#802 VOC dalam Bursa Efek Indonesia

 Dok. pribadi

Kreativitas? Belanda?

“Lha itu orang Belanda bisa menjajah Indonesia selama tiga abad apa nggak kurang kreatif?” Begitulah jawaban temanku ketika kutanya opininya mengenai dutch creativity. Aku nyengir di depan layar komputerku.



Suatu hari, aku melewati Gedung Bursa Efek Indonesia. Di dekat halte bergaya futuristik di depan BEI terdapat sebuah monitor besar yang bisa kita lihat di sana harga terkini saham berbagai emiten saham beserta kode perusahaannya. Setiap menit, setiap jam, harga perlembar saham berganti-ganti.

 Dok. narratur.wordpress.com

Tiba-tiba, aku bertanya-tanya dalam otak. Siapa sih yang menciptakan bursa efek? Negara mana yang punya bursa efek pertama kali?

Belanda. Negara yang miskin alam namun kaya penghargaan terhadap kreativitas dan penemuan. Tak hanya menemukan mikroskop dan teleskop, bursa efek pertama pun juga Belanda yang punya!

Amsterdam Stock Exchange disebut-sebut dalam sejarah sebagai bursa efek pertama yang menjual securities di dunia. Amsterdam Stock Exchange dibuka gedungnya pada tahun 1611. Gedung pertamanya didesain oleh Hendrik de Keyzer dan sayang sekali sudah dihancurkan pada abad 19. Sekarang, bursa efek tersebut merger dengan Brussels Stock Exchange dan Paris Bourse menjadi bernama Euronext.

Yaaa, mirip-mirip Bursa Efek Jakarta digabung dengan Bursa Efek Surabaya menjadi Bursa Efek Indonesia gitu deh…

 Dok pribadi, foto dari Kompas

Nah, Amsterdam Stock Exchange sendiri yang mendirikan ialah Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). VOC sekaligus merupakan perusahaan pertama yang meng-issue saham. Dan ya, pasti orang Indonesia familiar dengan VOC, ‘kan? Setidaknya penduduk yang sudah lewat dari kelas 4 SD dan rajin mendengarkan guru sejarah.

 Saham pertama VOC. Dok. oldest-share.com

VOC ialah perusahaan monopoli asal Belanda yang berfungsi untuk melakukan niaga dengan daerah-daerah di Asia bagian Timur, termasuk Indonesia. Jakarta dijadikan pusat administrasi VOC oleh Gubernur Jenderal Pieter Both dan Jakarta (Batavia) bisa dibilang menjadi jajahan pertama VOC di Indonesia. Meski VOC merupakan perusahaan dagang, namun diberikan hak-hak spesial dan didukung penuh oleh negara. Sehingga, meski kemudian VOC bangkrut pada abad 18, penjajahan pun dilanjutkan oleh pemerintah Belanda.

Dan lagi-lagi, Belanda tak hanya punya bursa efek pertama di dunia tapi juga punya perusahaan multinasional pertama di dunia. Ya, VOC itu tadi.

 Dari situs IDX dan diedit.😀

Kadang aku berpikir, seandainya VOC masih ada dan punya cabang di Indonesia. Yah… anggap saja punya kode emiten VOCI dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia, pasti harga saham VOCI akan terlihat di monitor besar di dekat Gedung BEI tadi, lalu di daftar harga saham BEI di halaman harian ibukota akan terpampang juga nama perusahaannya.

Belanda memang negara yang sangat menghargai inovasi dan kreativitas. Katanya, kreativitas di sana memang didukung sekali karena akan muncul ide-ide baru yang bisa dijual. Terbukti banyak penemuan di sana, sebut saja kincir angin, konsep stad onder de grond (kota di bawah tanah), elektrokardiograf, dan lain-lain. Penemuan daerah jaman dulu (baca: penjajahan) juga menjadi bukti bahwa sejak dulu Belanda diliputi rasa ingin tahu dan keinginan untuk maju yang besar.

Dan, hihihi, dibalik memang kreatif bisa menjajah Indonesia selama tiga abad, Belanda mampu menjajah dunia dengan inovasi-inovasinya. Belanda memang benar-benar negara yang amat sangat kreatif dan inovatif sekali!

– ditulis oleh Sitti Rasuna Wibawa

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s