Testimoni Pemenang Kompetiblog

Ketertarikan pertama saya dengan Belanda bermula ketika secara iseng saya mengambil mata kuliah pilihan Bahasa Belanda yang ditawarkan oleh kampus. Keisengan tersebut berubah menjadi obsesi ketika sang dosen berhasil mendoktrinasi saya dengan kata-kata bahwa mahasiswa Ilmu Budaya itu harus pernah menuntut ilmu sampai ke Belanda!

Jalan untuk meraihnya sudah saya pikirkan jauh-jauh hari. Rencananya, pertengahan tahun 2011 saya harus sudah lulus dan langsung mencoba peruntungan melalui Huygens Scholarsip Programme (HSP) pada akhir tahun. Belum juga lulus saya sudah mendengar kabar bahwa mulai tahun 2011 HSP akan ditutup. Tidak sampai seminggu saya mendengar kabar penutupan HSP, seorang teman memberi tahu saya tentang kompetiblog ini. Siapa sangka dari 763 artikel yang masuk, artikel saya terpilih oleh juri sebagai salah satu pemenang yang berhak berangkat ke Belanda. Bisa ke Belanda hanya gara-gara menulis 500 kata sampai sekarang pun, hampir setahun setelah benar-benar menjejakkan kaki di sana, masih terasa seperti mimpi.

Selama dua minggu berada di Utrecht, saya nyaris lupa bahwa saya berada di sana dalam rangka belajar. Utrecht Summer School memang dirancang untuk ‘memanjakan’ para pesertanya. Nyaris setiap hari selalu ada social program yang difasilitasi dan dapat kita pilih, seperti ekskursi ke berbagai kota di Belanda, bersepeda, berlayar, berkano, bermain poker, berpiknik, atau bahkan workshop salsa! Berbagai program tersebut ditambah dengan suasana belajar yang menyenangkan membuat kami semakin bingung “ini lagi sekolah atau liburan sih?”

Letak Utrecht yang berada di tengah Belanda juga memungkinkan kita untuk menjelajah Belanda. Tinggal ke stasiun dan beli tiket pulang pergi, maka kita siap melancong ke berbagai kota di Belanda dengan aman dan nyaman. Dengan sistem transportasi yang teratur dan penataan ruang publik yang jelas, jalan-jalan ramai-ramai atau sendirian pun sama-sama menyenangkan.

Kalau sedang kangen Indonesia pun tak perlu menderita. Hampir semua makanan Indonesia bisa didapatkan di Belanda. Mahasiswa Indonesia juga banyak sehingga rasanya memang tepat jika orang Indonesia merasa tinggal di Belanda seperti home away from home.

Menulis ini membuat teringat janji saya ketika berada di Schiphol sambil menunggu pesawat membawa saya ke tanah air. Saya pasti berusaha untuk kembali ke sana. OV-chipkaart dan SIM card Lebara masih saya simpan, menunggu untuk dipakai lagi. Semoga pemenang kompetisi tahun ini juga sesemangat saya mengejar Belanda. Kapan lagi bisa ke Belanda gara-gara 500 kata? (Titish, pemenang Kompetiblog 2011)

Genap satu tahun berlalu sejak Kompetiblog 2011, namun rasa bahagia dan syukur tak pernah putus saat mengingat semua kenangannya. Bahkan, detik-detik sebelum pendaratan pesawat di negeri impian pun masih terekam jelas di otak saya. Melihat Bandara Schiphol di luar jendela pesawat, rasa lelah akibat terbang selama belasan jam pun lenyap seketika. Sebagai gantinya, jantung ini berdebar semakin kencang karena rasa antusias dan penasaran yang begitu besar. Tak pernah terbayang sebelumnya, bahwa saya bisa tiba di Belanda (GRATIS!) karena mengikuti kompetisi menulis tahunan yang diadakan oleh NESO Indonesia, Kompetiblog 2011. Di tengah-tengah break pembuatan skripsi, saya membaca beberapa jurnal dan buku yang akhirnya melahirkan artikel Vitamin B Dosis Tinggi di Belanda, yang (benar-benar) diluar dugaan saya mendapatkan gelar juara 1 K2011 dan menjadi tiket untuk datang ke Koninkrijk der Nederlanden atau The Netherlands. Ya! Ke Belanda berkat nge-blog dan NESO Indonesia!

