#796 Belanda, Tiada Batas Sebuah Kreativitas

Kini dunia telah digembar gemborkan oleh suatu masa dimana banyak orang menyebutnya dengan era globalisasi. Di era globalisalah tiap individu  yang kian hari makin mencekik bagi siapa yang tak sanggup bertahan. Tapi disatu sisi, di era globalisasi pulalah seseorang dapat mendapatkan barang apa saja dengan mudahnya tanpa terkecuali dengan harga yang kompetitif pula.Tapi pernahkah terlintas dalam benak “barang apakah yang paling mahal di masa mendatang?”

Minyak bumi ? Emas ? Udara bersih ?

Jawabannya simple. IDE! . Ide adalah hal yang tak ternilai harganya di masa mendatang. Karena “ide” pulalah yang membuat seseorang atau perusahaan, bahkan suatu negara mampu bertahan di pasar bebas dengan persaingan yang ketat. Namun perlu diperhatikan bahwa ide hanya akan menjadi balon udara yang melayang di udara jika tidak ada action untuk mengubahnya. Semakin lama membiarkannya mengambang di udara, semakin besar peluang orang lain untuk mengambil, menangkap, dan mengimplementasikannya.

Perlu diketahui pula, bahwa kesuksesan sebuah negara tidak terletak dari banyaknya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, namun justru terletak pada sumber daya manusia. Sebagai contoh, kekayaan yang dimiliki Indonesia menjadi bencana ketika para individunya tidak mampu mengelolanya dengan optimal dan tidak memikirkan efek jangka panjangnya.

Out of clutter, find simplicity. From discord, find harmony. In the middle of difficulty, find opportunity – A. Einstein

Quote diatas rasanya mampu menggambarkan pentingnya pengembangan sumber daya manusia. Dalam hal ini Belanda yang mampu menemukan kesempatan di setiap kesulitan, menciptakan kelebihan di setiap kekurangan.  Dan tidak ada salahnya Indonesia “meniru” Belanda yang mampu berani mengimplementasikan ide-ide yang tidak hanya kreatif, dan inovatif, namun juga solutif !

Dalam keterbatasan, Belanda yang daratannya didominasi oleh laut, 26% daratannya berada di bawah permukaan air laut. Bahkan pada tahun 1953  telah menenggelamkan 1800 orang karena banjir. Dari musibah itulah, Belanda membangun bendungan Oosterschelde sepanjang 9 km yang merupakan proyek pembangunan menakjubkan dalam sejarah. Bendungan ini memiliki gerbang otomatis yang akan menutup jika air pasang datang. Berkat pemikiran yang kreatif, inovatif, dan solutif dalam mengendalikan banjir, kini Belanda menjadi pioneer pengekspor  bendungan.

Belanda tidak berhenti mengeksplor kreativitasnya untuk memecahkan masalah. Dengan mengusung teknologi kincir angin, Belanda berhasil memperluas daratannya. Kincir air yang berada di dalam kincir angin berguna untuk mengalihkan air. Kemudian, tanah yang masih sedikit basah dikeringkan dengan kincir angin dan lama-lama tanah tersebut akan mengeras dan menjadi daratan.

Pengoptimalan kincir angin pun dilakukan, terbukti mampu membantu pertanian dan industri. Semisal, untuk menggergaji kayu, memproduksi kertas, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung. Bahkan, kini kincir angin menjadi obyek wisata.

Selain itu pula, di tengah krisis harga minyak dunia, Universitas Teknologi Delft berhasil menemukan bahan baru terbarukan. Para ilmuwan telah berhasil mengolah kandungan amonia yang terdapat pada air seni  sebagai sumber untuk sel bahan bakar yang digunakan untuk memproduksi energi listrik.  Itulah Belanda, terkenal dengan sumber daya manusianya yang mampu menciptakan ide kreatif, inovatif, dan solutif. Belanda telah menyulap “sampah” tak terbatas seperti “si kuning urine” menjadi barang berharga. Tak heran Belanda berhasil masuk daftar Top 10 Most Innovative Countries. Dan kini, giliran kita. Indonesia.

Kembangkan Sumber Daya Manusia = Kesuksesan Negara

– ditulis oleh Yulita Rosiana

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s