#775 Keseimbangan yang Membahagiakan di Belanda

Happiness is not a matter of intensity but of balance and order and rhythm and harmony. Thomas Merton

Siapa yang tidak ingin bahagia, tinggal di tempat yang menyenangkan dan dikelilingi hal-hal yang membahagiakan? Kagum adalah reaksi saya ketika membaca ‘World Happiness Report‘ yang dikeluarkan oleh PBB, membaca Belanda yang menempati peringkat keempat dalam Top 10 Happiest Nations on the planet. Waow, keren, karena entah kenapa yang muncul dalam bayangan saya adalah orang-orang Belanda yang pergi kemana-mana sambil tersenyum lebar saking bahagianya. But I keep wondering, apa sih yang membuat negara yang secara ukuran geografis gak ada apa-apanya ketimbang negara pengapitnya di benua super besar Eropa itu bisa duduk diperingkat keempat, on the planet loh, bukan sekedar di benua Eropa.

Padahal bagi kebanyakan negara maju di dunia, kemajuan di negaranya sering kali seiring dengan tingginya tingkat stress masyarakatnya. Karena stereotype bagi negara maju adalah negara dengan perekonomian terjamin dan dengan masyarakat yang pekerja keras, cenderung workaholic. Namun Belanda mematahkan paham tersebut, negara satu ini termasuk negara maju tapi dengan tingkat kebahagiaan masyarakatnya melebihi negara maju lainnya, terutama jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Jepang. Mungkin karena keseimbangan hidup mereka, karena again, negara kincir angin ini ternyata menempati peringkat ketiga dalam hal work-life balance yang dikeluarkan menurut studi OECD tahun 2011.

Quality of living mereka terbentuk dari faktor situasi politik dan lingkungan sosial Belanda sediri sangat stabil, keadaan perekonomian yang tinggi, tingkat kriminalitas mereka rendah, pelayanan di sektor pendidikan, kesehatan, transportasi bahkan rekreasi mereka juga terjamin. Terlebih lagi terjaminnya hak asasi masyarakat Belanda itu sendiri oleh pemerintahnya. Mereka akan bekerja dengan giat di tempat kerja namun juga dapat menikmati aktivitas pribadi mereka dengan penuh sebagai hak mereka. Berbeda dengan di Indonesia yang cenderung bekerja over time, bahkan setelah pulang kantor pun tidak jarang masih terus dikejar-kejar dengan urusan pekerjaan. Orang Belanda tidak akan mau kehidupan pribadi mereka harus terganggu dengan urusan pekerjaan. Hal ini bagus, karena dengan begitu mereka memiliki waktu untuk relax dari pekerjaan, dan secara kejiwaan akan mengurangi tingkat stress masyarakat.

Kebanyakan masyarakat di negara maju bahkan berkembang sangat memforsir waktu dan tenaga mereka untuk pekerjaan sehingga seringkali melupakan betapa pentingnya waktu senggang, sehingga tidak heran tingkat stres mereka juga cukup tinggi karena merasa banyak yang belum diselesaikan. Namun karena masyarakat di Belanda mendapat jaminan atas hak mereka untuk menikmati hidup di luar pekerjaan, mereka terlihat lebih menikmati hidup dan hal ini memberikan dampak positif, bukan hanya tingkat kebahagiaan mereka yang tinggi tapi juga meningkatkan motivasi diri untuk memaksimalkan potensi diri. Mungkin pada awalnya motivasi tersebut hanya berlaku untuk kehidupan pribadi seseorang dalam mengkreasikan ekspresi diri tapi tanpa disadari sebenarnya hal tersebut kemudian akan berdampak pada lingkungan sekitarnya. Sehingga bukan suatu hal yang aneh kalau masyarakat negara ini kemudian senang berinovasi dan berkreasi untuk menemukan terobosan baru, dan membuat Belanda terus maju baik dari berbagai bidang. Karena selain kultur dan sejarah yang memaksa mereka untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia mereka juga memiliki waktu luang untuk berinovasi. Sehingga tidak heran orang Belanda sering dicirikan dengan sifat kreatifnya.

– ditulis oleh Retno Sriastuti

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s