Selama kelas summer course di Utrecht Universiteit, saya, Titi Sari (salah satu pemenang K2011), dan Inne Ongkodjojo (Perwakilan dari NESO Indonesia) berkesempatan mengenal Belanda melalui kisah sejarah yang menarik, penjelasan kultur lokal, hingga pembahasan isu sosial dan politik yang terbaru. Tidak fasih bahasa Belanda? Jangan kuatir, karena seluruh kegiatan summer course dilakukan dalam bahasa Inggris. Selain belajar di dalam kelas, saya juga berkesempatan mengeksplorasi Belanda secara langsung. Saat itu, tiap kelompok kecil yang telah dibentuk wajib melakukan kunjungan observasi di salah satu kota di Negeri Kincir Angin. Alhasil, tugas tersebut sukses membawa saya dan Federica Gabrieli (Italy) ke kota peristirahatan Willem Van Oranje, Delft. Setibanya di sana, kami berdua tidak bosan menyusuri jalan kecil yang berdampingan dengan sungai penuh rangkaian bunga dan kanal yang berwarna-warni. Sebagai kota penghasil keramik, Delft juga memamerkan keindahan keramik biru putih ala Belanda melalui deretan toko dan kios yang ada di sepanjang jalan. Walaupun lelah, kegiatan observasi hari itu merupakan salah satu tugas summer course yang paling menyenangkan untuk dikerjakan.

Teman-teman sekelas yang datang dari berbagai belahan dunia seperti Itali, Amerika, Hong Kong, Taiwan,dan Korea menambah nilai plus dalam summer course ini. Kondisi tersebut mengajarkan saya untuk bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan yang benar-benar baru.  Sebagai “sesama” pendatang di Belanda, seringkali kami saling membantu mulai dari pembahasan materi ajar hingga memasak bersama. Keakraban antar peserta juga terjalin seiring berjalannya kegiatan kelas, salah satunya adalah study tour. Di akhir pekan, kami melakukan perjalanan ke Den Haag untuk mempelajari sistem pemerintahan Belanda secara langsung di Mahkamah Internasional serta menikmati karya seni yang luar biasa indah di Maurits Huis. Di penghujung hari, kamipun memutuskan untuk melepas lelah dengan bermain air dingin di pantai Scheveningen. Sungguh menyenangkan!

Lebih dari sekedar hadiah K2011, pengalaman dua minggu di Belanda dari NESO Indonesia adalah pengalaman yang mengubah hidup saya. Kalau kamu ingin mendapatkan pengalaman yang sama, menulislah sekarang! Raih kesempatan emas untuk mengecap pendidikan singkat di Belanda yang diberikan NESO Indonesia melalui ajang K2012. Tuangkan idemu, lakukan yang terbaik, dan panjatkan doa padaNya. Semoga musim panas di Belanda menjadi milikmu, dan sampaikan salamku pada tanah Oranje! (Viona, pemenang Kompetiblog 2011)

Di bawah langit cerah tepian sungai, ditemani kopi hangat menjemput datangnya inspirasi, merangkai kata dan tersenyum merefleksikan kehidupan. Kalimat yang anda baca tersebut adalah satu dari banyak mimpi yang terlintas setiap saya membuat sepenggal puisi ataupun karya tulis lainnya. Tidak pernah menyangka bahwa penggenapan mimpi tersebut berawal 1 tahun setelah saya mulai ngeBlog. Mengikuti dan menjadi pemenang dalam Kompetiblog2010 yang diselenggarakan oleh NESO berhasil membuat saya tersenyum lebar di pinggir oudegracht (kanal tua) kota Utrecht sembari menikmati secangkir kopi dan coklat.

01-Agustus-2010, saya berada di Schiphol, menginjakkan kaki dan merasakan udara segar negeri Belanda untuk kali pertama dalam hidup saya. NESO memberangkatkan saya dan Rahma, sebagai dua pemenang, untuk mengalami langsung bagaimana mengenyam pendidikan selama 2 minggu di Utrecht Universiteit.

