#813 Holland, Bite Me!

Jika dunia ini adalah pizza, maka Negara Belanda adalah keju mozzarella.  Rasanya yang unik dan lumer di mulut membuat dia menjadi salah satu elemen penting dalam pizza. Seperti keju dalam pizza, Belanda itu unik dan meninggalkan rasa tersendiri pada awal dan di akhir kisahnya. Oleh karena itu, banyak hal-hal yang membuat kita terbuai dengan indahnya Negara Belanda, dari mulai kincir angin, bendungan, sepatu kayu, tulip hingga keju.

Belanda terkenal akan inovasi dan kreasinya. Dutch (sebutan untuk orang Belanda) selalu hidup dengan sebuah ide baru, hampir segala aspek dalam hidup mereka modifikasi agar dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Belanda menjadi lebih baik. Marilah kita soroti hal yang paling disukai oleh seluruh umat manusia di dunia. Makanan! Belanda sebagai negara terbesar kelima di Benua Eropa dalam eksport dan import agriculture dan bahan makanan, mempunyai cara tersendiri dalam pengembangan industri makanan. Mari kita intip bagaimana para Dutch Creative Junk ini bereksperimen dalam pemenuhan kebutuhan makanan.

setiap harinya pembuat keju melakukan pengecekkan sususeorang pembuat keju di Belanda memiliki peternakan sapi sendiri, lengkap dengan mesin teknologi pengolah keju yang sudah terjamin dan terlegalisasi.

Nasi sebagai makanan pokok Indonesia ternyata juga populer dan menjadi makanan penutup favorit di Belanda. bahkan mesin penjual snack otomatis yang menyediakan ‘nasi’ banyak ditemui di stasiun kereta di Belanda.

Innovative Food Packaging

Eindhoven University of Technology dengan berbagai perusahaan, FBR membuat suatu inovasi botol plastik yang ramah lingkungan dengan inovasi PLA (polylactic acid)  bio-plastik dan penambahan adiktif tertentu untuk mengoptimalkan sifat bahan tertentu, seperti kristalisasi. Kristalisasi itu sangat penting karena merupakan salah satu faktor menentukan kekuatan, sifat penghalang (CO2, O2, H2O) dan sifat termal dari botol.
 “Civilization as it is known today could not have evolved, nor can it survive, without an adequate food supply.” – Norman Borlaug
– ditulis oleh Dian Kusumastuti

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s