#757 The Art of Dutch Traveller

Dosen Belanda saya pernah menceritakan tradisi travelling orang Belanda dengan misi mencari inspirasi. Mereka mengeksplorasi negara sendiri, Eropa, hingga dunia. Pemuda Belanda seusia saya –sekitar 18 tahun, biasa mengambil cuti kuliah setahun, bekerja full-time, lalu pergi keliling dunia. It sounds cool, ketika orang seusia saya rela kerja keras untuk sekedar melihat tempat lain di dunia dan bertemu orang asing. Berkaca pada diri sendiri yang terkadang ogah menabung untuk melakukan perjalanan, bahkan dalam negeri. Tidakkah kita tergiur dengan keindahan alam dan petualangan yang menjadi daya tarik perjalanan? Mungkin kita harus belajar seni menjelajah pada Belanda.

 De Houtman dan kapalnya yang mendarat di Banten

Sejarah Belanda menuliskan tentang penjelajahan ke belahan dunia lain. Tiga abad yang lalu, de Houtman mencapai Indonesia dalam rangka berdagang. Mereka mencari cara memperbaiki perekonomian Belanda, mencari ide, berproses, dan menghasilkan sebuah gagasan kreatif: perdagangan internasional. Misi kreatif tersebut berhasil, rempah-rempah dan bahan-bahan alam dari Indonesia menjadi hasil pemikiran kreatif mereka dalam bidang ekonomi dan budaya. Ada yang lebih kreatif dari itu. Menurut Anda bagaimana bangsa Belanda dulu menguasai Indonesia selama kurang lebih tiga abad?

Kerja paksa? Bisa jadi. Tapi kerja paksa hanya menjadi sebuah kasus minor yang saya rasa dibesar-besarkan dalam sejarah kita.
Jawabannya adalah mempelajari budaya lokal. Pernahkah anda berpikir seberapa ‘licik’ orang Belanda ketika menguasai Indonesia. Ah, mereka sangat kreatif! Bayangkan, ahli sosiologi dan antropologi, para penulis dan budayawan Belanda, kaum-kaum bangsawan, pendeta, pedagang, dan sebagian besar golongan terdidik masuk ke Indonesia pada masa itu. ‘Kolonialisme’ dilakukan dengan mempelajari budaya lokal misal Jawa dan Aceh.

 Seni menjelajah, menikmati keindahan alam dan petualangan

Para utusan melaporkan kemajuan observasi budaya tiap tahun pada pemerintah Belanda. Bukti bahwa Belanda menjajah dengan ilmu pengetahuan dan budaya. Semua proses kreatif itu dilakukan hanya dengan satu tujuan: memperbaiki ekonomi Belanda. Masyarakat Belanda sudah sejak lama mengembangkan diri dengan melakukan perjalanan dan mempelajari budaya asing.

 Backpacker wanita

Ketika era semakin modern, orang-orang mulai mendapat berbagai kemudahan hidup dan mencari tantangan. Masyarakat Belanda yang bosan dengan kenyamanan hidup memilih mencari inspirasi dengan bertualang. Seorang teman, 19 tahun, berasal dari Den Haag. Pertama kami bertemu ia berkata: ‘Hey, I’ve been in Bali. It’s a really nice place!’ Ia bercerita bahwa ia pergi seorang diri dengan uang part-time-nya selama setahun untuk mengunjungi Bali. Baginya, inspirasi berharga lebih mahal dari pendidikan, sehingga ia memilih cuti untuk mengunjungi berbagai tempat di dunia.

 Happy Dutch!

Seorang wanita Belanda (23 tahun) yang saya temui di Jogja memiliki ‘kasus’ sama, cuti dan mengelilingi dunia. Misinya adalah proses kreatif, dengan bertemu banyak orang ia memandang kehidupan dari berbagai perspektif, bersyukur ketika melihat anak-anak kelaparan di Afrika atau rumah-rumah kumuh di Indonesia. Perjalanan membuatnya kuat dan terinspirasi. Ia lalu menulis cerita perjalananannya sehingga menjadi sumber pendapatannya kelak.
Ingat sebuah studi yang mengatakan bahwa masyarakat Belanda adalah salah satu masyarakat terbahagia di dunia?
Ya, mungkin perjalanan adalah seni meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi mereka. Dutch choose travelling as a part of their life, seperti halnya menikah atau bekerja. Mereka memiliki pemikiran yang dinamis, terbuka, dan kreatif karena tempaan pengalaman. Sudahkah kita menjadikan perjalanan sebagai proses kreatif?

– ditulis oleh Yuvina Rahmadani

10 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

10 responses to “#757 The Art of Dutch Traveller

  1. Regina Yolanda

    Yuv..
    ini keren banget…
    sumpah!!!
    jujur gw juga pengen banget jalan-jalan pake uang sendiri tp susah bgt nabungnya.. hehehe..😛

  2. Halo..

    Pendekatannya seru kawan!!sebagai pecinta jalan-jalan saya setuju dengan tulisanmu, yah gak heran kalau mereka “paling bahagia” karena memang sistem kehidupannya dipola seperti itu.

    Mau sharing aja, slh 1 kel saya yg tgl di Belanda bilang mereka punya jadwal liburan tiap tahun (summer vacation) selama 3 minggu atw lbh dan biasanya berkunjung ke luar belanda. Pekerja disana punya hak cuti 5 minggu setaun, alamak!di sini cuma 12 hari ajah😦 lalu nilai mata uang mrka yg tggi memudahkan sgala bentuk transaksi.

    Mampir ke tulisanku juga ya😀
    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/03/40-belanda-pionir-majalah-playboy-edisi-lesbian-pertama-di-dunia/

    • Terimakasih sharenya kak🙂
      Iya kalau dipikir-pikir memang mereka dapat banyak kemudahan untuk ‘bersenang-senang’ dengan cara jalan-jalan. Kalau di Indonesia sih memang enaknya waktu liburan panjang kuliah -kalau mahasiswa ya hehe. Soal biaya, nabung dulu lah bisa. Saya sendiri suka jalan2 kak, cuma masih yang lokal2 dulu, maklum kantong mahasiswa😀

  3. well yeah, suatu saat nanti gantian kita yang ke beland, yuv🙂
    salah satu impian saya: keukenhof.. someday i’ll be there😀

  4. fajree

    tulisan yang bagus, dan meinspirasi
    hai, teman , salam kenal, mau berbagi tulisan nih .saya juga peserta kompiti blog!
    ketika orang lain dapat membaca tulisan saya dan bermanfaat bagi yang membaca sudah menjadi kebahgian bagi saya:)
    jadi selamat membaca !
    smoga bermanfaat::

    https://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/17/511-perhiasan-jendela-dunia-extreme-creativity-from-netherlands/#comment-2308

  5. Nice article. artikel ini bisa membuat remaja Indonesia terinspirasi dan juga tertarik dengan petualangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s