#806 Tom van Wingerden

Tom Van Wingerden dan istrinya Vicky datang ke Amerika Serikat dari Negeri Belanda pada tahun 1971 dan memulai bisnisnya dengan menyewa greenhouse seluas 1.858 meter persegi di Charlotte, North Carolina. Setahun kemudian keluarga tersebut pindah ke Huntersville, juga di North Carolina, membuat greenhouse seluas 3.700 meter persegi di tanah yang dibelinya, yang sekarang menjadi greenhouse utuh terbesar di Amerika Serikat, bahkan mungkin di dunia seluas sekitar 60 hektar. Perusahaan tersebut diberi nama “Metrolina Greenhouses.”

Pengalaman saya magang di Metrolina Greenhouses beberapa tahun yang lalu memang sangat mengesankan. Tak sekadar luas, peralatan yang digunakan Metrolina pun serba otomatis. Proses penanaman, pengairan, pemupukan, hingga pengepakan dikendalikan komputer. Bahkan komputer yang ada di greenhouse pun dapat tersambung secara online, sehingga dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Atap greenhouse terdiri dari 2 lapis: kaca dan shading net berwarna putih. Di setiap pojok bangunan terdapat 2 alat sensor pendeteksi cuaca dan cahaya matahari. Sensor yang disebutkan pertama sebagai pengendali atap. Bila ia mendeteksi hujan, atap tertutup dalam waktu 5 menit. Bila cuaca cerah atap pun terbuka. Sedangkan sensor cahaya matahari mengendalikan kerapatan shading net.

Dalam setahun, Metrolina Greenhouses memproduksi lebih dari 150-juta bibit tanaman hias seperti krisan, geranium, gerbera, impatiens, dahlia, dan lainnya. Juga poinsettia yang dicat berwarna-warni dan juga dengan bercak emas. Selain tanaman hias, Metrolina juga memproduksi sayuran. Produksi tanaman hias mencapai 95% dari total produksi.

Produksi jutaan pot leluasa dilakukan karena penggunaan lahan sangat efektif. Lebih dari 95% lahan digunakan untuk produksi. Penanaman sistem bertingkat. Tanaman diletakkan di atas lantai, meja, dan digantung. Penggunaan sistem ban berjalan memungkinkan kegiatan perkecambahan, pembibitan, dan pembesaran berlangsung terus-menerus. Tanaman berpindah dari satu sektor ke sektor lain menggunakan crane, ban berjalan, dan mobil listrik.

Saya pernah bertanya kepada Tom, ”Bagaimana bapak bisa membangun greenhouse sebesar ini?”. Tom menjawab dengan singkat, ” Terus saja bangun”. Selanjutnya Tom berucap, “Kamu bisa produksi tanaman terbaik di dunia, tapi kalau tidak bisa menjual percuma, kamu tak akan kemana-mana. Pemilihan jenis tanaman dan inovasi cara budidaya dan teknologi juga harus dilakukan”.

Tom Van Wingerden memang terlahir dari keluarga yang sangat mendalami pertanian terutama budidaya di dalam greenhouse. Tom beserta 15 orang adik-adiknya, memiliki andil yang besar pada inovasi di dunia hortikultura. Ayahnya, Aart Van Wingerden, selain menjadi pelopor budidaya tanaman hias di dalam greenhouse di Amerika Serikat, ternyata juga pelopor budidaya pakan ternak di daerah Lembang, Bandung, pada tahun 1960-an.

Niatan Tom berinovasi adalah untuk memproduksi tanaman dengan cara yang lebih cepat, biaya lebih rendah, dan meminimalisir tenaga kerja. Dalam berinovasi, menurut Tom, kita harus lakukan sesuatu, tidak berbuat apa-apa lebih buruk dibandingkan membuat kesalahan. Dan dalam prakteknya, Tom selalu mempercayakan kepada tenaga-tenaga ahli mekanisasi yang kreatif dari negeri Belanda.

Tom Van Wingerden telah berpulang pada tanggal 19 Desember 2009 di usia 63 tahun. Namun sebelum wafat, dia telah mempersiapkan dengan sangat baik penerusnya. Sejak tahun 2005, operasional greenhouse telah dilaksanakan sepenuhnya oleh anak-anaknya, dan perusahannya terus berkembang sebagai perusahaan florikultura keluarga terbesar di Amerika Serikat, dengan tradisi kreatifitas Belanda yang kuat.

– ditulis oleh M. Apriza Suska

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s