#807 Green Creative Technology Ala Belanda untuk Menghadapi Fenomena Perubahan Iklim

Kreatifitas memang telah lekat menjadi karakter khas Negara Belanda. Berbagai produk kreatif mulai dari produk jasa, produk barang, hingga produk teknologi memiliki nuansa kreatifitas yang sangat tinggi. Belanda yang hanya memiliki luas wilayah sebesar 33,893 km2 dan 16.7 juta penduduk itu mampu menjadi jajaran Negara terbaik di dunia dalam berbagai kategori, misalnya tahun 2010 Belanda menjadi Negara dengan ekonomi terbaik ke-8 dalam World Globalization Index, meraih peringkat ke-5 dalam digital economy rankings yang diadakan olehEconomist’s Intelligence Unit, serta dalam bidang teknologi, produk pangan, dan lainnya.

Berbagai hambatan dan tantangan yang Belanda rasakan misalnya kondisi topografis negara dengan titik terendahnya 6.7 meter di bawah permukaan laut mengharuskan Belanda berpikir sangat keras untuk menaklukannya. Dengan adanya kerja keras yang gigih dan dengan penggunaan daya pikir yang menakjubkan, mereka mampu menelurkan gagasan-gagasan brilian, inovatif, dan kreatif yang justru memunculkan mereka di kalangan dunia sebagai negara yang sangat maju.

Kreatifitas jugalah yang memacu inovasi-inovasi teknologi Belanda sehingga mereka menjadi kiblat teknologi. Berbagai penelitian, teori ilmiah, hukum fisika, dan produk teknologi berhasil menguasai pasar dunia. Namun, penyadaran tinggi terhadap kreatifitas dan inovasi teknologi tidak membuat mereka lupa diri dalam memperhatikan kondisi lingkungan. Adanya pertambahan penduduk dunia dan peningkatan kemajuan teknologi yang sedemikian pesat akan mengancam daya dukung lingkungaN. Dan inilah Belanda, sekali lagi menjadi negara yang mampu mengeluarkan kreatifitasnya untuk mengatasi isu lingkungan paling hangat saat ini, perubahan iklim.

Dengan kemajuan teknologi yang dimilikinya, Belanda sebenarnya telah memiliki teknologi yang efisien sehingga emisi GRK sudah diminimalisasi. Namun Belanda terus berupaya melakukan berbagai aksi manajemen lingkungan berbasis teknologi atau green technology(teknologi berbasis lingkungan) dalam rangka terciptanya keberlangsungan pembangunan (sustainable development).

Beberapa cara kreatif yang terwujud melalui green creative technology ala Belanda misalnya adalah produk kincir angin dengan baling-baling dari bambu yang didesain oleh Gijsbert Koren. Kincir angin bambu tersebut memiliki kelebihan yaitu lebih ringan daripada baja, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, menurunkan harga biaya investasi dan operasi, serta memberikan kesan power generation yang ramah lingkungan .

Lampu ramah lingkungan bernama SolarMature yang diciptakan Vincent Geraedts merupakan lampu meja yang menggunakan panel surya yang juga berfungsi sebagai kap indah namun cerdas. Lampu tersebut juga baik digunakan sebagai lampu taman.

Selain kedua inovasi tersebut, dalam mengatasi permasalahan kependudukan yang juga berdampak pada perubahan iklim dengan pertambahan kebutuhan tempat tinggal, MVRDV mencoba mengeluarkan solusi dengan cara merancang bangunan dengan green technology yang ramah lingkungan, nyaman, efisien dalam penggunaan energi, juga menggunakan energi terbarukan yang dilengkapi sistem penanganan sampah padat dan limbah cair terbaik.

Rancangan teknologi paling mengesankan yang diajukan sebagai salah satu rencana aksi adaptasi perubahan iklim adalah floating city dengan konsep yang lebih mutakhir dari floating city yang telah ada. Konsep yang diciptakan oleh Rutger de Graaf, peneliti dari TU-Delft adalah adanya jaringan bangunan yang terhubung secara optimal yang dilengkapi dengan sistem penyediaan air minum dan sistem pengolahan limbah, serta dipadukan dengan penggunaan permukaan air sebagai solar collector (pengumpul energi matahari).

Tiga inovasi teknologi kreatif yang disebutkan hanya sebagian kecil dari teknologi yang menjadi bukti kreatifitas Belanda dalam menghadapi permasalahan perubahan iklim baik mitigasi maupun adaptasi.

– ditulis oleh Iin Parlina

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s