#739 Membaca Belanda, Mengeja Upaya

Gambar

Pada awalnya ada ungkapan:

 “God created the world, but the Dutch created the Netherlands”-Rene Descartes

Sepintas, pepatah lama negeri jingga ini terkesan jemawa. Namun, jika menyempatkan waktu untuk membaca kisah dibaliknya, saya yakin Anda tidak akan ragu untuk menganggukkan kepala tanda setuju.

Semangat inovasi berkelanjutan tumbuh subur di Holland

Menyadari dua per tiga negaranya berada di bawah permukaan laut, pemerintah Belanda mengembangkan sebuah konsep cerdas yang secara melibatkan saran dan kritik warganya. Ide mereka menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan serta memajukan negaranya. Sejarah sendu banjir besar 1953 mengajarkan mereka untuk selalu bersatu. Salah satunya melalui upaya reklamasi lahan, dibangun melalui sistem polder yang kompleks untuk melindungi negaranya dari banjir dan air pasang. Yang paling fenomenal adalah Proyek Delta (Deltawerken), tanggul sepanjang 17.000 km ini memerlukan waktu lima dekade untuk proses konstruksinya. Bahkan sampai saat ini pemerintah dan warganya terus berinovasi melakukan proses penyempurnaan agar wilayahnya tetap aman. The Economist menyebut proyek ini sebagai “The Miracle of Netherlands”.

Konsep cerdas tersebut juga menumbuhkan semangat inovasi berkelanjutan bagi warga Belanda di bidang yang lain. Energi terbesar mereka adalah rasa bahagia yang tersemat dalam setiap upayanya. Bahkan kebahagiaan warganya menjadi prestasi tersendiri bagi negara ini. Tercatat dalam World Happiness Report, program milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahwa Belanda menempati peringkat keempat negeri paling bahagia tahun 2012. Lebih spesifik lagi, kebahagiaan juga dirasakan oleh generasi baru mereka. Health Behaviour in School-Aged Children (HBSC) melaporkan bahwa remaja Belanda adalah kelompok paling bahagia di seluruh Eropa. Mereka merasa gembira untuk berteman, bermain, ataupun pergi ke sekolah.

Berbicara tentang sekolah, Belanda juga merefleksikan semangat inovasi berkelanjutan dalam sistem edukasi mereka.

Edukasi sebagai Pondasi Inovasi Berkelanjutan

Belanda adalah bangsa yang inovatif. Mereka kerap berdiskusi untuk menghasilkan ide-ide baru seraya mengamini Joseph Joubert yang menyebutkan:

 “It is better to debate a question without settling it than to settle a question without debating it.

Pola pikir ini juga dibenamkan dalam sistem pendidikannya. Setiap pembelajar di Belanda disuguhi edukasi berkualitas yang dinaungi International Office sebagai penjamin mutu. Metode pembelajaran yang dikembangkan adalah sistem problem-based-learning dan project-based, yang diyakini mampu memotivasi pembelajar untuk tetap kritis; baik meneliti, mengembangkan, ataupun menciptakan hal baru. Hal tersebut didukung oleh kesempatan bertanya secara bebas dalam kelas, lingkungan terbuka untuk diskusi informal antara pembelajar ataupun pengajar, serta sikap toleransi yang tinggi.

Dari kilatan penjelasan di atas, rasanya tidak mengherankan jika Belanda melahirkan orang-orang berpengaruh. Warga Belanda tumbuh menjadi insan berjiwa pengusaha, penemu, dan perintis sejati. Tahun ini, Belanda menempati peringkat ke-10 sebagai negara peraih Nobel terbanyak. Kalangan akademisinya pun berhasil menduduki ranking ke-3 untuk World Reputation 2012.

>> Jadi, setuju kan kalau upaya keras mereka mencipta dan memajukan “Belanda” bukan ungkapan semata?

Pada akhirnya..

“Belanda tak melulu soal tulip dan keju. Belanda tak melulu tentang ganja yang legal dan hal-hal tabu.

Tulisan ini, bukan tentang kisah jajah-menjajah, melainkan cara mereka menghormati sejarah. tidak pula tentang Red Light District, tetapi pola pikir kreatif merekalah yang lebih menggelitik.

Itulah Belanda, negeri impian setiap insan yang merindukan keseimbangan antara kualitas hidup dan pendidikan.” -Dwi Ariyani

– ditulis oleh Dwi Ariyani

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s