pulau mereka tetap dapat ditinggali meski air laut siap melahap dengan sekejap.

Beralih dari p`gi yang menyeiramakan langkah kaki. Mari kita hirup sesegar segarnya sebuah kehidupan yang cerah dengan rel-rel halus kereta berwarna biru muda. Sepeda roda dua terparkir dimana-mana mengingatkan kepada sejarah kota tua, tapi Belanda memang seperti negeri tua yang terjebak dalam suasana hari ini. tetap bijaksana. Menyuguhkan kanal-kanal yang berupa-rupa.

Mari kita melangkahkan kaki pada ide penduduk kincir angin ini. Kenikmatan Belanda dalam menawarkan ketenangan diantara Vondelpark yang penuh dengan kebahagiaan antara penduduk, adalah melihat anak anak kecil tertawa riang bersepeda, menghembuskan balon balon sabun ke langit biru, atau bahkan kita bisa menikmati drama haru antara kakek nenek yang duduk saling menatap. Sebuah konsep yang, membangkitkan keharmonisan ide dan kreativitas antar penduduknya. Unsur yang tak dilupakan adalah mereka akan selalu mengedepankan hubungan sosial yang kian menjadi energi seperti matahari dan kekuatan kincir angin, sehingga kita dapat duduk dimana saja dengan atau bahkan tidak dengan segelas kopi di tangan kita untuk sekedar tersenyum dan membuat mereka merasa memiliki kehidupan apa yang kita punya di bawah payung-payung meja bundar.

Satu ide yang tak kalah menarik adalah melihat orang-orang ini tanpa membawa kendaraan, kehebatan mereka dapat membiaskan perbedaan status sosial. Sikap kenegaraan yang negeri kincir ini bangun adalah melalui aktivitas penduduknya. Stereotipe yang bagus dalam penanaman benih-benih kebangsaan ditunjukkan dengan Rijks Meuseum, menyimpan sejarah, kenangan, serta harkat martabat. Melihat gaun-gaun kuno yang terpajang, akan sangat mudah kembali merasakan sebuah esensi dari roda pemerintahan zaman dahulu yang menjadikan negeri kincir angin ini, dapat menguasai negeri yang luasnya bahkan bisa berlipat-lipat dari negerinya sendiri.

Menyedapkan sekali ketika siang menjelang, dan kita bersedia untuk singgah dan duduk sebentar di pinggiran kanal, dengan santapan kehijauan gradasi berkombinasi langit biru sebiru laut samudera. Cerah. Dengan berbincang dengan penduduk lokal, yang begitu memaknai kehidupan melalui pola hidup sehingga dapat menciptkan keberimbangan dalam kehidupan. Tanpa ada kecepatan dahulu mendahului yang membuat terengah-engah. Satu yang menarik dari mereka adalah ketika mereka terlihat tidak sedang berlari-larian dengan waktu, namun menyelaraskan langkah seribu orang, dan membuat pergerakan yang memajukan satu sama lainnya, serta menaklukan waktu tanpa ada beban adalah langkah baru yang disebut dengan manajemen energi. Ya, Belanda adalah jagonya memberikan sebuah mindset yang jenius dalam kehidupan.

Keindahan alam dengan improvisasi kearifan penduduk lokal, membuat semuanya terlihat bahagia. Menikmati rangkaian bunga-bunga Tulip yang disusun dengan harmonisasi warna. Cukup proporsional ketika dapat merasakan kota kota di Belanda dalam kehidupan yang tenang. Dengan bangkitnya warna, hasrat yang senada dan seirama, membuat Belanda adalah ide sebuah kehidupan yang akan menyejahterakan kreativitas-kreativitas manusia.

– ditulis oleh Mutia H. Avezahra

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s