#745 Urine ala Dutchman

Sejumlah ilmuwan Belanda dari Universitas Teknologi Delft dan lembaga penelitian DHV telah melahirkan eksperimen yang mengejutkan dunia. Air seni atau urin yang biasa dibuang dengan percuma ternyata memiliki kandungan listrik. Ilmuwan negeri Oranje itu berhasil memanfaatkan urin manusia sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak. Kini, penelitian tersebut telah mendapatkan hak paten di China, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa atas penemuan tersebut. Penemuan ini cukup membuat kagum masyarakat dunia . Bagaimana tidak, mereka berhasil mengubah nilai air kencing manusia yanng kebanyakan orang menganggap tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai manfaat.

Proses mengubah urin menjadi sumber energi alternatif ini dimulai dari proses pengubahan air seni yang mengandung senyawa amonia menjadi gas amonia melalui pemanasan. Gas tersebut dimasukkan ke dalam sel bahan bakar (fuel cell), sejenis generator, dan kemudian digunakan untuk memproduksi energi lisrik. Jika pasokan urin selalu tersedia, energi listrik pun bisa diproduksi terus-menerus, setiap saat.

Keseriusan Belanda mengolah air seni bisa ditarik lebih jauh ke belakang. Seperti dilansir CSIR e-News, untuk mengambil kekuatan “si kuning”, sejak tahun 2006 mereka telah mengembangkan teknologi dengan cara memisahkan air dari urin di toilet. Teknologi ini dikembangkan Dr. Jac Wilsenach. “Kita harus melihat urin sebagai sumber daya ketimbang limbah,” begitu kata Wilsenach yang kini bekerja sebagai peneliti senior CSIR Natural Resources and Environment. Dia menambahkan, sebagai limbah kebanyakan urin mengandung 80 % nitrogen, 50 % fosfat, dan 70 % potasium. Untuk memisahkan zat-zat itu dari air urin diperlukan toilet pemisah khusus yang diberi nama “NoMix.” Dengan bekerja sama dengan pemerintah lokal, tempat pemisah khusus tersebut telah dipasang di tempat-tempat umum: di blok perkantoran, sekolah, mal, dan bandara.

Pada sisi efisiensi, mengolah hydrogen dari urin lebih efisien biayanya ketimbang dari air. Listrik yang digunakan juga hanya 0,37 volt, sementara dari air memerlukan 1,23 volt. Setiap orang mengeluarkan urin sebanyak 0,9 sampai 1,5 liter per hari. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk dunia yang berkisar 7 miliar maka akan tersedia sekitar 7 miliar liter urin segar setiap hari untuk dikonversi menjadi hidrogen dan saat ini bahan bakar urin telah memasok energi setara 110 ribu Megawatt di 30 ribu rumah atau seluas satu kota kecil di Belanda. Jika produksi urin ditingkatkan, para periset memprediksi daya yang dipasok bisa meningkat hingga lima kali lipat untuk jumlah rumah yang sama. Energi alternatif tersebut tidak hanya bisa dipakai untuk memasak, tapi juga ini dapat digunakan sebagai BBM alternatif untuk menggerakkan mobil bertenaga listrik.

Profesor Gerardine Botte dari Universitas Ohio menjelaskan dalam papernya “bio-fuel alternative” bahwa bahan bakar fosil memiliki beberapa kelemahan. Pertama, tidak bisa atau sulit diperbarui. Kedua, proses eksplorasinya butuh biaya besar. Dan ketiga, emisi gasnya terbukti menyebabkan peningkatan pemanasan global. Dengan demikian sumber energi alternatif ini memiliki prospectable value yang sangat menjanjikan bagi negara-negara dunia. Selain energi ini bisa menjadi pengganti bahan bakar fosil, energi ini juga bisa mengurangi tingkat efek rumah kaca.

– ditulis oleh Helmi Saputra

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s