#781 Strategi Pemasaran Jitu Sang Ratu Belanda

Ratu Beatrix dan Pemasaran Pariwisata Negeri Belanda

Udara yang bersih, alam yang asri, lalu lintas teratur, trem dan bus yang datang dan pergi dengan manajemen waktu yang baik bersinergi membentuk Belanda sebagai destinasi impian pelepas penat. Selain itu, peta-peta terbentang yang menampilkan daerah-daerah kota hingga pelosok dengan diimbangi informasi akurat untuk mencapai medan, ikut menambah nilai plus.

Memanfaatkan apa yang tersedia dan mengolah dengan kreatifitas merupakan prinsip bangsa Belanda. Sepertihalnya sinergi yang diambil pemerintah dalam mengekspansi pendidikan dengan merangkul umat melalui ekspektasi dalam berbahasa internasional, yang terjadi dalam pariwisata ternyata sejalan dengan misi merebut hati pelancong internasional. Menjadi The Fifteen Best Travel Destination in The World dalam Dutch Daily News 2011 yang dilansir dari laporan World Economic Forum, mengindikasikan Belanda tak main-main dalam sektor ini.

Sejarah Keukenhof membuktikan cerita ini. Taman yang dulunya adalah lahan kosong istana yang hanya ditumbuhi dengan tanaman dapur, dan pada abad ke-15 merupakan area berburu, ternyata mendatangkan devisa dari pemikiran kreatif arsitek lansekap, J.D. dan L.P. Zoecher. Bunga Tulip, yang semula tidak memiliki arti apapun di Turki, tempat ia tumbuh pertama kali, menjadi simbol mahsyur karena hasil kreatifitas Belanda dalam menggelar festifal keukenhof setiap tahunnya. Tidak hanya itu, seperlima dari produk ekspor Belanda adalah produk makanan dan bunga. Belanda justru memperoleh keuntungan berlimpah dari industri bunga dengan pasar mencapai 500 juta pelanggan di seluruh Eropa. Iklim yang mendukung, metode produksi berteknologi tinggi, serta proses persilangan yang dilakukan para ilmuwan botani Belanda dalam menambah varietas bunga, berpadu menciptakan neraca surplus devisa bunga.

Deretan arsitektur bangunan, infrastruktur, museum, bendungan, sungai, dan gedung-gedung parlemen dalam skala imut berjejer rapi menyiratkan pelancong sebagai raksasa yang mengunjungi negeri manusia mini. Madurodam pun menjadi salah satu destinasi pariwisata ciamik. Tidak tanggung-tanggung, Belanda membangun lebih dari 1000 museum—yang berhasil membuat pelancong mentransfer pundi-pundi informasi baru ke rekening bank otak mereka sembari berdecak kagum.

Queen’s Day dan Strategi Jitu Ratu Beatrix

Salah satu marketing yang dilakukan Ratu Beatrix dalam menjadikan Belanda sebagai destinasi pariwisata internasional adalah dengan menetapkan Queen’s Day jatuh setiap tanggal 30 April. Perayaan Queen’s Day yang pertama kali dirayakan pada 31 Agustus 1885 untuk menghormati kelahiran Ratu Wilhelmina, dan kemudian berubah menjadi 30 April ketika Ratu Juliana sukses menggantikannya tahta ibunya di tahun 1949, justru secara kreatif dijadikan strategi jitu oleh Ratu Beatrix sebagai strategi pemasaran pariwisata negeri Belanda—disamping untuk menghormati ibunya.

Beliau sadar akan keutamaan Queen’s Day yang jatuh pada bulan April dan bertepatan dengan musim semi, tentu akan meningkatkan jumlah pelancong internasional yang membanjiri Belanda. Pelancong internasional tidak hanya mendapatkan pemandangan Keukenhof, matahari dan festival diskon musim semi, tapi juga dapat menikmati jejeran boatsberdekorasi apik yang memenuhi kanal, ribuan orang yang mengenakan pakaian dan aksesori berwarna orange, atraksi menari dan bernyanyi, live music di tempat-tempat publik, juga berbagai kesenian yang digelar di jalan-jalan umum. Kontur masyarakat Belanda yang sangat multikultural dalam kemeriahan Queen’s Day tentu menimbulkan atmosfer perasaan hangat bahwa siapapun, diterima di negeri ini. Ketika pelancong merasa nyaman dan puas, secara tidak langsung, ia ikut mempromosikan pariwisata Belanda. Suatu circle yang membawa devisa berkelanjutan.

Jadi, jelas aja rakyat Belanda kreatif-kreatif. Wong ratunya aja kreatif.

– ditulis oleh Handini Suwarno

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s