#762 Cinta dalam Sepotong Keju

Apa yang terlintas di benak Anda ketika seseorang menyebut “Belanda”? Mungkin banyak dari Anda akan membayangkan hamparan tulip, kanal-kanal sepanjang kota, kincir angin, dan keju. Siapa yang tidak kenal keju? Makanan hasil olahan susu ini sudah lama dikenal di dunia baik sebagai camilan maupun pemberi cita rasa pada makanan. Keju juga merupakan salah satu ikon nasional Belanda di samping kincir angin, bunga tulip, dan clogs alias bakiak khas Belanda [1]. Sangat mungkin perkenalan bangsa Indonesia dengan makanan Londo ini terjadi saat Belanda masih menduduki Indonesia dulu.

Meski keju Belanda banyak macamnya, tapi yang paling terkenal adalah keju Gouda Belanda. Keju ini memiliki ciri khas berbentuk bundar, berwarna oranye terang, dan beratnya bisa mencapai 12 kilogram! Keju Gouda umumnya dibeli wisatawan sebagai oleh-oleh. Sampai sekarang, pasar tradisional keju Gouda masih menjadi salah satu daya tarik wisatawan di Negeri Van Oranje. Bagaimana tidak, suasana pasar yang khas Belanda tempo doeloe dengan gadis-gadis berbusana tradisional, pria-pria bertopi jerami warna-warni, dan cara tawar-menawar yang unik terlalu sayang untuk dilewatkan. Keberadaan museum keju di Alkmaar seolah turut menguatkan image Belanda sebagai negeri keju.

 Twee marktkoopmannen in de Alkmaar Kaasmarkt
Sumber : http://www.virtualtourist.com

Namun, kepopuleran keju Gouda selama berabad-abad tidak serta merta menutup kesempatan untuk menginovasi produk ini. Berbekal fakta bahwa produk ekspor andalan Belanda adalah keju dan desain, seorang wanita Belanda kreatif berupaya menggabungkan keduanya dalam satu produk. Ia melakukan terobosan baru dengan menghadirkan keju bukan hanya sebagai makanan, melainkan juga sebagai sebuah karya seni. Dialah Marinde van Leuween. Passion van Leuween di bidang desain dan latar belakang sebagai food designer, mendorongnya menciptakan balutan pembungkus yang artistik untuk produk keju Gouda. Pembungkus keju hasil rancangan Marinde van Leuween dibuat dengan teknik cetak lilin berornamen khas Belanda, seperti bunga tulip, renda, dan lansekap kota yang lengkap dengan kincir angin [2].

 Marinde van Leuween bersama keju Gouda cantik hasil desainnya. http://www.designkaas.nl

Di bawah bendera DesignKaas, van Lauween memasarkan produknya secara online. Kesan eksklusif dari produk ini menjadikannya tepat digunakan sebagai oleh-oleh maupun bingkisan. Inovasi Marinde van Lauween ini membuat produknya dinominasikan dalam ajang German Design Award 2012. Dua tahun lalu, Marinde van Lauween memenangkan penghargaan bergengsi Red Dot Design Award 2010 berkat inovasi yang sama. Tahun ini ia dipercaya untuk memamerkan keju hasil desainnya yang terinspirasi dari arsitektur istana Oranienbaum dalam pameran “Dutch Design-House of Orange” di Oranienbaum Palace yang berlangsung sampai 30 September mendatang [3]. (Semoga saya berkesempatan menyaksikannya musim panas nanti).

Bagi saya, kemampuan Marinde van Lauween untuk mengeksplor sesuatu yang biasa menjadi bernilai lebih adalah sesuatu yang mengagumkan. Tetapi yang membuat saya lebih salut adalah keberaniannya untuk memadukan dua hal berbeda menjadi satu hal yang unik dan mewujudkannya dalam tindakan nyata. Marinde van Lauween telah menemukan passionnya untuk berkarya “hanya” dari sepotong keju. Saya yakin, kitapun dapat menciptakan sesuatu yang bermakna dari hal yang sederhana, karena inspirasi bisa datang dari berbagai arah, kreativitaslah yang menjadikannya berbeda.

– ditulis oleh Ratih Eka P.

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s