#771 Luca dan Buah Naga, Pencarian Sebuah Ide Kreatif

“Buah Naga ini sangat cantik. Saya baru saja menghabiskan 1 jam dari waktu saya di hari Jumat malam untuk memandanginya”.

Begitu kira-kira terjemahan kalimat yang ditulis Luca di halaman Facebook miliknya. Luca, seorang mahasiswi asal Belanda yang sedang bekerja magang di salah satu majalah fashion di Jakarta. Jujur, saya tertawa lepas membacanya sambil membayangkan wajah kagum Luca saat menatap buah berwarna merah muda tersebut.

Kemudian terlontar ide menggelitik. “Saya ingin menggunakan buah Naga di pemotretan saya mendatang”. Begitulah Luca. Saya dan teman saya menyebutnya Miss BM. Banyak Maunya. Saat menemaninya melakukan sesi pemotretan di Bali, entah berapa banyak ide yang dilontarkannya seputar konsep pemotretan. Saya membayangkan di dalam kepalanya sedang terjadi badai, dengan ribuan ide berterbangan. Memikirkannya saja sudah membuat saya tersenyum.

Tak ada yang salah memang. Saya meyakini, setiap orang sewajarnya bebas mengeluarkan ide dan berkreasi. Dari berbagai buku yang saya baca, kebanyakan ide hebat berawal dari kumpulan ide buruk, bahkan konyol yang tak jarang ditertawakan dan diremehkan. Mungkin ketika tim Ajax Amsterdam memperkenalkan taktik Total Football yang memungkinkan semua pemain bertukar posisi secara konstan sambil menekan pemain lawan yang menguasai bola, sebagian besar orang menertawakan atau meremehkannya. Jika semua orang bisa bertukar posisi, lalu untuk apa ada pembagian pemain bertahan (defender), pemain tengah (midfielder) dan pemain depan (striker)? Tapi faktanya, taktik tersebut kini lekat menjadi ciri khas permainan tim Ajax Amsterdam dan tim nasional Belanda yang disegani oleh lawan.

Tak hanya Total Football. Amsterdam pun kini memiliki Repair Cafe. Sebagai penggemar kopi, namanya sukses menggugah rasa penasaran saya. Namun, cafe yang satu ini tidak menjual kopi layaknya cafe yang dikenal luas. Di tempat ini, setiap orang bebas membawa berbagai barang rusak untuk diperbaiki, gratis! Tangan-tangan terampil yang memperbaiki pun mungkin akan membuat Anda terperangah. Di antara mereka ada seorang pensiunan ahli farmasi, seniman, dan berbagai profesi lainnya.

Repair Cafe lahir dari keinginan seorang mantan jurnalis, Martine Postma, untuk berbuat sesuatu bagi keberlangsungan lingkungan hidup. Ia menyadari jika saja setiap orang dapat memperbaiki barang-barang yang dimilikinya dengan mudah, maka akan mengurangi jumlah sampah yang kini telah menjadi masalah besar di dunia.

Gerakan ini sifatnya komunal, dari masyarakat untuk masyarakat. Sebagian relawan yang terlibat datang dengan misi yang sama untuk berkontribusi bagi lingkungan. Sebagian lainnya menemukan kenikmatan saat mengutak-atik barang dan memperbaikinya. Keahlian yang mungkin sedikit banyak mulai ditinggalkan orang. Inisiatif yang lahir dari sebuah ide sederhana, yang pada awalnya mungkin diremehkan sebagian orang, kini semakin meluas ke berbagai wilayah di Belanda dan telah mendapatkan dukungan dari pemerintah Belanda.

Kembali ke buah Naga dan Luca. Hei, sebagai orang yang sudah terbiasa melihat dan mengkonsumsi buah Naga, saya harus mengakui, belum pernah saya menghabiskan waktu memandanginya dan memikirkan apa yang bisa saya lakukan dengan buah tersebut. Tiba-tiba terpikir..siapa tahu, kelak ide Luca akan terwujud dan buah Naga yang dipandanginya selama 1 jam pada Jumat malam akan dikenal luas di dunia sepopuler Apel dan Jeruk berkat karya fotonya!

– ditulis oleh Laila Yuliani

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s