#729 Kartu “AS” bagi Belanda

Masing–masing orang di dunia ini punya sebutan tersendiri bagi Belanda, beberapa menyebutnya The Netherlands yang berarti tanah rendah (menilik hampir seluruh wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut), selain itu Holland berarti tanah datar, dan beberapa lainnya menyebutnya Negeri Tulip, Negeri Kincir angin, Negeri Keju, bahkan De Oranje. Banyaknya julukan yang disematkan bagi Belanda menunjukkan identitas Belanda sebagai negara yang penduduknya mampu melahirkan inovasi melalui produk-produknya. Tercatat berdasarkan eiu.com, Belanda menduduki peringkat 9 dalam daftar World Most Innovation Country periode 2009 – 2013.

Letak geografis Belanda yang tidak menguntungkan membuat masyarakatnya tertantang untuk berinovasi demi keberlangsungan negaranya. Belanda memang tak pernah menyandang gelar sebagai negara agraris atau pun hortikultura. Tetapi dengan mengoptimalkan prinsip selalu berinovasi menjadikan sektor pertanian mereka sebagai kartu “AS” tersembunyi dan siap mengancam negara lain berbasis pertanian. Bagaimana tidak? Sebagai negara kecil seluas 41.562 km persegi Belanda mampu mengubah wilayah-wilayah pinggir laut yang dahulunya adalah laut lewat pemanfaatan kondisi saluran air yang luas, jaringan bendungan, dan tanggul irigasi untuk mempermudah irigasi menjadi lahan pertanian yang subur. Terbukti sektor ini mampu menyumbang 20% terhadap Pendapatan Nasional Belanda(PNB).

Belanda menjawab tantangan itu dengan menerapkan pertanian kreatif berbasis pada teknologi tinggi namun juga ramah lingkungan. Karena pertimbangan masalah polusi dan kesehatan masyarakat Belanda mensosialisasikan konsumsi makanan organik. Makanan organik yang dikonsumsi berasal dari tanaman dan ternak yang dibesarkan tanpa pupuk kimia atau pestisida. Pentingnya inovasi juga ditekankan pada salah satu prinsip dari PlantLab, perusahaan agrikultura di Belanda, yatu : Pertama, Jika tidak menghasilkan produk makanan lebih banyak, maka pertumbuhan populasi global akan kelaparan. Kedua, Kita perlu berinovasi. Ketiga, Kita harus mendesain ulang lingkungan pertanian untuk menyesuaikan kebutuhan pertumbuhan tanaman. Keempat, Bila kita bisa menyeimbangkan semua faktor dalam lingkungan tanaman, kita dapat mengoptimalkan produksi pangan.

Sebagai bentuk penyesuaian di abad ini, PlantLab menciptakan model rumah kaca perkotaan (lebih tepatnya mereka menggunakan istilah “surga tanaman” berteknologi tinggi). Inovasi ilmiah dan matematis perusahaan ini memadukan sensor berteknologi tinggi untuk memantau ribuan laporan pengamatan pertumbuhan tanaman(163.830 laporan per detik) dan model matematika muthakir untuk menghasilkan lingkungan yang paling tepat bagi pertumbuhan tanaman. Sebagai pengganti sinar matahari digunakanlah laser merah dan biru. Bertujuan ingin membawa pertanian ke perkotaan ,maka kegiatan menanam dilakukan pada ruangan indoor yang memungkinkan dilakukan di mana saja (gedung pencakar langit, hidroponik, dan sebagainya) tanpa perlu mempedulikan iklim. Keuntungan lain ruangan indoor ini adalah kita tidak perlu mengkhawatirkan adanya hama sehingga bebas dari pestisida. Pendekatan revolusioner PlantLab berhasil menciptakan suplai makanan yang lebih baik bagi penduduk dunia Hasil produksinya sangat mengagumkan dan efisien, yaitu tiga kali lipat produksi tanaman dengan cara tradisional dan hanya memerlukan 10% dari kadar air yang digunakan pada rumah kaca tradisional. Ketiadaan pestisida membuat hasil produksi lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Johan Cruijff, legenda sepak bola Belanda pernah mengatakan, “Every disadvantage has its advantage”. Hal sama berlaku bagi masyarakat Belanda yang membalikkan situasi tidak menguntungkan menjadi sebuah kartu “AS”. Dunia perlu mewaspadai kartu “AS” Belanda ini. Tanpa predikat dan gelar yang disandangnya Belanda merupakan eksportir terbesar ke-3 produk pertanian. Bukan hal mustahil bila esok Belanda Feed the World.

– ditulis oleh Anitana W. Puspa

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s