#789 Sepenggal Catatan Harian tentang Negeri Tulip

Membuat tulisan tentang Belanda ini, pikiran Saya dibawa terbang ke masa lampau, saat Saya masih kelas 6 SD. Siang itu, kakak Saya membawa majalah BoBo yang baru dibelinya. Saya bolak-balik majalah tersebut, Saya membaca sebuah artikel (Saya lupa judulnya) tentang Holland. Yang terutama menarik perhatian Saya adalah gambar-gambar dalam artikel tersebut. Saya terkesan dengan sebuah gambar taman yang indah, dihiasi dengan jembatan dan bunga-bunga yang beraneka warna…so beautiful, so creative, pikir Saya. Saya gunting gambar tersebut dan Saya tempel di buku harian saya…bermimpi suatu saat nanti bisa melihat indahnya bunga-bunga tersebut secara nyata….

Masa SMP, Saya keranjingan dengan hal yang berbau bola. Saya sering bermain dengan teman-teman setiap sore sepulang sekolah. Tontonan tentang bola pun tidak pernah Saya lewatkan. Minggu siang, Saya menonton sebuah tayangan bola di TVRI, kebetulan membahas tentang Tim Oranye dari masa ke masa….dan wowww, Saya mengenal apa yang namanya total football, mata Saya tidak bisa lepas dari TV, Saya melihat pemain-pemain yang berlari ke berbagai sudut lapangan, hampir tidak ada batasan, tidak ada pembagian posisi pemain, sungguh indah dan mengalir. Saya cari-cari info tentang total football, dan akhirnya Saya tahu, Sang Arsitek adalah Rinus Michael…sungguh inteligen dan kratif orang ini, pikir Saya..sejak saat itu, Tim Oranye Belanda selalu menjadi favorit Saya di setiap kejuaraan.

Masa SMA, Saya mengenal sisi lain dari negeri ini dari sisi sejarah. Sejarah mungkin mencatat penjajahan yang pernah dilakukan Belanda atas negeri yang indah ini. Dari sisi sejarah yang terutama menarik minat Saya adalahMax Havelaar karangan Edward Douwes Dekker (Multatuli), saya bepikir bahwa ternyata tidak semua orang Belanda itu jahat. Edward Douwess Dekker, meskipun masa itu merupakan bangsa penjajah, namun dengan kreativitasnya telah membantu perjuangan Bangsa Indonesia. Hadirnya buku ini telah membuka mata pemerintah Belanda akan nasib rakyat di negeri jajahannya, sehingga lahirlah Politik Etis (Politik Balas Budi). Dengan Politik ini, Belanda mulai memperhatikan nasib rakyat di negeri jajahannya. Rakyat mulai diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan, namun masih terbatas.

Pada masa melanjutkan pendidikan kedokteran, Saya bertemu lagi dengan hal berbau Belanda. Mempelajari nutrisi, Saya berkenalan dengan Christiaan Eijkman, tokoh penting dalam penemuan vitamin. Mikroskop yang Saya gunakan dalam praktikum sehari-hari, lagi-lagi berkat kreativitas seorang Belanda yang bernama Anthony van Leuweenhoek. Bahkan kurikulum pendidikan dokter yang Saya jalanipun diadopsi dari kurikulum pendidikan dokter dari Universitas Maastricht, Belanda. Metode diskusi yang Saya gunakan sehari-hari, metode seven jumps lagi-lagi merupakan buah karya seorang Belanda. Melanjutkan pendidikan S2, lagi-lagi buah karya orang-orang Belanda menemani kehidupan akademis Saya. Saya diperkenalkan dengan sistem pendidikan Problem Based-Learning,standar setting penilaian Saya pun menggunakan buah pikir orang Belanda, Cohen’s method dan Hofstee’s method. Bahkan metode yang terakhir pernah digunakan sebagai standar setting Ujian Kompetensi Dokter Indonesia.

Benang merah yang dapat Saya tarik, dari Saya masih mengenakan topi merah putih sampai sekarang Saya telah mengenakan toga dan jas, ternyata kreativitas orang Belanda senantiasa mewarnai setiap jenjang akademis Saya…Mungkin, jika Saya melanjutkan ke jenjang S3 dan spesialisasi nanti, Saya akan bertemu dengan karya hebat dan kreatif orang Belanda lainnya…siapa tahu..

– ditulis oleh I Made Pariartha

8 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

8 responses to “#789 Sepenggal Catatan Harian tentang Negeri Tulip

  1. Belanda juga jadi salah satu negeri impian saya, selain jepang :p

  2. Saya setuju dengan apa yang dikatakan si lucu (ini siapa sie? kok pake nama aneh? saya panggil mbak atau mas nie?). Grading itu saya setuju mengkotak-kotakkan siswa dan membuat diskriminasi, tapi jangan salah Mbak, itu dulu lhooo…setahu Saya, sekarang di Belanda sistem grading di Belanda itu mulai ditinggalkan. Jadi menurut Saya, kita yang harus peka dengan perkembangan…warisan yang dulu ga baik, ya kita ubah ajaaa…makanya pemerintah harus pinter2 membuat kebijakan, harus peka, harus kreatif…kalau emang grading ga baik terhadap pendidikan, ya kita hapuskan saja…gitu aja kok repot (minjem istilah alm. Gus Dur)…

  3. si lucu

    Mas, bukannya skeptis sih, hanya saja setau saya sistem grading, yang membuat mahasiswa jadi terkotak-kotak pada label A, B, C dan seterusnya, adalah peninggalan Belanda loh. Jeleknya sistem pendidikan di Indonesia ini juga sedikit banyak, akibat penjajahan Belanda kan?

    • indah

      kalo menurut saya, sistem pendidikan kita seperti ini bukan karena peninggalan orang tetapi karena bangsa kita yang tidak bisa memilih kebijakan yang sesuai dengan negeri kita sendiri. kita hanya bisa ikut ikutan saja tanpa punya kreativitas sendiri

  4. heni

    sejarah mempertautkan kita dengan Belanda, mungkin ada maksud tersembunyi yang tidak kita ketahui? penjajahan mungkin membekas dalam hati Indonesia,,,namun biarlah cerita kelam itu kita tinggalkan di belakang. Kita tatap masa depan untuk bekerja sama ke depan. bagaikan dua orang saudara yang berbaikan kembali setelah bertengkar… : )

  5. indah

    Hmmm…ternyata kontribusi orang Belanda di negara kita lumayan banyak. mulai dari menjajah sampai dengan memberikan kontribusi di segala bidang. baik memberikan inspirasi dalam bidang olahraga sampai dengan bidang pendidikan…tapi tetap bangsa kita harus berdikari lhooo… : )

  6. Negeri kita dan Belanda memang memiliki “belitan” hubungan yang cukup dekat, baik karena dipertemukan oleh sejarah ataupun karena keinginan untuk tetap saling mendukung di era modern ini.

    Saya percaya kalau penulis berkesempatan mengunjungi Belanda, maka akan lebih banyak lagi catatan harian yang bermakna bagi kita semua🙂.

  7. sepertinya pengalaman kita hampir sama tapi mungkin saya tidak menyadari bahwa semua hal itu berbau belanda. it’s a good things ternyata semua itu berasal dari negeri yang tidak terlalu luas tapi punya banyak orang berbakat dengan berbagai kreativitas😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s