#728 Belanda: Si “Bawel” Eropa

Jangan langsung berpikir hal negatif ketika membaca judul tersebut. Tetapi ya, memang betul demikian adanya. Siapa yang tidak kenal Belanda, salah satu penganut paham liberalisme yang kuat di Eropa. Di negara ini, berbagai macam filsafat dan paham bersifat bebas. Paham tersebut selanjutnya menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan kemudian akan memunculkan karakter yang khas. Karakter masyarakat yang terus menerus dilakukan akan menjadi suatu budaya bagi negara tersebut. Begitu pula dengan apa yang terjadi di Belanda. Negara kincir angin ini sangat mencintai pengetahuan. Mereka tidak akan menyerah untuk memecahkan suatu persoalan dan berdiskusi mencari solusi kreatif terutama dengan cara debat. Ada beberapa hal yang menarik ketika mereka berdebat. Masyarakat Belanda tidak egois untuk memenangkan suatu perdebatan. Bahkan, mereka sangat menghormati adanya perbedaan. Ketika mereka diperhadapkan dengan masyarakat dari negara lain, mereka tidak menganggap perbedaan suku bangsa, ras, maupun agama sebagai suatu senjata untuk mengintimidasi. Setiap orang bebas untuk berpikir dan mengemukakan pikirannya. Hal ini menjadi acuan timbulnya jiwa-jiwa dan pikiran-pikiran yang kreatif dan inovatif dalam berbagai hal yang pada akhirnya memunculkan banyak karya-karya hebat yang tidak dipandang sebelah mata. Pengakuan internasional turut memacu bangsa ini menghasilkan pemikiran-pemikiran brilian yang baru .

Masyarakat di Belanda tidak gengsi dalam mengemukakan pendapatnya ataupun meminta pandangan orang lain. Setiap anggota dalam diskusi turut aktif mengikuti debat. Ketika berdebat, mereka tidak senang mencari kelemahan lawan bicara kemudian menjadikannya boomerang untuk menyerang lawannya kembali. Lebih menyenangkannya lagi, masyarakat Belanda bukanlah orang yang mudah tersinggung. Dan dalam berdebat, siapapun dapat terbuka dan berterus terang untuk berbicara. Setiap orang tidak malu dan bebas mengekspresikan pandangannya. Dampaknya, semua anggota merasa nyaman serta mampu memaksimumkan pemikiran tanpa harus memusingkan perasaan mudah tersinggung. Dan juga mereka sangat kritis menanggapi berbagai situasi. Hal ini membuat mereka dapat terus mengasah pikiran mereka dan merombak hal negatif yang terjadi.

Pengetahuan adalah sesuatu yang hidup di Belanda. Namun, hal tersebut tidaklah dicapai dengan mudah dan dalam waktu yang singkat. Perlu pembelajaran terus menerus untuk mencapainya. Perdebatan menjadi sarana untuk mendorong dan menggali potensi menciptakan kreatifitas menjadi karya yang bernilai bagi kehidupan. Keinginan mereka untuk terus mengeksplor kemampuannya dan sifat “bawel”nya menjadikan Belanda sebagai salah satu negara Eropa yang diperhitungkan di dunia.

– ditulis oleh Lita Natalia Sitorus

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s