Mengalami proses belajar di komunitas internasional mengijinkan saya bertemu teman baru dari berbagai negara. Kami bertukar pengetahuan akan kebiasaan di negara masing-masing, apa pendapat kami mengenai Belanda dan tentunya bertukar jawaban dari pertanyaan paling mendasar, “Mengapa kamu memilih Utrecht Summer School (USS)?” dan setiap saya menjawab bahwa saya bisa mengikuti Summer Course di Utrecht hanya karena ngeBlog, merekapun kaget (nyaris sekaget saya saat pengumuman pemenang kompetiblog2010).

Pada tulisan saya di kompetiblog, saya membahas 1 topik mengenai de Rotterdam, the Vertical City dan saya sangat beruntung karena pada subjek pelajaran yang saya ikuti, kami sekelas melakukan ekskursi ke Rotterdam. Pada ekskursi tersebut, kami belajar mengenai sejarah Rotterdam, pelabuhan terbesar kedua di dunia, sebagai kota terpenting untuk memahami sejarah kemaritiman Belanda. Sayapun tidak lupa menikmati sebotol Chocomel dan Bagel Keju sebagai pengisi tenaga saya mengitari jembatan Erasmus, melihat Vertical City secara langsung dari atas Rotterdam’s Cruise Boat.

Studi dan hidup di Belanda menjadi mudah dan menyenangkan karena semua orang bisa berbahasa Inggris. Ini sangat membantu ketika saya dan teman-teman dari Jerman dan Ghana mengikuti Social Programme (SP) dan bertanya mengenai sejarah Utrecht pada masyarakat lokal. SP adalah program di luar kelas yang difasilitasi oleh USS agar semua siswa bisa bersosialisasi dan menikmati kehidupan after class di Utrecht. Saya ingat ketika saya mengikuti SP ke Den Haag, hampir saja saya dan teman bernama Saskia tersesat karena salah membaca peta namun tertolong saat bertanya jalan pada penduduk lokal paruh baya (tua maupun muda, semua bisa berbahasa Inggris).

Sepanjang studi di Utrecht saya dimanjakan dengan atmosfir yang segar dihiasi jalanan berbatu yang klasik, fasilitas transportasi yang modern (tidak ada macet) dan metode belajar yang proaktif dan menyenangkan. Hal yang paling berkesan adalah ketika mengikuti Night Canoeing di seputaran kanal Utrecht malam terakhir, saya dan Sarah (Mahasiswi dari California) gagal total dalam berkano, garis Finish merupakan hal yang tidak pernah kami lihat. Namun yang terpenting adalah kami bisa bersyukur dari pertemuan dan setiap kegagalan yang membuat kami belajar untuk tidak menyerah.

Memenangkan Kompetiblog2010 membuat saya bertemu orang baru, belajar melakukan hal baru dan menambah kebahagiaan baru dalam kehidupan saya. Pengalaman demi pengalaman yang saya nikmati di Belanda adalah hadiah terindah di tahun 2010. Jadikan pengalaman studi di Belanda menjadi pengalamanmu juga. (Yosua, pemenang Kompetiblog 2010)

Jelte Van Abbema adalah salah satu nama yang membawa saya ke Belanda selama 3 minggu melalui kompetiblog2010, dengan tema Dutch Innovation in Your Opinion. Tidak menyangka, keunikan seorang Jelte berimbas ke saya dan tulisan saya, yang kebetulan menemukan dia sewaktu mengembara di belantara google. Terjadilah ‘Aha moments’, yang menurut saya dia adalah salah satu innovator dari Belanda yang sesuai dengan tema kompetiblog.

Membicarakan Belanda dan Inovasinya, bagi saya tidak ada habisnya. Karena pengalaman di Belanda memberikan banyak inspirasi dari hal-hal kecil sampai besar. Bahkan toilet umum di Belanda pun memberikan keunikan bagi saya, yang membuat saya terkagum-kagum alangkah inovatifnya negara ini dalam urusan ‘space’ ditengah kota. Mereka tidak perlu menjadi sebuah negara raksasa untuk memiliki segalanya.

Berada di kota Utrecht selama 2 minggu memberi ikatan batin yang cukup kuat, yang membuat hati ini ingin kembali ke kota tua sekaligus modern ini. Berada diantara bangunan berusia ratusan tahun tapi modern memberi saya banyak pengetahuan baru tentang sejarah Utrecht secara langsung. Kebetulan saya penggemar sejarah dan seni, sayang saya hanya 2 minggu di kota ini, jujur, saya belum Khatam dengan kota Utrecht.

