#798 Pride Photo Award: Kreasi yang Memanusiakan Manusia

Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) adalah kelompok-kelompok yang seringkali dianggap sebagai manusia yang tersisih. Pride Photo Award sebuah kontes internasional di Amsterdam Belanda mencoba memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keberadaan LGBT. Foto di sini tidak hanya digunakan untuk kepentingan keindahan visual saja namun foto juga digunakan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang luhur mengenai manusia itu sendiri.

Pride Photo Award merupakan representasi dari masyarakat yang mulai sadar. Sadar akan sebuah pemahaman mengenai dunia yang lebih baik. Pemahaman bahwa dunia akan menjadi indah dan damai jika semua manusia bisa saling memahami. Stereotype kaku mengenai laki-laki atau perempuan bisa menjadi lebih cair dengan memahami bahwa ada yang bukan laki-laki dan ada bukan perempuan.

Pride Photo Award menampilkan foto-foto terbaik dalam pamerannya tentang LGBT. Kontes pertama dilakukan pada 1 April – 30 Juni 2011 yang dipilih pemenangnya berdasarkan juri internasional yang dipilih. Untuk melihat hasil-hasil karya yang mengikuti Pride Photo Award dapat diakses di http://www.pridephotoaward.org/.

Pride Photo Award merupakan sebuah bukti kreativitas dan keprihatinan masyarakat Belanda mengenai sebuah isu. LGBT sebagai isu yang cukup sensitif di Indonesia ternyata mampu ditampilkan sebagai isu serius namun juga merakyat yang benar-benar diperhatikan di Belanda. LGBT memang sebuah isu yang harus dipahami masyarkat dan oleh karena itu kegiatan Pride Photo Award ini secara khusus menampilkan sebuah isu dengan pendekatan yang menarik dan intens. Menarik di sini ditampilkan dengan kumpulan foto yang dalam sehingga memancing refleksi bagi para audiensnya. Intens yang dimaksud yaitu tentang bagaimana usaha Pride Photo Award yang diselanggarakn secara sejak 2011 yang akan dilaksanakan lagi pada 2012 ini semoga semakin mampu menggerakkan masyarakat untuk memahami LGBT tidak hanya di Amsterdam sendiri namun juga di seluruh penjuru dunia.

Kegiatan seperti Pride Award Photo bila dilaksanakan di Indonesia saya pikir pasti akan ditanggapi negatif oleh masyarakat. Contohnya saja kegiatan diskusi buku Allah,Libery, and Love oleh Irshad Manji di beberapa tempat seperti Salihara Jakarta dan LKIS Yogyakarta yang diserang oleh beberapa kelompok yang mengatasnamakan diri mereka di bawah agama tertentu. Irshad Manji adalah penulis dari Kanada yang konsen menulis tentang agama Islam dengan sudut pandang liberal yang juga berkaitan dengan isu LGBT pula. Dari kisah di Indonesia ini saya jadi semakin ingin tahu bagaimana kreativitas itu mampu membentuk suatu masyarakat menjadi lebih inklusif dan humanis seperi di Belanda.

– ditulis oleh Vito Adriono

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s