#760 Belanda Memanusiakan Manusia Lewat Seni Dan Budaya

Lebih dari 150 tahun yang lalu, Karl Marx yang awalnya merupakan seorang liberal radikal, mengalami revolusi pemikiran dalam dirinya dan mulai beralih menjadi seorang sosialis. Kunjungannya ke Paris dan pertemuannya dengan orang-orang sosialis radikal seperti Produhon dan lainnya lah yang menjadi penyebab revolusi pemikiran Marx tersebut. Salah satu pemikiran yang muncul dari Marx di awal masa-masa ketika ia mulai menjadi seorang sosialis adalah mengenai pendapatnya soal hakikat pekerjaan dan bagaimana pekerjaan di bawah sistem kapitalisme menyebabkan manusia teralienasi dari dirinya sendiri.

Menurut Marx, manusia seharusnya mengobjektivasikan diri ke dalam alam melalui pekerjaannya. Lewat pekerjaan, manusia menjadi nyata. Hal semacam itu tidak akan tercapai apabila manusia bekerja di bawah sistem kapitalisme dan bekerja tak sesuai dengan keinginannya. Pekerjaan yang semacam itu membuat manusia gagal mengeluarkan kreatifitasnya, dan gagal mengobjektifikasi dirinya dalam pekerjaannya. Akibatnya, manusia menjadi teralienasi dari dirinya sendiri.

Pendapat Marx tersebut membuat saya kemudian berpikir bahwa salah satu pekerjaan yang mampu membuat manusia tak teralienasi dari dirinya sendiri adalah seni dan budaya. Lewat seni dan budaya, manusia dapat mengekspresikan dirinya dalam pekerjaannya, mengobjektifikasikan dirinya pada karya-karyanya.

Harus diakui, kini, tak banyak lagi pihak yang menghargai pekerjaan yang bukan mengejar materi dan lebih pengekspresian diri manusia dalam karya-karyanya. Apalagi, jika Anda berbicara mengenai negara. Tak banyak pemerintah negara-negara di dunia yang mendorong manusia-manusianya untuk mampu menjadi manusia dengan pekerjaan-pekerjaan di bidang seni dan budaya. Paham kapitalisme yang kian kental kini membuat setiap negara berlomba-lomba untuk menyokong berkembangnya sektor ekonomi negara, bukan seni dan budaya.

Namun hal yang berbeda akan tampak jika kita berbicara soal Belanda. Melalui bacaan-bacaan yang sempat saya lahap, saya mengetahui, atau setidaknya berpikir, bahwa Belanda adalah negara yang amat menghargai kreatifitas manusia, dengan dukungannya yang besar terhadap sektor seni dan budaya.

Sebuah karya di Bandara Schiphol, Amsterdam. (Sumber foto: Hongkiat.com)

Belanda adalah negara yang sangat mendukung dunia seni dan budaya, dan tak henti-hentinya mendukung warganya untuk berkarya. Salah satu dukungan paling nyata yang mereka berikan adalah dengan adanya Public Cultural Funds. Ini adalah sebuah kebijakan subsidi bagi kegiatan-kegiatan dan proyek-proyek budaya. Kebijakan ini sendiri tertuang dalam Cultural Policy Act (Wet op het specifiek cultuurbeleid), yang dibuat pada tahun 1993. Lewat kebijakan ini, pemerintah Belanda melalui instansi-instansi tertentu memberikan bantuan subsidi dan dukungan bagi kelompok atau perseorangan yang memiliki proyek seni dan budaya.

Ada berbagai macam program dalam Public Cultural Funds, yang membuat kebijakan ini memiliki cakupan yang luas. Mulai dari desainer visual, perupa, arsitek, pembuat film, seniman performing arts, bahkan hingga kritikus dan kurator. Tak hanya di bidang seni, bidang literatur pun mendapatkan perhatian yang serupa. Penulis-penulis dari Belanda, ataupun warga asing yang tertarik dengan literatur Belanda, bisa mendapatkan dukungan pemerintah dari program ini.

GO Gallery, salah satu galeri yang ikut serta dalam Project Amsterdam Street Art. (Sumber foto: http://indigosadventures.wordpress.com)

Program yang begitu mendukung kegiatan kesenian dan budaya inilah yang membuat Belanda menjadi negara yang begitu “ramah” bagi mereka yang tertarik menggeluti bidang seni dan budaya. Dukungan yang begitu nyata tersebut membuat masyarakat Belanda menjadi percaya diri untuk berkarya dan menuangkan kreatifitas mereka. Tanpa disadari, pemerintah Belanda telah merangsang warganya untuk tetap menjadi manusia, dan bukan robot-robot penggerak roda ekonomi di pabrik-pabrik belaka.

– ditulis oleh Rezky Agustyananto

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s