#821 Ik hou van fietsen in Nederland (Aku ingin “Ngonthel” di Belanda)

Sepeda pada awalnya melewati beberapa proses penemuan dan penyempurnaan di tahun 1980-an hingga era 1900-an. Hingga akhirnya seperti diketahui kemudian, sepeda menjadi kendaraan yang mengasyikkan. Di Indonesia, perkembangan sepeda banyak dipengaruhi oleh pedagang Belanda yang memboyong sepeda onthel produksi negerinya untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam Indonesia. Kebiasaan itu menular pada kaum pribumi, hingga akhirnya sepeda jadi alat transportasi yang bergengsi. Namun kini sepeda onthel mulai ditinggalkan di Indonesia.

Berbeda dengan Belanda, dari pantauan detik.com di Amsterdam, para pengguna sepeda di Belanda lebih senang menggunakan sepeda yang modelnya seperti onthel. Jarang sekali terlihat sepeda yang model terkini semacam sepeda lipat, fixie, dan sebagainya seperti yang sering terlihat di kota besar di Indonesia. Membaca liputan itu, saya bergumam, “Wah, sama seperti saya nih..”. Sejak masih sekolah di SD saya selalu menggunakan sepeda mini untuk bersekolah, dan saat SMP barulah saya menggunakan sepeda Gazelle peninggalan kakek saya untuk menuntut ilmu hingga lulus SMA. Kecintaan saya terhadap sepeda ini membuat saya penasaran dan tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang negara produsen utama Gazelle, yaitu Belanda.


Bersama salah satu koleksi sepeda kesayangan

Lalu bagaimana perkembangan sepeda di negara kreatif produsen utama sepeda Gazelle, Simplex, dan Batavus ini?? Menurut keterangan dari salah satu situs lokal, 62% perjalanan di negeri ini dilakukan dengan bersepeda. Woow!!


Jalur khusus Sepeda

Negeri Belanda merupakan salah satu surga bagi pengguna sepeda. Di negeri kincir angin tersebut, para pesepeda diperlakukan khusus oleh pemerintah. Siapapun bisa bersepeda dengan aman dan nyaman, karena terdapat jalur khusus untuk sepeda, seperti halnya jalur bus way di Indonesia. Di setiap jalan terdapat dua jalur sepeda untuk masing-masing arah. Seperti gambar di atas, jalur merah merupakan jalur khusus untuk sepeda. Selain itu, seperti halnya kendaraan lain, pengendara sepeda juga harus mematuhi rambu lalu lintas yang ada.. Karena difasilitasi secara serius maka jangan heran bila di setiap sudut terlihat sepeda berseliweran di jalan-jalan kota di Belanda, seperti di Amsterdam, Roterdam, Den Haag atau di desa kecil Wageningen.

Dalam hal parkir sepeda pun Belanda sangat kreatif, Di kota Groningen terdapat tempat parkir bawah tanah di kawasan stasiun kereta api. Di sana terdapat ruangan tempat parkir untuk sekitar 2000 sepeda. Parkiran juga banyak ditemui di bantaran pagar-pagar sungai Amstel.


Parkir sepeda di pinggir pagar sungai Amstel

Pada bulan Agustus tahun lalu, kota Alphen aan den Rijn membuka The Fietsappel, fasilitas parkir sepeda dengan kapasitas 970 sepeda. The Fietsappel terletak di sebelah stasiun kereta api yang mempromosikan budaya intermodality yang begitu umum di Belanda. Dirancang oleh arsitek Wytze Patijn & Kuiper Compagnons. Untuk lantai utama berbentuk spiral dengan konstruksi baja memiliki diameter 27,5 meter dan tinggi 15,5 meter. Jalan di mana sepeda diparkir, dilindungi dalam sebuah spiral dengan bentuk mengkerucut. Kota ini memiliki penduduk sekitar 72.000 orang, jadi ada tempat untuk sekitar satu dari 25 warga untuk memarkir sepeda di dekat stasiun kereta api.


The Fietsappel pada malam hari


The Fietsappel dilihat dari dalam

So, mata memandang kemanapun, yang akan kita temui adalah orang-orang seliweran dengan sepedanya atau ribuan sepeda sedang diparkir di satu lokasi. Sungguh kreatif negara ini, meski terus berinovasi namun tidak meninggalkan gaya hidup sehat dan hemat. Dua kata untuk Belanda, luar biasa!!

– ditulis oleh Tri Yogi Fitri Rahmantyo

1 Komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

One response to “#821 Ik hou van fietsen in Nederland (Aku ingin “Ngonthel” di Belanda)

  1. Federal Mountain Bike

    Ya iya lah di Belanda banyak pake sepeda, lha luas negara nya saja kecil koq terus udara nya dingin banget ya cocok buat manasin badan. Kalo pake mobil atau motor namanya pemborosan, beda banget sama kondisi geografis di Indonesia, wilayahnya rata-rata pegunungan, sekalinya ada daerah yang datar udaranya panas banget, misalnya di Jakarta, lain lagi di Bandung walau udara nya dingin tapi kontur daerah nya turun naik karena daerah pegunungan, contoh lainnya di amerika(USA) atau timur tengah jarang ada sepeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s