#721 Menikmati Kebebasan Berorientasi Seksual di Belanda

Belanda adalah negara yang menduduki tingkat ke 4 sebagai negeri paling bahagia di dunia. Kebahagiaan itu tidak saja diukur dari kesejahteraan fisik masyarakatnya, tetapi juga kesejahteraan mentalnya. Salah satu hal yang dapat membuat manusia sejahtera secara mental adalah kebebasan untuk menentukan pilihan.

Pada tanggal 1 April 2001, Belanda meresmikan diri sebagai negara pertama di dunia yang melegalkan pernikahan sejenis. Masyarakat yang berorientasi homoseksual ataupun biseksual dapat memperoleh kebebasan untuk menjalin hubungan cinta dan berkeluarga di negara ini.

Inovasi Belanda akan hal ini patut mendapatkan apresiasi yang tinggi. Belanda berani melawan mainstream dan menerobos segala batasan yang dibuat oleh banyak negara lain. Keputusan Belanda untuk melegalkan peraturan ini tentunya tidak lepas dari segala pro dan kontra. Masyarakat dengan pandangan konvensional masih menganggap pilihan orientasi seksual di luar heteroseksual adalah sesuatu yang menyimpang. Pandangan ini menyebabkan banyak ahli agama menganggap inovasi Belanda ini sebagai sebuah hal yang tidak sesuai dengan kaidah agama. Namun bagi beberapa kalangan, pelegalan aturan ini dapat memberikan sebuah jalan bagi pilihan hidup yang telah mereka pilih.

Di luar berbagai hal yang membawa-bawa urusan surga dan neraka, keputusan Belanda untuk melegalkan perkawinan sejenis merupakan sebuah bentuk nyata dari kreativitas masyarakat dan pemerintah Belanda. Kreativitas Belanda semestinya tidak melulu dilihat dari bentuk bangunan ataupun bendungan air saja. Masih ada banyak hal kreatif yang hingga kini sudah berhasil dilakukan oleh masyarakat Belanda. Kreativitas dalam berpikir mengenai pelegalan pernikahan sejenis ini misalnya.

Pikiran kreatif orang Belanda ini seakan membuka mata dunia tentang kesetaraan dan keadilan gender. Pada dasarnya, tidak ada satu pun manusia yang mau dilahirkan “berbeda” dari orang lain, dalam konteks ini adalah orientasi seksualnya. Namun ternyata dunia ini tidak hanya berisi hitam dan putih saja, selalu terdapat warna abu-abu. Tuhan menciptakan manusia beragam dan masing-masing memiliki keunikannya sendiri. Meskipun dilahirkan dengan jenis kelamin perempuan atau laki-laki, namun dalam perjalanan hidupnya manusia memiliki hak untuk menentukan pilihannya sendiri, termasuk pilihan untuk menentukan orientasi seksual sebagai homoseksual dan biseksual.

Pemikiran inovatif Belanda itu kini mulai diikuti oleh banyak negara di dunia. Kesetaraan dan keadilan gender juga mulai menjadi isu yang ramai diperbincangkan oleh masyarakat dunia. Bagaimana dengan Indonesia? Bisakah Indonesia meniru kelapangan hati masyarakat Belanda menerima perbedaan? Atau kita harus jauh-jauh pergi ke negeri Belanda agar mampu mlihat indahnya keberagaman? Ya kita lihat saja nanti, yang pasti selamat menikmati kebebasan berorientasi seksual di Belanda.

– ditulis oleh Dyah Arum N.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s