#776 Rudolf Bonnet dan Perkumpulan Pita Maha

Rudolf Bonnet, seorang pelukis kebangsaan Belanda, adalah salah satu tokoh berpengaruh dalam perkembangan seni Indonesia khususnya seni rupa di Bali. Lahir dalam keluarga yang turun temurun menjadi pembuat roti nyatanya tidak menjadikan pria ini melakukan hal serupa. Rudolf Bonnet memilih untuk menjadi seniman. Pendidikan seni formal ia tempuh di Rijksschool voor Kunstnijverheid (National Arts and Crafts School) dan juga di Rijksacademie (National Academy) di Amsterdam [1]. Tidak berhenti di Belanda, ketertarikannya mengembangkan kreasi seni rupa membawanya ke Italia, di mana dia mendapat pengaruh dari lukisan – lukisan renaisans [2]. Hasil karyanya memikat Presiden Soekarno yang kemudian secara khusus memesan dua lukisan Bonnet untuk dipajang di Istana Bogor [3].

 lukisan Panen Raya karya Rudolf Bonnet yang dipajang di Istana Bogor

Sebagai seorang pelukis moderen, Pria kelahiran Amsterdam 30 Maret 1895 ini tidak segan berbagi kreasi seninya pada perupa Bali, lebih khusus seniman Ubud. Ia berjasa dalam memperkenalkan konsep naturalisme. Ketertarikannya pada orang Bali dan seni budayanya menjadikan ia berkenan mengembangkan seni rupa Bali lewat pendirian Museum Puri Lukisan di Ubud. Yang lebih istimewa, Rudolf Bonnet adalah pelopor berdirinya Pita Maha, sebuah perkumpulan seni rupa Bali [4], yang ia dirikan bersama dengan Walter Spies dan beberapa seniman lokal. Tujuan Pita Maha ini sendiri adalah sebagai wadah para seniman Bali untuk mengembangkan kemampuan seninya dan menjual karya seninya. Keberadaan Pita Maha, buah ide Rudolf Bonnet , adalah sebuah inovasi yang berpengaruh besar. Dahulu, seniman Bali berkarya sebagai bentuk luapan ekspresi tidak untuk mengembangkan apalagi demi aspek ekonomi, maka jelas bahwa keberadaan Pita Maha merupakan sesuatu yang baru dan bermanfaat.

Dari sosok Rudolf Bonnet, setidaknya kita dapat belajar dua hal. Pertama, bahwa kreatifitas orang Belanda dan kepiawaian mereka dalam menghasilkan sebuah inovasi tidak sebatas di negaranya saja. Pencarian orang Belanda tentang sebuah gagasan baru, sebuah inovasi, telah juga membawa mereka untuk menghasilkan karya yang brilian di negara lain. Rudolf Bonnet adalah bukti bahwa di manapun seorang Belanda berada, dia senantiasa menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat tidak hanya bagi dirinya namun juga bagi orang di sekitarnya. Terputusnya hubungan fisik dengan negeri asal tidak mematikan keinginan berinovasi dari orang Belanda. Kedua dan yang paling penting bahwa meski sebagai orang yang berasal dari sebuah negara kreatif dan penuh inovasi, orang Belanda tidak segan untuk berbagi ide dan inovasinya itu kepada orang lain. Meskipun dulu Belanda adalah salah satu negara penjajah, tampak ada pergeseran sikap yang signifikan pascakolonial. Sosok Rudolf Bonnet mencerminkan bagaimana keterbukaan orang Belanda dalam membagi kreasi mereka dan juga membuka jalan bagi bangsa lain untuk mengembangkan kreativitasnya.

Sumbangsih kreasi dan inovasi Rudolf Bonnet bagi perkembangan seni Indonesia, khususnya di Bali adalah sebuah loncatan besar. Dari sini kita dapat belajar bahwa sebagai negara yang kreatif, Belanda tidak hanya mampu mencetak tokoh – tokoh yang jago kandang, namun juga sosok yang mampu mengkontribusikan kreasi dan inovasinya bagi bangsa lainnya. Keberadaan individu – individu kreatif Belanda di Indonesia, seperti Rudolf Bonnet, adalah sebuah peluang. Minimal lewat kerjasama dengan orang – orang kreatif Belanda di Indonesia, kita dapat belajar dan mencetak sumber daya manusia yang se-kreatif dan se-inovatif Belanda namun tetap berpijak pada jati diri dan budaya Indonesia.

– ditulis oleh Gede Adhysima

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s