#733 Negeri Romantis yang Memikat Hati

Aku telah jatuh cinta. Perasaan yang menggebu-gebu. Cinta yang mungkin hanya akan bertepuk sebelah tangan. Aku telah jatuh cinta pada semua tentang Belanda. Aku hanyalah seseorang yang dipenuhi mimpi-mimpi yang aku sendiri tak tahu kapan mimpi itu menjadi kenyataan. Memang tak ada yang salah dengan mimpi. Karena itulah aku tak akan menguburkan mimpi untuk menjamah sesuatu yang kucintai meski langkahku sangatlah terbatas. Di tanah rencong ini, tanah kelahiranku, langkahku tertambat.

Aku bertanya-tanya pada diri sendiri, mengapa bisa Belanda menjadi negeri yang begitu kreatif? Orang-orang Belanda seperti punya ide yang tak terbatas. Inilah alasan mengapa cintaku terpaut pada negeri itu. Saat mereka menyadari bahwa mereka mendiami daerah yang tidak normal karena hampir semua wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut, dengan kreatifitas yang mereka miliki, mereka membangun dinding yang sangat kokoh hampir di semua wilayah yang berbatasan dengan laut utara.

Karena wilayah Belanda yang berada di bawah permukaan laut itu pula kincir angin lahir. Pada awal keberadaannya di Belanda sekitar abad tiga belas, kincir angin berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas. Bukankah daerah yang kutinggali, yang diberi gelar Serambi Mekah, juga daerah rawan bencana? Tsunami pernah meluluhlantakkannya, gempa sering menggetarkannya, laut mengelilinginya. Tak adakah satu ide kreatif yang bisa meminimalkan bencana yang mengancam? Seharusnya generasi Cut Nyak Dhien mewarisi semangat baja srikandi yang disegani Belanda di masa silam tersebut.

Tulip yang menghiasi tanah Belanda tak disia-siakan oleh orang-orang Belanda. Taman bunga tulip pun berhasil memikat hati siapapun yang melihatnya. Tulip menjadi lambang keindahan mereka. Jika Belanda punya tulip, kami punya jeumpa, bunga khas Aceh. Tapi sayangnya jeumpa tak bisa ditemukan di taman-taman seperti menemukan tulip di taman yang ada di Belanda.

Sepeda adalah kendaraan yang digemari di Belanda. Bagaimana tidak? Selain bebas polusi, pengendara sepeda dimanjakan oleh jalan yang nyaman, yang dikelilingi oleh pemandangan indah. Seperti surga bagi para pengendara sepeda. Lagi-lagi, itu hanya sebatas mimpi di tanah yang kupijak. Para pengendara sepeda harus berdesakan dengan sepeda motor, mobil, dan truk di jalan yang sama. Seringkali kulihat mereka memakai masker agar tidak terhirup  debu-debu yang berterbangan di jalanan.

Aku pernah menjalani masa tugas di sebuah panti jompo. Bangunannya sederhana. Lalu ketika kulihat sebuah panti jompo yang ada di Belanda, aku terkesima. Bangunan itu terkesan artistik, dengan nuansa hijau berbagai tanaman, dilengkapi taman yang menambah kesan alami, kolam yang menyejukkan, susunan ruangan yang apik, dan kamar yang nyaman. Seperti sebuah istana dalam alam khayalku. Aku rasa siapapun akan betah menghabiskan masa tua di tempat seperti itu.

Orang-orang Belanda memiliki ide kreatif yang tersimpan di setiap lobus otak mereka, yang terus berkembang seperti virus-virus yang berkembang biak. Saat kulihat tulip yang mempesona, kincir angin yang ledendaris, bangunan-bangunan dan pemandangan yang memukau, yang  hanya bisa kulihat di layar laptop, ada rasa yang menyesaki paru-paru hingga bulir-bulir air mata jatuh. Semua tak bisa kusentuh. Terhalang oleh layar. Inilah cinta yang terhalang oleh jarak. Satu kata tersemat di memoriku tentang Belanda, atau sering disebut Holland, yaitu Holland,Hope our love last and never dies.

– ditulis oleh Eramayawati

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s