Hal menarik lainnya dari Utrecht, kota ini memberikan atmosfer ‘akademia’. Mungkin karena Universitas Utrecht tersebar dipenjuru kota, malah didalam centrum kita bisa menemukan sekolah atau hal-hal yang berbau pendidikan. Saya sangat terpesona dan kagum dengan salah satu arsitektur Utrecht University, sangat modern, unik dan inovatif. Bahkan, Flat tempat kita tinggal (Cambrigelaan) sangat unik dan modern.

Pengalaman menarik lainnya dari ‘Summer Course’ di Utrecht, bertambahnya teman-teman dari berbagai negara dan sampai saat ini kita masih tetap berhubungan melalui facebook. Di Belanda, saya akhirnya bertemu dengan teman ‘nge-blog’ yang kebetulan dia lagi berjuang dengan program masternya di TU/Eindhoven. Kita belum pernah bertemu sebelumnya, hanya berkomunikasi lewat blog sejak tahun 2005. Jadi pertemuan di Belanda adalah kopi darat kita yang pertama, dan ternyata dia sangat terbuka dan ramah, membantu saya dalam memberi informasi tentang Belanda. Serta melalui dia pulalah teman berkewarganegaraan Belanda saya bertambah.

Menyenangkan, punya teman banyak dari berbagai negara dan budaya. Membuat saya jadi lebih menghargai perbedaan dan berpikiran terbuka. Saya rindu dengan multicultural environment ini, tentunya.

Selain Utrecht, saya mengunjungi kota-kota di Belanda dari utara sampai Maastricht di selatan. Berpetualang seorang diri di Den Haag, Delft dan kota-kota lainnya adalah kenangan indah yang tergores diingatan saya.

Mengamati lifestyle orang Belanda di musim panas sangat menarik bagi saya, mereka sangat ramah dan terbuka, serta komunikatif dengan turis. Jangan pernah takut kalau tersesat di Belanda, hanya bilang ‘Excuse me’ sebagai pembuka, mereka akan mendengarkan dan memberi petunjuk dengan sungguh. Saya jadi betah bertanya di Belanda, meski tidak begitu penting-penting banget, hanya karena saya lagi sendiri di kota ini, dan butuh interaksi dengan penduduk setempat untuk memecahkan kesunyian.

Saya akan berusaha untuk kembali ke negara ini, berharap impian ini akan terwujud. Seperti saya kutip dari Walt Disney, Dreams create reality’ atau pengarang terkenal Paulo Coelho berujar;‘When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it’

Sangat menarik NESO mengadakan program kreatif ini, hanya dengan menulis tentang Belanda lalu terbang ke Belanda. (Rahma, pemenang Kompetiblog 2010)

Memenangkan kompetisi blog yang diselenggarakan NESO Indonesia dan mendapat kesempatan mengikuti Summer School di Utrecht University sekaligus mengunjungi beberapa negara Eropa lainnya selama tiga minggu adalah salah satu hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya.

Tak kurang mengejutkan, karena dua minggu sebelum pengumuman lomba itu, saya menerima surat yang menyatakan kalau pengajuan beasiswa Stuned yang saya kirimkan ditolak. Memang nasib tak ada yang pernah bisa meramalkan dengan tepat, ya? Dalam beberapa hari saja, saya sudah tidak punya waktu untuk meratapi kegagalan. Justru sibuk mempersiapkan keberangkatan dengan berbagai versi rasa senang.

Saya tak menyangka, tulisan saya mengenai Pak Janggut, hal pertama yang muncul dalam ingatan saya saat memikirkan Belanda, justru jadi pilihan para juri, sebagai tulisan yang paling sesuai menampilkan semangat yang ingin ditonjolkan melalui tema dalam kompetisi ini.

Ide NESO untuk memberangkatkan dua pemenang juga merupakan gagasan bagus! Saya dan Atta, bisa bahu membahu dalam upaya menemukan jalan menuju Utrecht dari bandara Schiphol, yang kami anggap sebagai keberhasilan pertama dalam petualangan kami di Belanda. Buat saya yang tinggal di sebuah desa di daerah perbukitan di Bali, yang tidak biasa dengan kehidupan kota besar, itu keberhasilan penting. Setelah itu, selain terlibat berbagai kegiatan bersama-sama, kami juga masing-masing bergaul dan berteman dengan para mahasiswa Indonesia yang ada di Belanda, juga peserta Summer School lainnya dari seluruh dunia.

