#758 de Woonboot dan Hidup Masa Kini ala Penjelajah Samudera

Sebagai negara yang sudah menjadi ‘musuh’ air selama berabad-abad, masyarakat Belanda terhitung sangat adaptif terhadap alam. Bayangkan ketika laut yang ganas di utara Belanda masih menutupi tanah-tanah Flevoland atau jauh sebelum Zuiderzeewerken selesai dibuat, atau masa-masa ‘Perang Melawan Air’ di Belanda pascabanjir bandang pada abad pertengahan. Belanda pada masa itu merasakan penderitaan menempati sebuah lahan di pinggir laut yang setiap saat terancam air pasang, maka dibuatlah tanggul-tanggul raksasa untuk mengatasi masalah itu. Selanjutnya, masyarakat Belanda membangun kanal-kanal banjir agar masalah luapan air bisa teratasi. Kini, air bukan lagi musuh Negeri van Oranje, keberhasilan masyarakat Belanda beradaptasi dengan air membuat mereka menjadi penakluk alam sejati.

 Provinsi Flevoland, provinsi pertama hasil polderisasi

Nenek moyang masyarakat Belanda terkenal akan tradisi melaut. Kapal-kapal Belanda pernah menjelajahi berbagai samudera. Dalam hitungan bulan hingga tahun para pelaut Belanda bertahan di atas air dan mengeksplorasi kawasan-kawasan baru. Peninggalan gaya hidup ala pelaut masih bisa kita lihat di Belanda dalam bentuk de woonboot. De Woonboot secara terminologi berasal dari Bahasa Belanda, woon berarti (tempat) tinggal dan boot berarti kapal. Sebuah film dokumenter tentang Belanda yang pernah saya tonton memuat sekilas tentang rumah kapal ini, menunjukkan bahwa woonboot cukup umum di Belanda. Bentuknya bermacam-macam, ada yang berbentuk kapal maupun sudah dimodifikasi menjadi rumah bertingkat dua. Persamaannya hanya satu, sama-sama berdiri di atas air.

Konsepnya berasal dari jaman dulu ketika pusat perdagangan Belanda masih berada di pinggir-pinggir sungai atau kanal. Banyak kapal-kapal tua yang dimanfaatkan menjadi rumah dan ditambatkan di pinggiran sungai karena mereka memanfaatkan lahan sungai yang cukup luas. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat Belanda yang tinggal di woonboot. Pemerintah Belanda juga terlihat mendukung salah satu produk arsitektur unik ini dengan membiarkannya berdiri di beberapa kanal, bahkan membantu biaya perawatan woonboot tertentu seperti jenis woonboot tua yang dianggap bersejarah.

 Sebuah woonboot yang dijual bebas di internet

 Salah satu variasi woonboot

 woonboot di kanal Amsterdam

Bagi orang-orang yang ingin merasakan hidup ala pelaut, atau ala jetsetter dengan kapal pesiar, bisa mengunjungi beberapa woonboot di Amsterdam. Banyak woonboot yang diperjualbelikan dan disewakan di sana. Meskipun ada di atas air, beberapa woonboot mempunyai pondasi beton yang ‘ditanam’ di bawah permukaan air, lainnya dibiarkan mengapung dan ditambatkan di pinggir sungai atau kanal. Dengan penataan sedemikian rupa, air, listrik, dan gas bisa dialirkan ke rumah kapal ini melalui kabel-kabel dan pipa langsung dari daratan. Untuk masalah sanitasi tentu tidak langsung dibuang di sungai, mereka memiliki sistem pengolahan limbah seperti halnya sistem penampungan sanitasi kapal. Limbah MCK dan rumah tangga bisa diolah dan diangkut ke tempat pembuangan sampah.

 Woonboot di musim dingin

 orang-orang bermain ski di dekat woonboot

Hal yang membuat saya terinspirasi dari produk arsitektur woonboot ini adalah tata ruang yang efisien, ketika area daratan sudah mulai sesak, rumah kapal bisa menjadi alternatif utama masalah tata ruang kota. Selain itu, suasana ‘hidup di atas kapal’ merupakan sebuah sensasi tersendiri yang bisa dikatakan cukup mewah. Hidup di atas air menawarkan cara hidup yang berbeda, penghargaan terhadap air dan lingkungan di sekitar, pemandangan yang luar biasa a la kanal-kanal di Belanda, dan hal-hal lain yang bisa kita dapatkan saat kaki kita menginjak lantai woonboot.

– ditulis oleh Yuvina Rahmadhani

4 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

4 responses to “#758 de Woonboot dan Hidup Masa Kini ala Penjelajah Samudera

  1. Tante Ndari

    Wah aku suka banget dengan model rumah yang gambar 3 warna coklat andai aku bisa bikin kayak gitu……

  2. Regina Yolanda

    Inspiratif..😀😀 (y)
    satu lagi yg harus dicoba masyarakat Indonesia setelah daratan di Indonesia engga cukup lagi nih..
    selain efisien, ini juga kreatif loh..
    liat aja dari desain woonboot-nya.. hehe..
    keyeenn..

  3. tulisan yang bagus. jarang-jarang ada anak negeri yang tahu tentang hal seperti ini. Mungkin Indonesia suatu saat nanti bisa meniru gaya ‘unik’ woonboot ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s