#738 Windmolen

“Banjir besar itu merupakan salah satu banjir terbesar di dunia, menghancurkan Negeri Belanda”

Jauh sebelum Belanda dikenal dengan sebutan negeri kincir angin, sedikit yang tahu bahwa bangsa itu mengalami musibah besar yang telah mengubah wajah bangsa ini di hadapan dunia. Kondisi geografis yang tidak memungkinkan dimana sebagian besar daerah berada di bawah permukaan laut membuat bangsa ini kerap dilanda banjir.
Sekitar abad ke 13 banjir bandang itu menenggelamkan negeri Belanda, membunuh hingga 50.000 jiwa. Pemerintah tidak tinggal diam melihat musibah yang menghancurkan negerinya. Berbagai cara ditempuh untuk mencegah musibah tersebut terulang. Proyek-proyek dilaksanakan, proyek delta dan reklamasi pantai pun dilakukan. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah windmolen – kincir angin.

“Windmolen mengingatkanku akan suatu solusi yang muncul ketika bangsa ini sedang terpuruk”

Windmolen

Jika sekarang, kita menyebut Belanda adalah salah satu Negara terkreatif di dunia, hal itu tentu benar. Lihat saja apa yang telah dlakukan terhadap kondisi geografis negeri itu. Terlepas dari proyek besar-besaran delta sungai dan reklamasi pantai yang fenomenal, kincir angin merupakan salah satu bukti jiwa kreatif dan inovatif suatu bangsa mengatasi sebuah masalah. Terang saja pada abad ke 13, kincir angin (saya lebih senang menyebutnya dengan windmolen) dibangun di penjuru Holland sebagai alat untuk memompa air keluar dari daerah yang berada di permukaan laut.
Windmolen, kincir angin khas negeri Belanda yang menjadi ikon kebanggaan bangsa Belanda hingga saat ini, muncul di saat bangsa ini sedang berada di titik terendah, kehilangan puluhan ribu rakyatnya dan sebagian besar wilayahnya. Tak ada yang mengira bahwa windmolen yang pada saat itu telah membantu dalam memompa air dan mencegah terjadinya banjir, kini telah menjadi ikon sebuah bangsa di Eropa Barat ini.

“Saya tidak bisa bayangkan bagaimana jika Negeri Belanda tidak pernah memiliki windmolen”

Sederhana saja, jika Belanda tidak pernah memiliki windmolen  maka negeri ini akan berbeda dengan negeri yang kita kenal saat ini. Tanpa mau berspekulasi, lihat saja kondisi geografis negeri ini. Terletak di barat laut benua eropa, kondisi geografis negeri ini menyatakan sekitar 20 % geografisnya berada di bawah permukaan laut dan kurang lebih 50 % wilayahnya hanya sekitar satu meter di atas permukaan laut.
Melihat kondisi itu, dapatkah kita bayangkan banjir besar yang pernah terjadi pada abad ke 13 terulang kembali dan merusak keindahan alam yang dimiliki negeri dengan sejuta windmolen ini? Sungguh sangat sedih bila hal itu terjadi, mungkin kita tak akan menikmati keindahan hamparan padang bunga tulip yang indah dan ‘iri’ terhadap salah satu bangsa ter-bahagia di dunia ini.

“Kreatifitas itu tak pernah berhenti, bangsa ini makin besar dan disegani bangsa lain”

Windmolen hanyalah sepenggal kisah dari bukti bahwa kreatifitas dan inovasi dapat muncul sekalipun dalam kondisi yang sangat tidak memungkinkan, kemampuan untuk mengubah suatu kekurangan menjadi suatu kelebihan merupakan kemampuan yang tidak dimiliki setiap orang. Belajar dari negeri kincir angin ini – Windmolen telah menolong ribuan masyarakat dan tidak berhenti sampai disitu, windmolen bahkan telah menjadi identitas negeri ini.
Cobalah berikan selembar gambar windmolen dengan latar alam Belanda pada seseorang, dengan mudah ia akan menebak dan mengasosiasikan gambar tersebut dengan Belanda, negeri kreatifitas, negeri sejuta windmolen.

– ditulis oleh Ishak Lewi

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s