Hadiah dari NESO juga memungkinkan saya melakukan sesuatu yang sampai saat ini masih mustahil saya lakukan di Indonesia: menonton konser U2. Berada di Amsterdam Arena bersama puluhan ribu orang lainnya, menikmati pertunjukan yang luar biasa, saya terus tersenyum sepanjang dua jam lebih pertunjukan itu, dan mengenangnya, sampai hari ini, membuat saya merasa tak terhingga.

Saya yakin para pemenang kompetisi tahun ini, tentu akan bisa menikmati perjalanan yang sama hebatnya. (Dian Ina, pemenang Kompetiblog 2009)

Pertama kali membuat blog saya tak pernah mengira ini akan menjadi sesuatu yang layak saya seriusi. Hahaha. Semula saya hanya ingin mengekalkan pikiran, memberikan ruang untuk menceritakan kejadian-kejadian dalam hidup, pandangan saya terhadap banyak hal, dan juga mimpi saya; berharap agar tak pudar bersama waktu. Begitu sederhana.

Jadi ketika saya mulai menulis di blog pada Oktober 2003, -tahun ini berarti hampir memasuki tahun ketujuh  -, saya menulis apa saja. Saya menulis tentang sahabat, tentang keluarga, tentang relasi saya dengan orang lain, tentang topik-topik yang melintas di pikiran saya, tentang cinta, tentang perjalanan, tentang banyak hal.

Tahun-tahun berlalu dan saya merasa beruntung karena saya menulis. Blog memberikan saya begitu banyak hal baik. Saya bertemu dengan banyak orang-orang hebat dan rendah hati dengan kisah-kisah yang begitu menarik untuk diikuti.

Dan tahun lalu, saya kembali menerima kejutan yang sangat sangat menyenangkan. Saya berangkat ke Belanda, mengikuti kelas musim panas, menyambangi sahabat saya yang bermukim di Belanda, dan bergembira. Semua berkat kompetisi blog.

Saya masih ingat betul raut muka seorang teman yang nyaris tak percaya ketika saya mengabarkan berita baik ini: “Kamu berangkat ke Belanda karena blog?”.

Yap, salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya justru datang dari sesuatu yang awalnya saya anggap tak akan saya seriusi

Ah, menyusun tulisan singkat ini saja sudah mampu membentuk segaris senyum di wajah saya. Mengantarkan saya pada kenangan akan jalan-jalan berbatu di Utrecht, obrolan ringan bersama sahabat di kafe di pinggir kanal, penganan ringan di pusat kota, bonggol-bonggol bunga matahari di toko bunga, suara lonceng sepeda, bangunan dengan arsitektur nan apik, kucing ramah yang kerap duduk di beranda kamar di asrama mahasiswa tempat saya tinggal, pemandangan dari bis dengan jendela besar, celoteh mahasiswa yang datang dari berbagai negara, dan suasana sore yang sangat-sangat saya gemari.

Tahun ini saya akan kembali menyambangi Belanda untuk mengikuti kursus jurnalisme melalui beasiswa StuNed. Pengalaman tahun lalu memberi saya semangat lebih untuk mengirimkan aplikasi.

Jadi, tunggu apalagi? Menulislah dan Belanda menanti! (Atta, pemenang Kompetiblog 2009)

7 responses to “Testimoni Pemenang Kompetiblog

  1. niar

    kapan kompetiblog 2013?? apa ya temanya kira2?

  2. Subhanallah bangettt, ok dah AMsterdam di depan mata, skripsi dulu, lets go !

  3. ik moet nederland gaan…!

  4. Fanny Fajri

    I hope I can be the next..
    Goedenavond 🙂

  5. wah, mantap sekali bung.
    OK, Netherland i’ll come to you this year and meet my friend studied in Groningen. harus yakin, pasti bisa!!

  6. Ngebet pengen liat kota kelahiran sodara jauuuuuuhhhh ku (Marco Van Basten) di Utrecht 😀

  7. wah asik ya! pengen bisa nyusul 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s